
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Clllekkk....
"Tuan Sebentar lagi Aaa— Maaf tuan saya tidak melihat apa pun!! Permisi!! ".
Brakkkkk...
Miko mengalami sport jantung akibat pemandangan tak senonoh yang hampir dia lihat. Yaa... meskipun dia sendiri pernah melakukan nya. wkwkwk.
Mikkkkoooo!!! sebentar lagi kau akan menjadi gembel dekil di jalanan sana. Gerutu Ares dalam benak nya.
" Astaga!!! Memalukan sekali. " Lissa membuka lebar mata nya dan segera bangkit berdiri.
"Maaf kan aku. T-tapi aku harus pulang. Bye sa-sampai jumpa.. lupakan apa yang barusan terjadi. " gugup dan malu.
Dua hal itu bercampur jadi satu. Dengan muka yang merah.
Lissa berlari kecil keluar dari ruangan CEO. Di depan pintu, Miko sudah menunggu dengan wajah pias dan berkeringat. Lissa mencoba tersenyum walau canggung.
"Ss... selamat siang M-miko... hehhe aku pulang. bye!!! " Langsung mengacir dengan kecepatan full.
"I-iya... " jawab Miko sekenanya.
"Eeehhrrmm.... " Deheman kasar terdengar horor.
Astaga, kenapa di siang terik ini terasa mencekam?? . bulu kuduk nya meremang.
"Cepat urusan apa yang membuat mu menerobos ruangan ku tanpa mengetuk pintu. " Tuh... baru saja di bilang.
"Bbb-baik tuan. Di wilayah selatan kota C nanti kita harus memantau pembangunan jalan di sana. Dan tuan sudah menunda ini sampai 3 kali tuan. " jawab Miko dengan banjir keringat.
"Cckkk.... Kenapa selalu tidak tepat?" gerutu nya.
"Baiklah. Minta Frank menyiapkan mobil. Kita ke sana. sekarang" suruh Ares.
...****************...
"Aaaaa!!!! Apa yang sudah aku lakukan??? apa itu tadi???ke apa aku Seolah-olah menginginkan ciuman itu??? apa yang merasuki ku??? Aaaa!!!! ".
Lissa sudah seperti orang kesurupan. Beruntung mobil nya tertutup dengan rapat, mungkin hanya terdengar suara yang tidak jelas jika dari luar... Mungkin orang hanya bingung, karena mobil itu berguncang pelan.
" Aaaahhh sudah lah. Lebih baik aku pulang dan mandi. Iya.. aku harus menjernihkan pikiran ku, dengan mandi yang sangat lama... " Perlahan mobil itu melaju menuju kediaman nya.
⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄
Keesokan pagi nya....
"Fyuuhhh... huufftt... "
"Eerrmhh... "...
" Ayo bangun honey... "
"Iihhhh.... "
"Honey.. sayang.... Ayo bangun... "
"Issshhh Mom... Lissa ngantuk... semalam gak bisa tidur.. " Gumam Lissa.
"Ckckck.... Sejak kapan aku berganti kelam*n di menjadi Mommy??.. " Gumam Ares.
Ya... Pagi pagi buta Ares sudah bertamu ke kediaman Lissa. Bu Indah yang kebetulan baru saja pulang dari membeli sayur mempersilahkan dia masuk. Ares langsung menuju ke dapur, dimana Mommy Zira.
Flashback....
"Morning Mom. " Suara Ares mengejutkan Mommy Zira.
"Pagi... Wwaaww... Ares... kau datang?? "
"Kau ingin.. ???Ahhhaha... Ya Mommy sudah tau. Haha Mommy juga pernah muda seperti kalian. "
"Lissa masih berlayar di perahu mimpi nya... " Jawab Mommy yang mengerti arah pembicaraan Ares.
"Ehm.. hehe Mom... Boleh aku melihat nya sebentar?" Tanya Ares Hati-hati.
Mommy Zira nampak berpikir.
"Ya boleh. " ucap nya.
"Serius?? .. Apa Mommy tidak takut aku berbuat sesuatu pada nya. ???" tanya Ares.
"Ya.. jika kau melakukan sesuatu yang buruk pada nya... Maka nyawa mu akan segera pergi dari tubuh mu. Dan jika di pikir pikir.... Kau tidak mungkin melakukan sesuatu yang buruk pada putri Mommy. " Jawab Mommy Zira panjang.
"Oh iya kamar nya di lantai atas sebelah kanan pintu warna biru. "
"Oww... Okey... Thanks Mom".Ares Buru buru menuju kamar Lissa.
Flashback off...
Dan di sini lah Ares sekarang. Berbaring menyamping bertumpu kan tangan kiri dengan wajah tengil nya.
" Ayo honey... Bangun sayang.. ".
" Hhmmmm.. "gumam Lissa.
Lissa yang dengan gaya tidur nya yang lasak ( banyak bergerak kesana kemari dan tidak beraturan) . Tanpa sengaja menendang adik kecil Ares.
Bukk...
" Awwww!!! " Pekik Ares.
"Ahh??? apa yang.. " Lissa terduduk namun mata nya masih tidak reka membuka.
"Kau... ?? Kkyyaaaaaaaa!!!!!! Keluar!!!! . Dasar cabul!!! mesum!!! " Lissa menjerit kencang. Dan menendang nendang apa pun yang bisa di tendang.
Ares yang terkena tendangan maut Lissa, akhirnya jungkir balik dengan wajah yang mendarat di lantai. Posisi jatuh yang memalukan.
"Aaawwssssttt....." ringis nya saat hidung nya mendarat di lantai.
".....??? " Lissa terlihat linglung setelah berteriak.
"Hem?? Ares, kenapa kau menunggi*g ??? " Lissa seperti kambing conge.
"Aduh.. kau yang kenapa honey... kau menendang ku hingga jatuh.!! " dia berusaha menahan sakit, malu dan emosi.
"Oowwwhhh..... Salah mu sendiri. " jawab Lissa enteng. Dia beranjak dari kasur dan merapikan selimut bantal nya.
"Kenapa aku???!! " merasa tak Terima di salah kan.
"Heleh.... kurang kerjaan, masuk kamar gadis pagi pagi buta... Dan langsung—... "
Tuk.... tuk... tuk...
"Lissa!! Ares!! Ayo sarapan.. Kenapa kalian berdua lama sekali... Kalau kalian ingin membuat anak, lebih baik menikah dulu!!! ".
Ketukan pintu disertai suara Ron yang memanggil mereka.
What?? bikin anak??!! Minta bunuh nih. Lissa
Hahahha.. boleh juga tuh.. Ares.
Ya.... terserah mereka saja ya.. hahaha...
salam dari author somvlak.