
"Zar, besok kita beli bahan kue yuk".bisik Zyana.
" Bahan kue? untuk? Kan kemarin kita baru bikin kue kering, Zy? ".
" Zar, bukan kue kering, tapi bikin kue ulang tahun, lusa Bang Shaka ulang tahun ".
Zara terkejut mendengar nya" Mas Caka ulang tahun? ".
Zyana mengangguk" iya Zara, sebulan yg lalu Umma nah, lusa ulang tahun Abba dan Bang Shaka".
"Abba sama Mas caka? ".
Zyzy mengangguk" Hmm hari lahir Abba dan Bang Shaka samaan, Dulu Umma melahirkan pas di hari ulang tahun Abba, mungkin kita ke makam lagi lusa".
"Aku izin sama mas Caka mau kemana? kalau mau beli bahan kue? ".
" Bilang aja mau ke supermarket belanja bulanan, bohong dikit gapapa, zar".
Zara mengangguk baiklah berbohong untuk kebaikan Arshaka sepertinya tidak menjadi masalah.
Saat ini zara dan Zyana berada di mal, keduanya tengah mencari kado untuk Arshaka.
"Zar kamu mau beliin apa buat Bang Shaka? aku mau beli jam tangan aja deh".ucap Zyzy.
" Masih bingung, Zy belum kepikiran ".
Mereka memasuki toko jam Zyana memilih jenis jam tangan hingga tertarik dengan jam tangan yang bernilai belasan juta.
Ddrrttt... drttt..
Zyzy merogoh ponselnya pesan masuk dari teman kampusnya, ia mulai kebingungan membuat Zara bertanya.
" Kenapa, Zy? ".
" Hmmm.. aku disuruh ke kampus ada hal penting sekarang, Zar".
"Kamu mau ke kampus? Yaudah gapapa aku bisa pulang sendiri".
" Tapi, nanti kalau Bang Shaka marah gimana? kamu pulang sendiri tapi perginya sama aku? ".
" Ga mas Caka nanti aku bilang kalau kamu ada urusan di kampus ".
" Aku pesenin taksi online, ya? ".
" Gak usah Zy, aku pesen sendiri aja".
"Yaudah deh aku berangkat dulu ya, nanti kabarin kalau udah sampe".
Zara mengangguk, Zyana berpamitan meninggalkan Zara sendiri, ia membuka ponselnya mengecek kalender, terkejut seketika melihat jika saat ini adalah masa suburnya.
...----------------...
"Mas".
Zara menaiki ranjang, menghampiri Arshaka tengah memainkan ponselnya dengan duduk bersandaran dikepala ranjang, Zara duduk disebelah Arshaka seraya menyenderkan kepala di bahu Arshaka.
" Hari ini jalan-jalan sama Zyzy? Gimana menyenangkan? ".
" Seru banget, girl time".
"Udah girl time ya, sekarang".
" Tadi pulang naik taksi, karena Zyzy harus ke kampus ".
" Besok-besok jangan naik taksi bilang aku biar aku jemput".
"Mas".
" Hm? ".
" Mas Caka mau ibadah, gak? ".
" Abis ini aku mau witir ".
Bukan ibadah itu yang Zara maksud?.
" Kamu mau ikut? ".tanya Arshaka.
" Lama gak? ".
" Sekalian ngaji dan Dzikir, ya mungkin 2 jam".
Zara melirik jam dinding, sudah pukul 9 malam Arshaka bilang 2 jam? Artinya selesai pukul 11.
"Aku ngantuk".ucap Zara.
Arshaka menaruh ponselnya di nakas mengusap kepala Zara.
" Yaudah kamu istirahat aja, pasti capek keliling Mal".
Zara tak bisa menolak akhirnya ia memejamkan mata.
Niatnya ingin memberikan kejutan Arshaka justru Zara terkejut dengan keberadaan Arshaka di dapur.
Arshaka sedang membuka pintu lemari es, yang didalamnya terdapat kue yang semalam Zara dan Zyzy buat.
Zara yang berada diambang pintu dapur mematung, Arshaka menutup pintu kulkas berbalik badan melihat kehadiran Zara.
"Sayang kok bangun? ".
" Gak suprise lagi deh".gerutunya.
Arshaka terkekeh mengusap ramput Zara "besok kita ke makam Abba dan Umma, hari ini juga hari ulang tahun Abba".
Zara mengangguk membalas pelukan Arshaka" Barakallah fi umrik, Zauji, Mas Caka".
"Jazakillah khairan, Zaujati".
" Sekarang istriku jago bahasa Arab ya? ".
Arshaka terkekeh, mengecup pucuk kepala Zara" besok kita kesuatu tempat bersejarah'.
"Apa itu? ".
" Ada suatu tempat, gimana kita naik motor? ".
" Motor? ".
" Iya sayang, kalau naik mobil cukup jauh masuk kedalam nya".
"Tapi aku takut, Mas? ".
Arshaka baru ingat jika Zara trauma ia takut menaiki kendaraan motor karena kejadian dulu.
...----------------...
Kira-kira mereka mau kemana, Ya??
Tunggu kelanjutannya bakalan ada kabar bahagia plus sedih, juga pertengkaran Arayyan 🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🤣🤣🤣