
"Kalau ini foto kita saat pergi ke taman kota disini Arayyan nangis karena gak dibeliin mainan sama Abba, mainannya udah banyak, dan Umma cuma liatin Arayyan yang nangis sambil makan es krim sama Zyana".Arshaka menjelaskan kejadian pada salah satu album foto yang mereka lihat.
Zara tertawa wajah Arayyan yang tengah menangis sangat lucu ditambah giginya tak ada, anak berusia 4 tahun yang menggemaskan.
Arayyan tersenyum kecil melihat keduanya bahagia walaupun hanya melihat album foto. Arayyan setelah itu kembali melanjutkan menuju kamarnya.
...----------------...
Pukul 5 pagi setelah sholat subuh berjamaah Zara memutuskan untuk membuat sarapan. Zyana masih tidur karena dia sedang datang bulan dan Arayyan masih dikamarnya bersiap-siap,sedangkan Arshaka bersiap-siap ke Pesantren.
Zara yang sedang memasak dikagetkan dengan tangan yg mengusap perutnya "Astaghfirullah, Mas! ngagetin aja".
Arshaka tersenyum mengecup pipi Zara dari samping" Good morning bumiku yang cantik ini MasyaAllah ta barakallah ".
" Gombal deh".
"Jujur sayang, kamu memang cantik banget dalam keadaan hamil seperti ini, terlihat jauh lebih meng--".Ucap Arshaka terpotong karena Zara mulai mencubit hidung Arshaka.
" Ayo terus ngegombal nya".ucap Zara seraya tangannya mencubit gemas hidung Arshaka.
"Aws, sakit sayang".
Arshaka mendekatkan bibirnya pada telinga Zara"kamu terlihat jauh lebih menggoda".bisik Arshaka membuat pipi Zara seperti kepiting rebus.
" Mending kamu duduk, Mas, daripada gombalin aku lagi masak".
"Gak mau aku mau meluk kamu seperti ini sampai kamu selesai masak".
" Nanti dilihat adik-adik kamu".
"Arayyan masih siap-siap,Zyzy masih tidur, mereka akan turun jam 7 sarapan sekarang masih setengah 7.
" Tapi--".
"Sstt diem, kamu lanjut masak aja, aku janji gak akan ganggu".
Zara melanjutkan memasak dengan Arshaka yang terus memeluk erat tubuhnya dari belakang
Apa Arshaka bilang? Arayyan masih dikamar bersiap-siap? Ternyata salah mereka berdua tidak menyadari jika Arayyan saat ini berdiri diambang pintu dapur?
Benar, Arayyan disana, menatap kedua sejoli suami istri yang tengah bermesraan dipagi hari, pria itu hanya diam saja, menatap keduanya tanpa ekspresi ingin sekali beranjak tetapi rasanya sulit.
Cup!
"Mas, katanya gak mau ganggu aku? ".gerutu Zara ketika Arshaka mengecup pipinya.
Arshaka tak menghiraukan gerutu Zara ia mengecup bahu Zara lembut dengan tangannya mengusap usap perut buncitnya.
Cup!
Cup!
Cup!
" Mas Caka! ".tegas Zara langsung membalikkan posisinya melihat Arshaka yang tengah memasang senyum indahnya, pria itu baru saja mengecup pipinya sebanyak tiga kali.
" Pipi kamu empuk, kayak bakpao pingin aku gigit".
"Hmm,Mas Cakap udah lah gombalnya".
Hap!
Dan benar saja Arshaka memakan pipi Zara seperti bakpao membuat Zara memekik terkejut dan kesakitan.
" Ih, sakit Mas! ".
Arshaka mengusap pipi Zara dengan lembut" maaf maaf, sayang ".
Zara terdiam mengerucutkan bibir nya melanjutkan memasak Arshaka tak mengganggu nya lagi tetapi pria itu masih memeluk tubuh Zara dari belakang sesekali mengecup pucuk kepala Zara.
Zara mematikan kompor ia sudah selesai memasak dan mengambil wadah yang sudah matang, tetapi Arshaka justru memutar balik tubuh Zara" Mas, aku mau--".
"Sstt, diem sayang".Arshaka menaruh telunjuknya dibibir Zara.
" Kamu mau ngapain sih".
" Pake nanya, sakit lah, Mas. pipi aku bukan bakpao atau bakso nanti kalau berdarah gimana aku bakal gigit balik kamu".
Arshaka terkekeh dan tersenyum ia justru mendaratkan b***r nya ke b***r Zara mengecup lembut cukup lama sehingga Zara merasa berdebar tak beraturan.
Arshaka mencium Zara hingga semenit kemudian barulah Arshaka melepaskan tautan nya, ia tersenyum kecil melihat b***r Zara yang terbuka karena ulahnya.
"Istriku bawel".gumam Arshaka.
"Bang Arayyan, ngapain berdiri disini? ".tanya Zyzy.
Arshaka dan Zara menoleh ke sumber suara, keduanya terkejut dengan keberadaan Arayyan dan Zyzy yang diambang pintu dapur.
"Yan, Zy? Kalian disana? ".basabasi Arshaka.
" Zyzy baru aja dateng, tapi Bang Arayyan udah berdiri disini, makanya Zyzy nanya ngapain Bang Arayyan berdiri disitu ".
Arshaka menatap Arayyan yang terlihat kikuk salah tingkah sedangkan Zara mengalihkan wajahnya kearah lain betapa malunya jika Arayyan melihat dirinya dengan Arshaka berciuman?
" Ayo sarapan ".ajak Arshaka menetralkan suasana seolah tidak terjadi apa-apa, ia tahu Arayyan malu karena ketahuan melihat adegan tak senonoh itu. wkwkwk 🤭😁😁
...----------------...
Arayyan menghentikan mobilnya saat lampu merah, ia mengambil ponselnya mengecrm pesan masuk.
#Screenshoy chat Arayyan dan Aqila, karena terkena pelanggaran, sudah dihapus#.
" Ku dimana? ".
" Dirumah ".jawab Aqila.
Arayyan memutuskan sambung telfon nya menunggu lampu hijau saat lampu sudah berwarna hijau Arayyan menuju kerumah Aqila, sesampainya Arayyan tahu jika Fahri dan Cika tidak ada dirumah, Fahri sudah pasti kerja namun cika entah kemana sehingga Aqila berhasil menyakiti dirinya sendiri.
Arayyan masuk karena ia sudah mengetahui kode akses masuk kerumah Aqila.
" Aqila, ini Abang. Buka pintunya ".
Arayyan mendengar suara tangis Aqila dari dalam membuat Arayyan masuk kamar begitu saja, ia menemukan Aqila yang tengah duduk dilantai memeluk kedua lututnya.
" Aqila".ucap Arayyan seraya mengecek lengan kiri Aqila yang sudah berdarah akibat sayatan, segera Arayyan beranjak mencari kotak P3K. untuk mengobati luka Aqila tapi tidak bisa mengobati luka batinnya, tetap Aqila menangis setelah obat merah mengobati lukanya, Arayyan menutupi nya dengan perban mengusap lembut kepala Aqila"kenapa kamu melakukan ini? ".
" Abang udah taukan jawabannya ".
Arayyan menghela napas tentu tahu pasti karena Arshaka.
"Kamu gak boleh seperti ini, Qila. kamu baru aja menyakiti diri kamu, bukan cuma kamu yang sakit Mama dan papa kamu juga ikut sakit kalau tau kamu seperti ini".
" Abang juga sedih? ".
"Tentunya Abang sedih, kamu adik Abang".
" Abang mau kan liat Aqila bahagia? ".
" Tentu".
"Kalau gitu Abang tolongin Aqila".rengekannya menyadarkan kepalanya dibahu Arayyan.
" Abang haru nolongin apa? ".
"Tolong bantu Aqila untuk dapetin Bang Shaka, Aqila mohon, Bang".
Arayyan sudah tidak terkejut, justru merasakan didadanya sakit mendengar perkataan Aqila entah kenapa seperti mengingat bagaimana bahagianya Arshaka dan Zara semua Arayyan lihat itu kini terbayang kembali seperti memutar kaset. Arayyan hanya bisa menghela napas seraya mengusap kepala Aqila untuk menenangkan gadis itu.
Aqila sedang sedih dan baru saja Arayyan langsung menasehati Aqila karena jika ia melakukannya.
...----------------...
Hayo loh pusing lan jadi Arayyan!! 🤭🤭🤭🤣
Siapa nih yang penasaran sama visualnya Aqila??
Yang pengen tahu chapter berikut nya ya bakal ada visualnya Aqila 🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🤣🤣🤣