THE MASTER OF MAFIA FALL IN LOVE (Season 1&2)

THE MASTER OF MAFIA FALL IN LOVE (Season 1&2)
S2. 85



...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam hari nya Lissa dan Ares memeriksakan kondisi Ares ke dokter. Mereka sudah membuat janji dengan dokter kesehatan, teman dari dokter Alvian, jadi mereka tidak perlu menunggu lagi.


Skip ruang dokter...


"Permisi... " sapa Lissa.


"Silahkan masuk... " Jawab dokter Andin.


"Tuan Ares dan Nyonya Lissa??" tanya dokter itu.


"Iya kami dok. " jawab Lissa.


Sedangkan Ares hanya diam, sambil menunjukkan ekspresi dingin nya dan wajah nya sedikit di tekuk.


"Baik lah... Mari duduk dulu... " ujar dokter itu.


Dokter pun mulai menanyakan beberapa pertanyaan. Kemudian mengecek tekanan darah Ares dan denyut jantung nya. Dan beberapa pemeriksaan lainnya. (heheh maaf ya.. author bukan dokter jadi nggak tau)


"Menurut pemeriksaan saya, tuan Ares tidak mengalami sakit apapun, kondisi sehat bahkan sangat prima.. Tidka ada gejala penyakit apapun. " Jelas dokter itu setelah melihat kertas yang tertulis data kesehatan Ares.


"Bagaimana mungkin?? Suami saya sangat pucat tadi pagi, bahkan muntah hingga lemas. Dia bahkan merasa muak beberapa hari belakangan ini, dok. " ujar Lissa.


Dokter itu terdiam beberapa saat, lalu tersenyum halus.


"Tuan dan Nyonya, mungkin jika kalian mau, saya bisa membuat kan janji untuk bertemu dokter kandungan. Karena menurut saya, yang di periksa seharusnya Nyonya Lissa. " saran dokter itu.


"Apa..!!? kenapa istri saya yang di periksa?? Istri saya tidak sakit apa apa kok. " Tukas Ares.


Lissa terdiam, dia mulai menyatukan semua yang terjadi hari ini.


aku sudah telat sebulan kok aku baru sadar ya??biasanya hanya telat beberapa hari. Lalu dokter ini menyuruhku untuk di periksa dokter kandungan, dan Ares juga tidak sakit apapun. Semoga saja dugaan ku ini ada benarnya.. Pikir Lissa.


"Baik dokter, Bisa tolong buatkan janji untuk kami?" pinta Lissa


"Baik, sebentar ya.." jawab dokter itu.


"Honey.... Memang nya kau sakit apa?? Kalau kau sakit kenapa tidka bilang pada ku???" ujar Ares dengan nada khawatir.


"Ehem. Aku tidak sakit. Sudah lah, nanti kau akan tau. " jawab Lissa sekenanya.


Lissa berpikir, Ares mana tau tentang apa yang di pikir kan nya, dan apa tujuan dokter itu menyuruh nya ke dokter kandungan. Dia kan hanya tau menjadi CEO, Ketua Mafia dan mencintai Lissa.


"Baik Tuan dan Nyonya. Dokter Maya sedang kosong, tuan dan Nyonya bisa langsung bertemu. " ucap dokter itu.


"Baiklah. Terima kasih dokter, Semoga saja kami mendapatkan kabar bahagia setelah ini. " ujar Lissa.


Dokter Andin yang mengerti maksud Lissa, hanya tersenyum.


"Iya Nyonya. Semoga mendapat kabar baik. " jawab nya.


Ares memberengut kesal, dia merasa tidak tau apa-apa.


Skip dokter kandungan.


Tok.. tok.. tok....


"Permisi... " ucap Lissa.


"Silakan masuk. "


"Terima kasih dokter. "


"Benar itu dokter saya. " jawab Lissa.


"Baiklah mari ikuti saya, Suami nya jika ingin ikut juga boleh. " Ajak dokter Andin.


Ares hanya mengikuti saja.


"Sebelumnya, saya ingin menanyakan beberapa hal. Emm Sudah berapa lama ibu Lissa tidak datang 'tamu'??? " tanya dokter Andin.


"Emm... sudah sebulan ini dokter, biasanya hanya telat beberapa hari. " jawab Lissa


"Apa ibu merasa mual, pusing atau tidak enak badan beberapa hari ini??"


"Emm tidak dokter. Hanya saja suami saya yang mengalami itu semua. " terang Lissa.


"Iya... kalau begitu, ibu saya periksa dulu ya.. " ujar dokter itu.


Lissa berbaring di brangkar, tidak lama dokter datang. Dokter mulai membuka sedikit pakaian Lissa. Ares hanya diam Dia sangat bingung dengan hal hal itu.


Dokter mengoleskan gel di perut Lissa dan mengarahkan sebuah alat ke perut Lissa.


eheheheh... maaf ya gaes kalo author gak tau nama nama alat medis nya.. soal nya emang gak tau wkwkwkwk.


"Wahhh... " seru dokter itu.


Ares dan Lissa sama sama menatap dokter itu.


"Ibu Lissa apa bisa melihat titik kecil itu??" tanya dokter.


Lissa menoleh begitu juga Ares.


"Apa titik yang kecil itu dokter??" tanya Ares sambil menunjuk layar.


"Iya.. Dan Lihat ada 3 ... wahhhh ini sebuah kejutan... " seru dokter itu lagi, sambil menggeser geser alat itu. "


Dan menekan tombol agar gambar 3 titik kecil itu tercetak atau terfoto.


"Baik ibu Lissa, bisa kembali duduk.. " ujar dokter setelah memeriksa dan membersihkan gel.


"Selamat ibu Lissa dan suami nya, ibu Lissa sedang hamil, mengandung, dan ini —sambil memberikan gambar USG yang sudah di cetak tadi— , kandungan ibu Lissa sudah menginjak umur kurang lebih 1 bulan. "


"Hahhhh!!! " Ares membeku.


Mengandung?? Hamil?? Anak??? Aku akan menjadi orang tua. Ares seperti berputar putar dengan pikiran nya. Lalu sadar dengan tepukan Lissa di bahu nya.


"Honey!!! Kau HAMIL!!!.... AAAHHHH... AKU SENANG!!!! hahahahah honey kau hamil, kita akan menjadi orang tua.. Wahahahah.... Syukur lah... Aku akan menjadi orang tua dan kau juga.!!!! "


Ares menggendong Lissa dan memutar mutar Lissa. Dia bahkan tidak menghiraukan dokter Andin yang tersenyum melihat nya.


"Emm dan satu lagi, Istri bapak sedang mengandung 3 anak, yang artinya kalian akan memiliki anak kembar.. " ujar dokter itu.


Lissa sudah menangis di pelukan Ares. Air mata nya yang dia tahan sejak melihat 3 titik kecil di layar itu akhirnya luruh juga.


"3!!! KEMBAR??? honey... Kau memberi ku 3 anak sekaligus.. AHHH AKU BAHAGIA!!!! " sorak Ares.


"Hikss.. huuuu... huhu.... " Lissa tidak bisa berkata-kata.


Dia tersenyum, tapi juga menangis.


"Dokter Terima kasih... Kami pamit. Kabar bahagia ini harus di katakan pada semua orang... "


Ares dan Lissa lalu meninggalkan dokter itu.