
"Iya bener Nazwa kita tidak tau apa yang akan terjadi untuk hari ini besok dan seterusnya, berdoa saja ya, semoga Allah mempermudahkan segala urusan kamu ".
" Aminnn, iya Ning, Nazwa minta do'anya semoga Nazwa bisa".
Arshaka terdiam ia masih menyibukkan dengan laptopnya meskipun Zyana dan Nazwa mengobrol panjang kali lebar.
...----------------...
... dari semua komentar yang read's request semua menolak Arshaka menikah lagi... tapi sebelum itu author cuma mau ngasih sedikit kebahagiaan buat anak-anaknya, maksudnya anak-anaknya masih membutuhkan sosok Ibu.. nah disini saya tuangkan NAZWA... tapi tenang cinta Arshaka cuma sama Zara Zeavananindya.
...---------------...
Dua minggu kemudian seluruh kelas 12 kini menghadapi ujian akhir detik-detik menegangkan akhirnya terlewati karen bel pertanda jam pelajaran berbunyi seluruh ulangan sudah selesai, semua bersorak gembira setelah mengakhiri ujian nasional, Nazwa dan Amina berjalan beriringan untuk kembali ke asrama sementara Firda berbeda ruangan dengan mereka, keduanya merasa cape memutuskan untuk langsung istrahat.
"Alhamdulillah, ya Allah, akhirnya ujian udah selesai".ucap Nazwa.
"Seneng deh, bentar lagi bakal keluar dari penjara suci ini".saut Amina.
" Gak sedih pisah sama orang terimut kayak gue".balas Nazwa dengan percaya diri.
"Ya ga gitu juga sedih pasti, kalian kan cuma sahabat yang gue punya".
"Melow nih ceritanya? ".
" Serius kamprett soalnya habis lulus, gue mau balik ke Yogyakarta ".. saut Amina.
" Serius, Nit? ".pekik Nazwa
" Hmm.. disuruh bapak buat lanjutin kuliah disana dan gue bakal pindah rumah juga".
"Yahh susah deh ketemu".
" Yaelah tenang aja gue masih di bumi, InsyaAllah masih bisa ketemu.
...----------------...
Saat ini santriwati dan santriawan sedang disibukkan dengan acara perpisahan dan membahas perihal perpisahan dan penerima calon peserta didik baru. Nazwa sedang berdiam diri ditaman sendirian tak terasa beberapa hari lagi ia akan berpisah.
"Nda! Nda! " panggil Arka. Nazwa menoleh kesumber suara tersenyum pada Arka dan Zura juga terdapat Arshaka berjalan kearahnya.
"Salam mana ganteng, cantik".ucap Nazwa.
" Acalammualaikum, Nda! "salam Arka dan Zura sambil mencium punggung tangan Nazwa.
"Walaikumsalam, ututututu gantengnya, cantiknya Nda, mau kemana nih? ".ucap Nazwa terkekeh mengusap pucuk rambut keduanya.
" Assalamualaikum "ucap Arshaka, Nazwa yg tadinya jongkok kini berdiri hampir lupa bahwa ada Gus Arsha disini.
" Walaikumsalam, Gus".
"Saya mau minta tolong sama kamu".
" Tolong apa Gus? ".
" Saya titip Arka dan Zura sebentar bisa? saya belum selesai rapat kalo udah selesai saya akan membawa Arka dan Zura".balas Arshaka.
Nazwa mengangguk sebagai jawabannya "siap kalo soal itu mah Gus, tapi imbalannya traktir Nazwa di kantin ya?. pinta Nazwa dengan menunjukkan pupe eyes-nya.
Arshaka menghela napas" Ya sudah, nanti saya bayar, asal putra-putri saya diurus dengan baik".
"Siap komandan".
Arshaka terkekeh dan mengangguk" bagus ".
"Putra putri soleha dan solehah, Baba mau kerja dulu ya, nanti sama Nda dulu, Arka gak boleh nakal dan bandel ya, Rara juga gak boleh nakal".ucap Arshaka seraya mensejajarkan tubuhnya pada Arka dan Zura.
Mendengar penuturan dari Arshaka membuat Nazwa baper tingkat dewa, apalagi dengan embel-embel " Nda"lebih dejavu.
"Okey, Baba Kaka gak akan nakala, Rara juga gak akan bandel cama Nda".Arshaka tersenyum mencium pipi keduanya" Baba, berangkat dulu ya, Assalamualaikum ".
" Walaikumsalam Baba".
Setelah itu Naza membawa keduanya bermain di taman pesantren Arka dan Zura senang karena bermain di tempat terbuka penuh mainan, semua pasang mata mentap mereka bertiga entah desas-desus para santri, yang mulai menggibah Nazwa.
"Itu kan Nazwa si santriwati kelas 12 itu ya? ".
" Iya Nazwa caper banget jadi orang ".
" Emang kepedean banget, pake acara so baik lagi depan Gus Arsha apalagi sama anak-anaknya ".
" Arka kan introvert Bocah nya, kok bisa deket gitu sama Nazwa? ".
Sementara dari kejauhan dilihat Ayana tersenyum melihat kedekatan Nazwa pada ponakan nya, Nazwa tersenyum menggenggam tangan keduanya menuju ndalem.
"Assalamu'alaikum, Ning? ".salam Nazwa.
" Walaikumsalam, eh ponakannya Ante abis dari mana kaka, Rara? ".
Arka tersenyum " Kaka abis main cama Nda di taman, Kaka cape mau mimi cucu".
"Rara juga haus".
" Oh maksudnya kalian mau minum susu? ".tanya Zyana.
Mereka mengangguk sebagai jawabannya.
" Ante Zy, boleh Kaka dan Rara bobok ama Nda? ".tanya Arka.
" Rara mau bobo cama Nda cambil mimi cucu".
Zyana terkekeh "Naz, bisa tolong tidurin mereka sebentar? ".
" Bisa Ning, tapi saya tidurin Araka dan Zura di karpet ruang TV gapapa, Ning? ".
"Kenapa gak dikamar aja, Naz? ".
" Gak enak Ning! ".
" Ya sudah kalo begitu saya pamit ya, Naz, saya mau berangkat kerumah sakit, Assalamu'alaikum ".ucap Zyana.
" Walaikumsalam, Hati-hati Ning".
Nazwa kini sedang berada diruang tengah bersama Arka dan Zura tidak lama menidurkan mereka lantunan sholawat dan sesekali mengusap punggung keduanya bergantian, mereka sudah terlelap, melihat wajah damai Arka dan Zura membuat Nazwa mengembangkan senyum, rasanya tidak rela jika meninggalkan Arka dan Zura "maaf Arka, Zura minggu depan Nda harus pulang kerumah, Kalian baik-baik sama Baba disini".
Tanpa disadari Arshaka masuk menghentikan langkah nya melihat Nazwa sedang menidurkan keduanya anaknya.
" Assalamu'alaikum ".
" Walaikumsalam ".seraya mengusap jejak air matanya.
" Mereka sudah tidur? ".
" Udah Gus, udah dari 20 menit lalu ".
"Kalo begitu Nazwa pamit dulu Gus, mau ke--".Gus Arsha menyela omongan Nazwa.
" Saya ingin berbicara sama kamu Nazwa ".
" Bicara apa Gus?mau traktir Nazwa ya ".
" Iya ingin bicara itu".ucap Arshaka tertawa.
"Yah kirain kenapa-kenapa? ".
"Ada yang alin tapi tunggu waktu yang tepat".
" Gus mau bicara apa sih? ".
" Tidak ada, nanti saja, silakan jika kamu mau kembali ke asrama ".
" Tadi ditahan biara gak pergi, eh sekarang malah disuruh pergi? ".dumel Nazwa yang masih terdengar Arshaka.
" Saya denger Nazwa! ".
" Afwan Gus Afwan ".
" Na'am, silakan Nazwa.
Tanpa berpikir Nazwa segera keluar dari sini jantungnya berdebar kencang saat ini.
"Assalamu'alaikum, Gus Nazwa permisi".
Setelah melangkah pergi Arshaka hanya mengulas senyum sambil memperhatikan Nazwa yang terlihat ngedumel.
...----------------...
Arshaka memang ditakdirkan untuk Zara namun Tuhan berencana lain entah apa? kita hanya bisa berencana selebihnya hanya Tuhan yang menentukan jalan hidup manusia 🤭.
Dukung Arshaka ya🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻