THE MASTER OF MAFIA FALL IN LOVE (Season 1&2)

THE MASTER OF MAFIA FALL IN LOVE (Season 1&2)
S2. 38



⚽⚽⚽⚽⚽⚽⚽⚽⚽⚽⚽⚽⚽⚽⚽⚽⚽


"Bagaimana Fer, apa kah sudah ada kabar terbaru???" tanya seorang laki-laki. Meskipun umur nya sudah tua, tapi dia tetap berkharisma.


"Maaf tuan. Saya masih belum mendapatkan kabar apapun mengenai Nyonya dan Nona muda. " jawab asisten nya Ferdinan.


"Fuhhh....!! " dia menghela nafas kasar.


"Apa tuan tidak mau bekerja sama dengan anak anda, Tuan Ronald, Tuan???" tanya Ferdinan dengan hati-hati


"Kau sendiri tau Fer, untuk menyapa ku saja dia tidak sudi. Apa lagi bekerja sama dengan ku??" balas nya.


"Mungkin jika anda mengatakan untuk mencari Nyonya dan Nona muda, mungkin tuan Ron akan luluh... " bujuk Ferdinan


"Hah.. Fer.. Sudah lah... aku akan mencari nya sendiri... " Tuan nya mengusap wajah


"Kau tidak sendiri Justin.. Aku akan Selalu bersama mu. " jawab Ferdinan cepat.


Mereka memang sudah seperti saudara... Karena Ferdinan sudah bekerja sangat lama dengan Justin. Sejak mereka memasuki sekolah menengah pertama, Mereka sudah menjadi sahabat baik.


🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈


"momy.... momy dimana???.. aku sudah lelah mencari mu... Kemana kau membawa adik ku... kemana kalian pergi?? hiks.. hiks.. hiks...... " Seorang laki-laki yang kini berumur 38 menangis.


Adik dan ibu nya sudah menghilang lebih dari 25 tahun. Meskipun dia sudah mengerahkan semua bawahan nya untuk mencari keberadaan ibu dan adik nya.. Dia tetap belum menemukan apapun hingga kini.


Dia tidak hidup sebatang kara. Dia masih memiliki 1 anggota keluarga lagi. Sang ayah, namun dia sudah kecewa pada ayah nya. Kalau saja bukan karena laki-laki itu. Mungkin mereka tidak akan kehilangan 2 wanita berarti dalam hidup mereka.


"Arrghhhhh!!!! " teriak nya frustasi sambil menjambak rambut nya kuat kuat.


"Dimana kalian!!! ".. Hingga akhir nya terduduk lemas di lantai.


" Tuan sudah cukup.. kau beristirahat saja. " bujuk asisten pribadi nya. .. Alex.


"Kau!! Kau tidak mengerti apa yang ku rasakan Lex!! Kau tidak pernah nah merasakan apa yang kurasakan!! " bentak nya pada Alex dengan suara nyaring.


Diruangan lainnya sang ayah juga merasakan hal yang sama. Namun dia masih bisa mengendalikan emosinya.


"Fer... apa aku harus bekerja sama dengan Putra ku??" lirih nya dengan tatapan kosong.


"Itu patut di coba tuan. Mungkin saja tuan muda akan luluh, dan mau berdamai dengan anda dan masa lalu... "


"Tuan muda pasti mau. " sambung nya lagi.


"Jika begitu, akan ku coba... " Justin menuju kamar putra nya.


Tok..tok... tok.....


"Biar saya saja tuan muda... " Alex membuka kan pintu


"Tuan besar.. " Alex membungkuk.


"Aku ingin bertemu Ron. " ujar Justin to the point


"Baik tuan besar, Mari... " Alex mempersilahkan


"Alex siapa yang da..... Apa mau mu!!? " Rin langsung ketus ketika melihat siapa yang datang.


"Nak... Dady ingin mengatakan... " ucapan Justin terpotong


"APA LAGI YANG INGIN KAU KATAKAN HAH!!!! KAU INGIN MINTA MAAF??? TIDAK AKAN!!! " bentak Ron pada Justin


"Maaf tuan muda jika saya menyela... Tuan besar hanya ingin menyampaikan sesuatu.. bukan meminta maaf pada anda. Tuan besar tau, percuma saja jika meminta maaf pada anda karena beliau tau, Anda tidak akan pernah memaafkan dirinya. !! " Ferdinan langsung membela tuan nya.


Ron mendengus.


"Katakan! " ucap nya dingin dan datar


"Dady ingin bekerja sama dengan mu untuk mencari momy mu dan juga adik mu. " jawab Justin to the point.


Ron diam. Sorot mata nya tajam pada Justin yang identitas nya adalah ayah kandung nya.


Justin membeku mendengar kata kata putra nya. Merasa kecewa pada anak nya itu.


"Apa maksud mu jika momy mu sudah tidak ada lagi.. Hah??? Kau menyatakan momy mu tiada!!!?? Begitu maksud mu!!? . " Nada suara Justin sedikit tinggi


"Ya!!! Karena semua itu karena kau Dad!!! KAU YANG MEMBUAT MOMY PERGI!!!!! " Teriak Ron dengan wajah merah.


"Kenapa kau masih membahas masa lalu!??!!! Apa ini sikap mu sebagai seorang anak?? Apa kau menyerah!?? HAH!!!! JAWAB AKU RON!!!! " balas Justin tak kalah.


"Aku tidak pernah menyerah dad.... Tidak... aku mulai mencari momy dari aku remaja hingga sekarang... Tapi hiks... nihil... aku tidak mendapat informasi apa pun hiks.... huuuhuuuhuuu.... " Ron langsung terduduk ke lantai setelah membentak ayah nya.


Justin langsung mendekap putra nya. Memberikan pelukan hangat pada seorang pria yang sudah lama tak merasakan kasih sayang..


"Yakin lah nak... Momy mu masih ada... begitu juga adik mu.. Dady yakin itu. Dady tahu itu.... " Justin mengusap punggung Ron dengan lembut.


Rin merasa nyaman. Sudah lama dia tak di beri pelukan hangat. Dia pun membalas pelukan ayah nya.


"Bagaimana dady tau??" suara Ron melembut.


"Momy mu orang yang kuat. Mungkin kondisi nya sangat sehat sekarang. " kata Justin.


Ron sedikit aneh mendengar kata ambigu dari Justin.


Begitu juga Alex dan Ferdinan.


"Sebaik nya kita duduk dulu tuan muda, tuan besar... " pinta Alex.


Justin dan Ron duduk di sofa.


"Maaf kan dady Son.... Dady.... " Justin tak bisa melanjutkan kata kata nya.


"Hemm.... aku juga dad.... Tak seharusnya aku bersikap kekanak-kanakan begini. Aku harus nya bisa bersikap dewasa. " Kata Ron sendu.


"Iya... kita berdua salah... jadi, mau kah jika kita saling memaafkan dan berdamai??" Tanya Justin.


Ron nampak berpikir...


"Iya dad... Kita berdamai dan saling memaafkan. " angguk Ron.


"Baik lah... Besok kita akan mulai pencarian momy dan juga adik mu. " ujar Justin


"Iya dady.... Aku akan mengerah kan semua anak buah ku dan juga para hacker yang aku miliki. " balas Ron


"Dady juga akan mengerahkan orang-orang dady yang berada di Mafia. Mungkin mereka punya informasi yang kita butuh kan. "


"Iya... aku harap begitu... "


"Baiklah.. sudah larut... Sebaiknya kita beristirahat, besok kita perlu banyak tenaga. " Justin tersenyum pada putra nya


"Terimakasih dady... " Ron memeluk Justin.


"Ya sama-sama... Terimakasih juga sudah mau berdamai... Tidur lah..... Selamat malam. " Justin membalas pelukan Ron.


"Fer... kau juga istirahat lah.. karena kau juga akan ikut andil. " suruh Justin.


"Baik tuan.... Saya permisi. Selamat makan tuan besar... selamat malam tuan muda. " Ferdinan membungkuk dan berlalu menuju kamar nya.


"Saya juga permisi tuan muda, Tuan besar.... Selamat malam. " Alex juga melakukan hal yang sama.


"Dady ke kamar dulu... Night.. " Justin tersenyum dan menuju kamar nya.


Di dalam kamar Justin merasa sangat bahagia... Akhirnya dia bisa berdamai dengan putra nya.


"Zira tunggu kami... Kami akan menemukan mu... Akhirnya aku bisa berdamai dengan Putra kita. Sebentar lagi kita akan berkumpul. Menjadi keluarga bahagia.. " ucap Justin sambil menatap langit malam.


Lalu menuju tempat tidur dan mengistirahatkan tubuh nya.


Di kamar Ronald...


"Momy.... adik..... Aku dan dady akan menemukan kalian... Aku harap kita segera bersatu kembali.... Selamat mom... selamat adik... " Ron menyelimuti diri nya dan menuju alam mimpi.