
Cika tersenyum kecil ia semakin yakin jika memang Zara sudah ditakdirkan untuk bersama keluarga sahabatnya, Abiyan dan Zea.
Setelah menjenguk Zara dan menemui zyana dirumah sakit,Cika pamit untuk ke Pesantren untuk menemui Arshaka
...----------------...
Arshaka saat ini berada di ruangan nya, menatap tasbih ditangan nya pemberian Abba nya yang diberikan untuk nya hampir 16 tahun yang lalu, ia menghela napas, lalu memejamkan mata, menghela napas menghela napas lagi, dan membuka mata lagi, begitupun seterusnya sudah 30 menit ia hanya melakukan itu.
"Apa yang membuat kamu bingung? ".
Arshaka terkejut dengan suara yang tiba-tiba, ia melirik sebelahnya y sudah ada Cika.
"Tante, kok bisa disini? ".
" Tante emang ingin bertemu kamu Arsha".
"Ada apa Tan? ".
" Sebentar lagi usia kamu 23tahun kamu pernah suka sama seseorang? seperti perasaan seorang laki-laki pada seorang perempuan pada umumnya".
"Kenapa Tante tanya begitu? ".
" Tante cuma ingin memastikan dugaan tante aja".
"Menduga apa, Tante? ".
Cika tersenyum " kamu sedang jatuh cinta? tapi tante akan menyebut siapa gadis itu, Biarkan itu menjadi rahasiamu sendiri. Tapi kalau Tante ingin memberikan kamu sesuatu, tidak masalah kan? ".
" Sesuatu? ".
Cika mengeluarkan ponselnya memutar sebuah video" kamu lihat baik-baik video ini".
Arshaka menerima ponsel Cika menonton video yang diputar oleh Cika.
"Pukul 1 malam, zara keluar kamarnya untuk ke kamar mandi lalu dia bertemu dengan seorang santriawan, mereka mengobrol sebentar, dan seterusnya zara pergi menuju kamar mandi, Gak lama kemudian dia ingin kembali ke kamarnya, Tiba-tiba seseorang memukul dari belakang tubuh zara, hingga zara tak sadarkan diri dan orang tersebut membawa zara menuju gudang ".
" Kamu perhatikan baik-baik waktunya zara pergi ke kamar mandi pukul 1,lalu laki-laki itu membawa zara ke gudang pukul 01.15 menit setelah itu pukul 01.20 menit seorang perempuan menuju kediaman kamu di pesantren, nah pukul 01.25 menit semua dewan Pesantren berkumpul menuju gudang, Waktu 10 menit untuk melakukan itu sedangkan kondisi zara pingsan, apa masuk akal? Arsha ini ga mungkin? ".
" CCTV yang kamu lihat tidak ada bagian dimana zara dipukul hingga pingsan itu artinya Cctv sudah disabotase ".
" Zara pingsan ga tau apa-apa dibawa ke gudang lalu kamu dan Dewan Pesantren memergoki dia yg berada di gudang sedangkan posisi dia belum tersadar dari pingsannya. Apa laki-laki yang membawa zara melakukan itu dengan kondisi zara yang masih pingsan? terdengar tidak mungkin, Tante yakin 100% zara difitnah ".lanjut Cika.
" Iya mungkin orang tuamu ga pernah cerita tentang kejadian beberapa tahu silam saat kamu baru saja lahir ada peristiwa besar di pesantren ini. Fitnah".
"Fitnah apa tante? ".
" Kamu baru lahir, orang tuamu membawa kamu ke Pesantren untuk acara Aqiqah, barulah 2 minggu setelahnya orang tuamu berpindah kerumah Eyangmu, tapi sayangnya sehari sebelum orang tuamu pindah ada kejadian yang menggegerkan Pesantren.
"Abba mu, Kak Abiyan, Difitnah oleh Ustazah disini, namanya Shafira. kejadian nya itu sore, disaat kak Abiyan dan Zea akan kembali ke kamar lalu ada sorang santriwati yang ingin berbicara dengan Umma kamu, akhirnya Kak Abiyan duluan ke kamar, Zea yang saat itu membawa kamu menyusul kak Abiyan ke kamar diantar santriwati itu yang menggendong kamu".
" Tapi saat mereka tiba dikamar, Zea melihat Kak Abiyan yang sedang berbaring di ranjang dengan Ustadzah shafira yang berada diatasnya, Zea kaget dia pergi meninggalkan Pesantren dan membawa kamu kerumah Eyangmu".
"Begitu besar cinta Abba kamu pada Ummat kamu, sampai dia ga mau menikah dengan perempuan lain saat Abba kamu menjalani hukuman cambuk, Umma kamu datang, Abba kamu disiksa dan dicambuk diperlihatkan seluruh warga Pesantren dan termasuk Umma kamu. Tapi saat melihat Abba kamu sudah lemah dan cambukan itu masih berjalan Umma kamu berlari kearah Abba kamu, melindungi Abba kamu dari cambuk kakek kamu, sampai-sampai cambukan itu mengenai tubuh Umma kamu, begitu besar cinta Umma kamu pada Abba kamu sampai dia ga rela melihat orang yang sangat dicintainya mendapatkan siksaan ".
"Datang lah Om Zidan dia yg membantu mencari bukti bahwa kak Abiyan tidak bersalah, saat umma kanu tau dan mendapatkan bukti yg ia dapatkan dari kamar Ustadzah Shafira umma kamu marah besar hampir membunuh Ustadzah Shafira dan mengeluarkan Shafira dari Pesantren".
"Saat umma kamu udah menyesali semuanya, Abba kamu hampir dipanggil Allah, untungnya Allah masih memberikan mereka kesempatan, mereka kembali bersama, beberapa tahun setelah kejadian itu, saat umma keguguran, Abba kamu bertemu dengan Shafira dirumah sakit, Shafira menderita kanker rahim dan harus dioperasi pengangkatan rahim tapi Shafira ga punya uang untuk membayar biaya operasi akhirnya Abba kamu menolong nya membantu membayar semua biaya rumah sakit Shafira, ArSha".
"Tapi takdir berkata lain, Shafira meninggal padahal satu penyebab adanya kerusakan pada saraf otot-otot jantung Abba kamu itu karena tindakan Shafira yang asal memberikan dosis obat berlebihan pada Abba kamu tapi Abba kamu ga dendam, malah tetap menolong Shafira disaat Shafira membutuhkan pertolongan".
"Inilah fitnah lebih kejam daripada pembunuhan".
Cika menoleh Arshaka yang menundukkan kepala dengan menutup wajahnya dengan kedua tangannya ia menangis mendengarkan cerita dari Cika.
" Ada fakta penting yang harus kamu tau, Arsha".
"3 hari lalu, saat kejadian malam itu saat tante ingin pulang tante melihat seseorang yang tante kenal".
"Dia temen kuliah Tante dan Umma kamu tapi lebih dekat dengan Umma kamu karena dia teman kelas Umma kamu anak kedokteran".
" Dia memang pernah berbuat jahat dan menculik Umma kamu, lalu tante bertanya mengapa dia berada disini dia bilang sedang memeriksa istrinya yang sakit, saya kira istrinya yang pertama tapi itu istrinya yg kedua, dia tanya kenapa tante dirumah sakit tante bilang sedang menjenguk teman anak nya Zea dia bertanya siapa tante jawab Zara, dan yg tante terkejut lagi ternyata dia Ayah Zara".
"Nama nya Vano dia sejak kuliah menyukai Umma kamu sampai akhirnya
Umma kamu menolak nya dan kejadiannya sama seperti Abba kamu yang disukai perempuan yaitu kakak dari Vano,Abba kamu menolak perempuan itu kakak dari Vano bernama Anisa Imelda dan akhirnya vano membenci Abba kamu dan Umma kamu".
"Akhirnya dia balas dendam menculik Umma kamu karena ia tidak Terima Kakaknya Anisa disakiti Abba kamu dan meninggal dunia, Anisa menjadi depresi karena ditolak cintanya oleh Abba kamu akhirnya ia Anisa bunuh diri dengan meminum obat penenang dengan dosis yg tinggi karena depresi ditolak cintanya oleh Abba kamu. Vano membalas dendam dengan menculik Umma kamu dan meminta Abba kamu bertarung dengan Hans,yang membuat saraf Abba kamu rusak sebelum terkena cairan obat Shafira, Abba kamu menerima pukulan keras dari Hans yang merupakan mantan pacar Umma kamu, Abba mu kalah dengan Hans karena Hans lebih jago bermain tinju, mereka semua tertangkap polisi".
"Dan dipenjara beberapa tahun kemudian Vano keluar dan menerima perjodohan orang tuanya dan memiliki seorang putri cantik yang diberi nama Zara Zeavananidya. namanya sengaja di mirip kan seperti Umma kamu, karena Vano ingin anaknya seperti Zea perempuan yang disukai dimasa lalu nya justru menyakiti hati anaknya sendiri ".
" Zara menolak menemuinya saat dia tau Zara terkena musibah malam itu langsung ke ruang tindakan tetapi Zara belum sadar".
"Awalnya tante bingung kenapa zyana dan Abizan menyayangi Zara? tapi akhirnya tante mengerti, mereka mengatakan bahwa tingkah laku Zara mirip dengan Zea, Umma kalian".
" Tante juga ngerasain hal yang sama memang Zara mirip tapi dari segi sifat dan tingkah laku benar-benar mirip".
"Jangan menyangkal jika kamu menyukai Zara, Tante bisa melihat sikap kamu pada Zara berbeda dengan sikap kamu pada wanita lain, sekalipun itu Aqila anak tante".
...****************...
Semua udah dijelaskan ya oleh Cika panjang banget kan?? π€£ππ
Dukung terus ya..
Vano??
Hilda?
Akan datang sebentar lagiππ»ππ»ππ»