
Zara terkejut menggeleng mendengar nya, tangannya memeluk erat perutnya.
"Maksudnya, aku harus gugurin janin ini? Engga Mas, aku gak mau! gak janin ini gak salah ini yang aku harapkan jangan gugurin, aku gak mau! ".pekik Zara.
" Zara Zeavanindya! ".
" Engga, Mas. sampai kapanpun aku gak mau gugurin kandungan ini, ini anak kamu Mas! anak kita kamu tega gugurin anak yang gak berdosa!? ".
" Zara, tapi kamu".
"Gak mau, apapun resikonya akan aku tanggung sendiri, aku gak akan membunuhnya! ".
" KALAU KAMU GAK MENGGUGURKAN KANDUNGAN KAMU! KAMU BISA MATI, ZARA ZEAVANINDYA! ".
Zara terkejut dengan penuturan Arshaka terlihat pria itu sangat emosi membuat Zara semakin takut, dirinya menangis seraya melindungi perutnya.
" KAMU JAHAT, MAS!! ".pekik Zara
" Astaghfirullahalazim ".Arshaka mendesah frustasi mengusap wajahnya gusar sebelum berlalu keluar kamar.
Saat Arshaka turun tangga dibawah ada ketiga adik-adiknya mereka menatap Arshaka dengan tatapan sulit diartikan sedangkan Arshaka tetap tidak peduli ia menuju halaman belakang.
" Bizan, kamu masuk kekamar ".ucap Zyzy sebelum berlalu menuju kamar Arshaka, ia ingin menenangkan Zara.
Abizan mengikuti perintah Zyana untuk ke kamarnya, sedangkan Arayyan mengikuti Arshaka pergi ke halaman belakang.
" Zara".
Zara menoleh masih menangis terisak rasanya sangat sakit dibentak Arshaka dan bertambah sakit saat tak menginginkan bayi ini.
"Zy? ".
" Zar, jangan nangis, ya".zyana duduk disebelah Zara mengusap bahu nya.
"Aku seneng kamu hamil, Zar. Aku juga bahagia karena akan ada keluarga baru, aku senang aku punya keponakan tapi aku sedih kalau harus kehilangan kamu".
" Bang Shaka marah pasti karena dia takut kehilangan kamu, Zar".
"Aku baik-baik aja, Zy anak ini gak akan membunuh ku , mati itu takdir hanya Tuhan yang tau".
" Aku paham itu zar, tapi kata dokter kamu belum diperbolehkan hamil, kalau hamil akan membahayakan diri kamu, Itu yang sebenarnya Bang Shaka khawatir kan dia takut kehilangan kamu karena sekarang kamu hamil".
"Aku harus gimana? Aku gak mau gugurin kandungan aku, apalagi membunuh nya ini anak ku, Zy".
...----------------...
Sedangkan Arshaka hanya duduk di bangku taman seraya menatap langit malam, Arayyan tak berani menghampiri Arshaka ia hanya berdiri dibelakang Arshaka, hingga Zyana datang menghampiri Arshaka.
Zyana duduk di sebelah Arshaka ikut melihat langit malam yang dihiasi bintang dan bulan.
"Abba, Umma pasti tersenyum bahagia karena sebentar lagi mereka akan punya cucu".
Arshaka menoleh" kita akan kehilangan Zara, kamu seneng? ".
"Emangnya Abang Tuhan? Yang ngatur takdir seseorang? Zara emang belum diperbolehkan Dokter untuk hamil, tapi Allah sudah mengizinkan Zara hamil, Dokter hanya memprediksi semuanya Allah yang atur. Ah Abang ini bukannya di tenangin istrinya, malah dibikin sedih".
Kalimat-kalimat sindiran itu berhasil menyentuh hati Arshaka terasa tercubit.
"Abang coba rasain diposisi Zara sekarang, dia wanita yang memiliki kodrat melahirkan, terlepas dari sakitnya yang sudah sembuh, pasti dia menginginkan mengandung dan melahirkan terus menyusui merawat anak-anaknya sampai tumbuh besar".
"Kalian udah 4 bulan menikah, gak ada yg tau kalau Zara sakit selain keluarga kita, pasti mereka semua mengira kalau Zara gak bisa punya anak, terus orang diluar sana mikir yang nggak-nggak, terus orang-orang merasa kasihan sama Bang Shaka karena belum diberikan keturunan sama istrinya, Tapi akhirnya Zara membungkam semua omongan mereka diluar sana yang bilang Zara gak bisa hamil, sampai ketika dia udah terbebas dari penyakitnya dia langsung semangat untuk hamil, selain itu dia juga ingin membahagiakan Bang Shaka, dia juga ingin memberikan keturunan untuk Abang ".
" Abang tau gak? waktu itu Aqila nawarin diri ke Zara untuk menjadi Ibu pengganti, Lucu kan Aqila itu,anak umur 18tahun yang terobsesi sama Abang sampai menawarkan dirinya untuk menjadi Ibu pengganti ".
" Aqila bilang begitu? ".
" Hmm.. terus kerennya Zara, bilang sampai kapanpun dia gak ridho kalau benih suaminya tumbuh di rahim perempuan lain".
"Mungkin itu termasuk salah satu tekadnya untuk bisa hamil secepatnya, supaya Zara bisa membuktikan ke mereka agar tak berpikir macam-macam".
Zyana menghela napas" Bang, Abang gak boleh kayak gini, Zara istri Abang, selama ini Zyana lihat dia istri yang baik, Abang baru aja nyakitin hati istri Abang ".
" Kalau Abba tau, Abang udah menyakiti hati perempuan pasti Abang udah dihantam Abba. terlebih itu istri Abang sendiri, Zyzy gak mau terlalu ikut campur masalah rumah tangga kalian, tapi Zyzy peduli cuma ngasih sedikit solusi kalian bicarakan baik-baik bawa Zara ke dokter, tanya apakah kandungan nya akan membahayakan Zara atau tidak".
"Hargai perjuangan keras Zara Bang! dia melakukan ini juga untuk Abang, kalaupun memang janinnya akan mengancam nyawa Zara, Zyzy setuju untuk mengugurkan selagi belum berusia 4 bulan tapi kalau janinnya baik-baik aja dan Zara juga akan baik-baik aja, Zyzy setuju untuk mempertahankan calon keponakan, Zyzy ".
Arayyan ikut mendengar semua perkataan Zyzy dirinya tak bisa bergerak hanya mematung ditempat, Arayyan juga mendengar pertengkaran Arshaka dan Zara suara tangis Zara dan teriakan Zara yang tidak menginginkan mengugurkan kandungan nya juga suara Arshaka yang membentaknya membuat Zara menangis terisak.
Mengapa Arayyan merasa iba pada Zara?.
...----------------...
Author udan dobel Up ya🙏🏻🙏🏻🙏🏻😄😄😄
Tunggu kelanjutannya dukung Arshaka dan Zara ada hal paling seru setelah Zara hamil dan nyidam🤣🤣🤣🤣🤣🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻