
Hai semua
apa kabar
semoga sehat selalu ya.
yuk lanjut.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Beberapa jam sudah mereka lewati, dan para maid juga sudah selesai dengan urusan BBQ yang akan mereka santap saat acara Kembang api nanti. Semua nya memakai pakaian tebal karena malam itu cukup dingin
Ares, orang di balik semua acara ini. Dia yang baru saja mengetahui jika Lissa menyukai kembang api, langsung menyiapkan semua nya. Dan tepat saat tengah malam nanti dia akan menyatakan perasaan nya.
"Lissa... " panggil Mike yang duduk di kursi single
"Ya.. tu... daddy" ralat Lissa sambil menjawab
"Aku dengar, kau menjadi sekretaris sekaligus asisten pribadi Ares. " ujar nya
"Ya itu benar. " jawab Lissa
"Bagaimana kau bisa menjadi sekretaris CEO di perusahaan itu nak??" tanya Zira..
"Ntah lah mom... aku sendiri tidak tau. Tiba-tiba saja aku di minta untuk bekerja di sana. " jawab Lissa
lalu semua melirik ke arah Ares yang sedang dalam mode galau. Mike menyenggol lengan Ares.
"Kenapa Dad??" tanya Ares
"Kau kenapa???" Mike balik bertanya
"Kenapa Lissa bisa bekerja di perusahaan AO Company??" tanya Mike.
"mmmmm... Mmm... eeee.... " Ares tak bisa menjawab.
Gak mungkin kan kalo Ares nanti bilang Lissa itu hanya sebagai alat untuk menangkap karyawan yang bandel di perusahaan AO Company.
Lissa yang semenjak ditanya alasan bagaimana ia bisa bekerja di perusahaan AO Company oleh G-one pun heran. Dia sempat terpikir akan perkataan G-one yang mengatakan diri nya hanya sebagai alat.
Kenapa kau tertawa G-one??" Sandrina heran
"Hei Lissa. Ares itu sebenarnya menjadikan mu alat untuk menangkap si koruptor itu. " jelas G-one.
"HAH.... ma- maksud nya gimana ???" Lissa belum ngeh dengan perkataan G-one.
ingat di episode (merasa seperti di interogasi). Lissa sangat penasaran dengan alasan itu.
"Ya... kenapa tuan Ares memperkerjakan saya. Sedangkan saya hanya lulusan SMA. Dan tempat saya bekerja adalah perusahaan terbesar se Asia ?? " tanya Lissa
Ares gelagapan ketika menjawab. Lissa semakin yakin dengan apa yang di katakan oleh G-one tempo hari. Felix yang melihat bos nya dalam keadaan terpojok langsung mengalihkan perhatian.
"Semua nya!! udah jam 23.55 nih. 5 menit lagi pergantian tahun. Ayo... kita ke pantai, kalian gak mau lihat kembang api???" Felix agak berteriak
"Hore!!! ayok mom... cepetan!!! " Lissa menarik tangan Zira
"huh.... syukur lah" Ares bisa bernafas lega karena semua sudah turun ke bawah.
namun tiba-tiba Ares langsung terpikirkan dengan niat nya. Dia akan menyatakan perasaan pada Lissa..
Lissa sedang duduk di pasir pantai. Angin malam yang dingin tidak membuat nya kedinginan, justru dia bersemangat karena akan ada kembang api.
Ares mendekati Lissa, dia duduk di samping Lissa dan Lissa membiarkan nya. Ares sebenarnya merasa gugup takut di tolak guys🤭🤭.
Ares melirik jam tangan nya. " 1 menit lagi kembang api nya muncul... " ucap nya
Lissa merasa Ares mengajak nya bicara lantas menjawab " wuihhh pasti bagus kan.. untung saja tuan Ares ngajak saya ke sini..., kalo nggak pasti rugi. " ucap nya, menampilkan senyum malaikat milik nya.
Jantung Ares langsung berdetak kencang. Ia berusaha menetralkan jantung nya agar Lissa tidak mendengar nya.. namun ia salah, Lissa dapat mendengar suara jantung Ares dengan jelas karena mereka cukup dekat.
"Tuan sakit ya.. " ujar nya sambil menempelkan telapak tangan nya di kening Ares. Ares langsung panas dingin guys🤭🤭
"nggak panas tuh... " ucap nya, lalu dia beralih, di Tempelkan nya kepala nya ke dada bidang milik Ares.
Dan benar saja.. semakin Lissa mendekat, detak jantung Ares bertambah cepat pula. Lissa masih setia berada di dada bidang Ares. Dia tidak merasakan gejolak apapun, dia hanya sekedar memeriksa Ares saja.
"tuan!!!! tuan sakit ya??!. Kok suara jantung nya dag... dig.... dug.... gituh??" 😰😰 Lissa nampak cemas.
itu karena kau Lissa!!!! 😣😣tolong menyingkir lah... kau akan membuat ku terkena serangan jantung. Ares hanya bisa membatin.
Tiba-tiba...
DDDUUAARRRRR!!!!
DUUARRRR!!!!
CCCIIIIITTTT.... DUAAARRRRR
BOMMMM.... BOOOMMMM.
Suara kembang api memecah hening di pulau itu. Semua orang disana sangat menikmati cahaya yang berwarna warni itu.
Ares langsung berbicara agak dekat pada Lissa
"Lissa!!!! aku ingin mengatakan sesuatu pada mu!!! " ujar Ares agak berteriak karena kembang api yang nyaring.
"iya!!!!!!.... tuan... ngomong..... aja.... " Lissa ikut berteriak
lalu Ares menangkup wajah Lissa dan menoleh kan nya ke arah dirinya sendiri
Lissa terheran-heran namun dia membiarkan nya.
"Lissa!!! aku... sebenarnya.... _ _ _ _ _ (DDUUARR...) sama kamu!!!!! kamu mau nggak jadi _ _ _ _ _ (DUARRR!!!!!) aku... " teriak Ares, namun suara nya kalah nyaring dari kembang api
sebelum nya Ares sudah mengumpulkan keberaniannya untuk menyatakan perasaan nya.. namun alih-alih tersampaikan malah harus menjadi kata-kata yang menjadi misteri.
Ares tidak bisa mengulangi perkataan nya yang tersamar kan oleh kembang api, setelah mengatakan nya tadi, keberanian Ares langsung menguap bersama hilang nya asap dari kembang api. Dia sudah tau jelas bahwa Lissa tidak sepenuhnya mendengar perkataan nya tadi.
Dan di malam pergantian tahun ini. Gagal nya sebuah pernyataan cinta terjadi. Ares hanya bisa menghela nafas nya. Rasa kecewa dan jengkel bersatu. Kecewa karena Lissa tak dapat mendengar pernyataan nya dan jengkel karena kembang api yang sudah di beli nya mahal-mahal malah merusak momen berharga nya.
Dan kalian tau nggak guys🤭. semua yang Ares ucap kan malah di dengar dengan jelas oleh bawahan Ares yang sudah curiga dengan gelagat Ares selama ini. Siapa lagi kalo buka Babang Felix, yang kadang-kadang mulut nya lebih pedas dari omelan ibu ibu yang lagi demo.
bersambung.....