THE MASTER OF MAFIA FALL IN LOVE (Season 1&2)

THE MASTER OF MAFIA FALL IN LOVE (Season 1&2)
pertengkaran batin



Hai semua


apa kabar


semoga sehat selalu


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


saat ini tubuh Lissa sudah dipindahkan ke rumah sakit milik Zira. Di ruang VIP, ruangan yang lengkap dengan alat-alat medis yang canggih.


Saat ini dalam diri Lissa. Jauh didalam diri Lissa. Dua orang yang sama namun berbeda. Entah lah mau dibilang apa.. Yang pasti mereka sedang berbicara.


"Hei.... Terima kasih.. sudah menolong ku. " ucap Lissa berterimakasih


"Heh... kau berterimakasih pada diri mu sendiri.. " cibir Alira


"Ya.. haha" Lissa tertawa garing.


"Apa kau akan tidur lagi??" Tanya Lissa


"Tidak!! Aku tidak akan tidur... justru kau yang akan tidur untuk selamanya. " jawab Alira


"kenapa??? ... apa maksud mu aku akan tidur selamanya??" tanya Lissa


"kau itu terlalu lemah... Kau bodoh... kau mudah disakiti... mudah di tipu.. dan kau tidak pernah menyadari ada seseorang yang mencintaimu.. " kata Alira dengan emosi, namun lirih di kata terakhir.


"Lalu bagaimana dengan mu??? bukankah kita satu...??! " sergah Lissa


"Tidak!!! kita berbeda" jawab Alira ketus.


"tidak Alira apa maksud mu??! " Lissa


"Kau bodoh Lissa... Biar aku saja yang menggantikan mu kau diam saja.. Dan kita memiliki memori yang sama.. Apapun yang aku lihat, maka kau juga bisa melihat nya.., apa pun yang ku rasakan kau juga bisa merasakan nya. " tutur Alira


"tidak!!! kau tidak bisa!! " tegas Lissa


"kau yang tidak bisa Lissa!!! " bentak Alira.


"kenapa kau begitu egois Alira??" tangis Lissa dalam batin nya.


sementara itu diluar batin Lissa..


Tut.... tut.... tut.... tut... tut... tut.... tut.


suara mesin medis berdetak dengan cepat. Alarm khusus berbunyi nyaring.


kkkrriiiiinnnngggggg........


dokter yang berada di ruangan sebelah, langsung masuk dan memeriksa kondisi pasien khusus nya.


dokter itu langsung menghubungi Zira. Dan melaporkan keadaan Lissa. Zira langsung mematikan sambungan telpon nya dan bergegas menuju rumah sakit nya. Zira datang bersama Grey dan juga Sandrina.


"Jason!!! "


"Lady.... ko-kondisi Lissa saat ini. "


"Katakan!!! katakan Jason. jangan membuat ku menunggu. Nyawa anak ku dalam bahaya. " zira hampir menampar Jason.


"Entah lah Lady... mungkin diri dalam diri Lissa sedang berkecamuk" ucap Jason yang penuh arti.


"Apa yang kau katakan?? kau gila ya?? diri dalam diri Lissa??" Sandrina menyela


"ya.. mungkin batin nya sedang berperang dengan dirinya. " Jason menunduk takut.


"Ya Tuhan!! apa sih yang kau katakan!??! " Pekik Grey.


"ayolah.... kalian harus mengerti... mungkin saja Lissa sedang bertarung di alam bawah sadar nya. Dia berusaha melawan agar dia bangun... Namun alam bawah sadar nya memaksa dia untuk terus.. dan terus menutup mata nya...!!! " Jawab Jason agak tegas.


"Lissa....aaa.... bangun nak.... kau tidak kasihan pada momy?" lutut Zira terasa lemah, hingga ia terduduk di lantai dingin rumah sakit.


"Bersab.... "


Tuuuuuuuuuuuuuuuuuuttttt..


suara mesin itu. Jason membelalakkan mata nya, dan segera memeriksa Lissa.


nafas nya... nafas nya juga perlahan menghilang. ucap nya lagi.... saat jari nya mendekat ke hidung Lissa


denyut nadi di tangan dan leher nya juga sudah hilang. tak berdenyut lagi. Saat tangan Jason menyentuh leher dan pergelangan tangan Lissa.


******


Prannggg......


mangkok bubur yang Naomi pegang jatuh begitu saja, membuat orang-orang yang berada di sana terperanjat.


"kau kenapa Mi??" tanya Miko.


"Ya.. kau mengaget kan kami saja" celetuk Frank yang sedang menjenguk Miko, dia bersama abang gila nya dan juga bos nya~~Ares.


"Lissa... " cicit Naomi pelan, namun Ares mendengar nya.


"kenapa?? Lissa kenapa???" Ares berdiri


"Lissa... heuuuuu... huhuuuuu.... " Naomi terduduk lemas sambil menangkup wajah nya.


"hei... apa yang kau katakan???. Lissa kenapa??" Ares menyamakan tinggi nya dengan Naomi


"Lisaaaaa!!!! " teriak Naomi histeris....


oh iya jika kalian bingung, kenapa Ares udah sembuh??.. Memang... itu sangat mungkin terjadi, Waktu terlama Ares sakit hanya satu hari.. setelah itu besoknya dia akan segar bugar kaya' sayur yang baru di petik dari kebun pak Samsul.


"Huuuuwww... Lih.... Lissa" lirih Naomi sebelum tubuh nya tak sadarkan diri.


Area langsung membopong Naomi keatas brangkar Miko. karena ukuran nya cukup Big ya.. besar... Lalu memanggil dokter untuk memeriksa Naomi.


Dokter bilang Naomi hanya kelelahan dan agak stress. Karena terlalu benyak berpikir keras.


Lalu dokter langsung keluar dari ruangan itu dengan wajah pucat pasi bagai tak berdarah.


"Lissa..... Lissa.... Kau mau kemana???" igau Naomi


"Naomi.. Mi... bangun Mi. " Miko mengusap dahi Naomi yang penuh keringat dengan lembut


"Lissa... kemana kau akan pergi???jangan tinggalkan aku Lissa.. kamu gak boleh pergi ke cahaya putih itu... heuuu... hiks.. hiks... " suara Naomi semakin kencang, bahkan mata Naomi berair.


"apa yang terjadi pada nya??" Felix sangat bingung saat ini. Dan menoleh ke arah Ares. Ares yang merasa dilihat pun menjawab.


"entah lah... tapi aku merasa cemas dengan Lissa.. " katanya lesu.


Ares kini tak lagi seperti Ares yang dulu. Kini dia berubah sejak adanya kehadiran Lissa dalam hidup nya. Dia jadi lebih berperasaan Dan lembut.


"kemana kau Lissa??! " Ares meremas rambut nya dengan kuat.


"tuan... " panggil Frank


"apa.. ??"


"sebenarnya ada hal yang belum kami katakan... " ujar Frank


"apa... apa.. apa!!!? " tanya Ares sedikit marah.


Frank kaget dan langsung menjelaskan.


"Saat kami akan masuk menyelamatkan anda dan Lissa, seseorang datang. dia membantu kami menyelamatkan kalian berdua. Dan saat kita semua di luar.. Dia bilang 'kalian tidak perlu cemas... Lissa aman dengan ku... aku akan membawa nya bersama ku...


"Dan satu lagi. Jangan pernah mencoba mencari, menyelidiki ataupun menemukan Lissa. Karena ulah bos kalian lah Lissa menjadi seperti ini. Jika Lissa tidak dekat dengan kalian.... dia tidak akan mengalami rasa sakit ini!!!' Gitu katanya tuan.. " Frank menirukan gaya bicara Grey yang saat itu sedang emosi tingkat dewa.


"Kenapa malah aku yang di salah kan???" Ares menanyakan pertanyaan yang Jawaban nya tidak perlu di sebuah kan lagi.


"Ya Tuhan.... kenapa adik dan bos ku sangat bodoh sekali..!!? " Felix mengusap wajah nya kasar.


"Tentu saja... musuh mu pasti akan melenyapkan Lissa agar kau hancur tuan... Mereka akan menghabisi semua orang yang kau sayangin.....!!!! " Felix gerah dengan kondisi ini dan langsung keluar sambil membanting pintu hingga gagang pintu itu hampir lepas.


BRAK!!!!


pintu be like. : tolong jangan sakiti aku!! please deh ah.. aku salah apaan sama kalian. Aku hanya saksi bisu dari pembicaraan kalian yang membagongkan... Dasar manusia bodoh.


bersambung......