
Setelah 2 hari di Malang mereka berlanjut menaiki bus untuk ke pelabuhan Ketapang banyuwangi menyeberang pulau menggunakan kapal Feri menuju pelabuhan Gilimanuk Bali.
Mereka sampai kurang lebih 1 jam perjalanan penyebrangan keduanya menikmati perjalanan mereka menatap Matahari yg akan terbit dengan sapuan angin yang sejuk mengayun ayunkan.
"This our first sunrise view, Ra".
" Hm, how beutiful ".
" But, you're more beutiful ".
Zara terkekeh, menyenderkan kepalanya dibahu Arshaka.
"I love you, Ra".
" You Love me? ".
" Of course, I only love 3 women in the world. Frist, my mom. Second, my sister Zyana, and the last one is you, my lovely wife".
Zara mendongak, menatap Arshaka dengan posisi seperti dekat membuat Arshaka terlihat lebih tampan.
"I Love you too. My gus and my husband".
Arshaka tersenyum menundukkan wajahnya lalu mengecup kening Zara.
Sesampainya di Resorts pukul 6 pagi Zara langsung tertidur karena dirinya sangat lelah, mereka berada di Bali selama 5 hari maka Arshaka memilih untuk menyewa Resorts daripada menginap di hotel.
Mereka bisa melakukan apapun dengan tenang, terdapat banyak pemandangan juga terdapat kitchen set sehingga Zara bisa masak.
Arshaka menaruh koper mereka, berdiri dipinggiran ranjang, tersenyum melihat Zara yang tengah tertidur menarik selimut untuk menutupi tubuh Zara lalu ia menunduk mencium pucuk kepala Zara.
"Sleep tight, wife".
Setelah itu Arshaka beranjak akan menghabiskan pagi hari. Hingga pukul 10 , Arshaka memutuskan untuk berenang dengan 3 putaran lalu menyudahi dan mandi. saat berhenti dipinggir kolam terkejut melihat Zara yang sudah terbangun.
" Kapan bangun, Ra? ".
" Baru, aj Mas. aku kira kemana ternyata lagi asik renang ".
" Udah lama gak renang mau ikutan? ".
Zara menggelengkan kepala duduk dipinggiran kolam memasukkan kedua kalinya kedalam kolam, membuat Arshaka segera mendekati.
" Mas gak tidur? Gak ngantuk gitu? ".
" Pagi-pagi harus produktif, sayang. Aku ga bisa tidur pagi, mungkin abis Dzuhur baru tidur".
"Oh.. "
Arshaka menangkup wajah Zara mengusap wajah Zara.
"Nanti mau makan siang apa? Biar aku masak".
" Gak pesan aja".
"Ada dapur gunain dapur dengan baik, Mas".
Arshaka beranjak naik ketepi kolam, membawa Zara ke Gazebo, tubuhnya yang basah membasahi Zara dan Gazebo.
"Mas, apa disini gak terlalu terbuka? ".tanya Zara saat Arshaka memulai melapas kancing baju Zara.
" Gak ada orang disini, Sayang ".
" Iya tapi? tempatnya terlalu terbuka, Mas? ".
" Kamu malu? ".
" Iya".
Arshaka menutup gord6 Gazebo, sehingga tak bisa melihat siapapun yang berada di dalam gazebo hanya mereka berdua.
"I promise, setelah ini kamu akan melupakan rasa malu kamu untuk beberapa saat bersama aku".
...----------------...
Arshaka baru saja mandi, menghampiri Zara yang tengah memasak makan siang, Zara belum membersihkan tubuhnya, Arshaka mengajaknya untuk mandi bersama namun Zara menilaknya karena masih malu.
Arshaka memeluk tubuh Zara dari belakang menaruh dagunya dibahu Zara.
" Mas, jangan gini. Aku lagi masak ".
"Cum5 mau peluk, Ra".
" Makin hari makin manja kamu, Mas".
"Nabung pahala sayang".
" Mas, hari ini kita mau kemana? ".
" Kamu maunya kemana? ".
" Pantai yuk, tapi maunya sore aja biar liat sunset, Gimana? ".
" Gak bisa ".
"Kenapa? ".
" Pantai banyak yang auratnya terbuka perempuan dan laki-laki sama aja".
"Ih, kalau gitu ngapain jauh-jauh ke Bali? ".kalau mau ke pantai yg gak ada orang pake bikini ya ke Ancol aja".
Arshaka tertawa" iya juga sih, yaudah pulang dari Bali kita ke Ancol ".
" Gak! kamu aneh-aneh aja sih pokoknya aku mau kepantai ".
" Yaudah yaudah pantai tapi yang sepi penguju6 ya? ".
" Aku maunya yang bagus mas".
Arshaka mengalah mereka beristirahat dahulu sebelum pergi ke pantai sore hari.