
Hai semua
apa kabar
semoga sehat selalu ya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Besoknya.....
Lissa kini sedang sarapan bersama keluarga nya siapa lagi kalo bukan momy Zira, Sandrina dan G-one atau Grey..Semua nya nampak biasa saja, namun tidak dengan Lissa. wajah nya di Teluk seperti lipatan kardus bekas.
Grey adalah penyebab dari wajah tekuk Lissa. Karena nya Lissa harus memakai jarum infus, karena kehabisan tenaga. Kalau saja Grey tidak menyuruh Lissa untuk push up dan sit up sebanyak itu.. mungkin dia tidak perlu memakai infus. Dan Lissa itu takut dengan yang namanya jarum infus.
"Sa... kamu sudah nelpon teman-teman kamu kan??" tanya Zira saat mereka sudah selesai sarapan. Namun masih berada di meja makan.
"Udah kok mom. Mom... besok besok yang ngelatih Lissa Sandrina aja ya... please... " Lissa memohon.
"hahahah.. gak bisa Lissa.. aku udah punya tugas ku sendiri... Aku akan mengajar kan mu tentang bisnis.. kau harus mengelola perusahaan momy mu yang ada di negara R. " jawab Sandrina.
"yyyahhhhhh... kok gitu sih.... ??? ya udah.. momy aja yang ngajarin Lissa" putus Lissa final.
"hmmm???yakin kamu mau di ajarin sama momy ??" tanya Zira
"Iya!!! dari pada sama orang BOTAK. mending sama momy aja.. " Lissa melirik Grey saat mengucapkan kata 'botak'
"Ehh.... enak aja ngatain orang botak.... Ini bukan botak!! tau nggak??" protes Gery merasa tersinggung
"Terus.. kalau bukan botak apa lagi???.. ohhh aku panggil kepala bakso aja kali ya??" Lissa tersenyum mengejek.
"Kepala ku ini gak botak... cuman rambut nya aja yang Dikit... " kilah Grey.
"Sama aja kali.... " teriak Lissa
"Sudah!!! kalian ini!!! ini meja makan... kalau mau berantem.. sana!!! di luar aja.. " omel Zira.
"Dia tuh kak... masa' aku di katain botak... ya aku gak Terima lah... rambut aku kan cuman Dikit, bukan botak. " Grey meminta Pembelaan
sementara itu di perusahaan AO Company...
"Hhhaahhh.... " suara helaan nafas terdengar beberapa kali di telinga felix dan Frank
"Psstt... " Felix mencoba memanggil Frank
Frank menoleh... "Apa??" mulut nya bergerak namun tak bersuara
"Tuan Ares.. kenapa??" Frank masih belum loading
Felix menepuk jidat.. "Tuan Ares !!! " ucap Felix sambil berbisik
"Iyahh... tuan Ares kenapa???" Frank ikut berbisik
"Kamu gak lihat ada yang aneh gitu??" Felix bertanya.
Frank melihat Ares. Sambil mengelus dagu nya.
"iya.. ada yang aneh sama tuan Ares " ujar Frank
"tuh.. kan bener firasat ku.. " kata Felix sambil menepuk dada nya
"Tuan Ares gak cukur kumis nya kan??" tanya Frank
"hahh?? maksud mu?? kumis???cukur???" dahi Felix berkerut
"iya.. tadi kau bilang ada yang aneh dengan tuan Ares, lalu aku lihat, kumis tuan Ares agak panjang.. jadi ku simpulkan, bahwa tuan Ares gak cukuran. " jelas Frank
Astaga.. ya Tuhan.... dosa apa yang ku perbuat di masa lalu, sehingga mendapatkan adik yang gak berotak ini??. batin Felix menangis
"hei... tebakan ku benar kan??.. Sst... " tanya Frank
"Hei... bisakah kalian bekerja dengan benar. Aku tidak menggaji kalian hanya untuk merumpi dan bergosip ria yang tidak jelas.....!!!!! kalian ini kenapa?? kalian ini laki-laki, tapi kalian bergosip dan ngerumpi yang gak jelas seperti ibu ibu yang nongkrong di pasar sayur!!! " Ares Mengomeli habis-habisan anak buah nya...
mengeluarkan semua unek-unek nya. Jujur, sejak Lissa berhenti bekerja Ares lebih sering galau seperti anak gadis yang bingung. Bingung apakah cowok yang ditaksir menyukai mereka atau tidak. 😂😂. Gitu ya perumpamaan nya.
"Apa kalian ini ingin ku pecat??!! " bentak Ares.
"ma-maaf tuan... kami hanya agak khawatir dengan keadaan tuan.... tidak seperti biasanya... " ucap Frank terbata-bata.
"Hahhh... ya.. tidak apa.. " Ares menghela nafas.
"Anda kenapa tuan ?? apa kau sakit??" tanya Felix
"Tidak... kalian sudah tau kan kalau aku menyukai Lissa??" Tiba-tiba Ares malah membahas Lissa
"ya.. kami sudah tau tuan. " jawab dua saudara kembar itu.
bersambung.....