
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di skip aja ya... Udah mau tahun baru, author mau tamatkan novel ini secepatnya. okeyy😉.
...****************...
Bulan ke 8
"Huuuhhhhfffhhh..... Hhaaaahhh..... " Lissa sedang fokus dalam gerakan senam nya.
Beberapa bulir keringat membasahi kening dan leher nya. Karena usia kandungan nya yang memasuki bulan ke 8 dan ukuran kandungan yang lumayan besar, Lissa memutuskan untuk mengikuti kelas senam khusus ibu hamil. Untuk memudah kan saat proses melahirkan nya nanti.
"Baiklah.... calon ibu muda dan ibu ibu sekalian... kelas hari ini sampai di sini dulu.... Tetap semangat untuk sang buah hati yang Moms.. Sehat sehat terus.... Terimakasih sudah mengikuti kelas.... " Kata sangat instruktur.
Lissa dan para ibu hamil lainnya menyudahi aktivitas mereka. Ares membantu Lissa berdiri karena kandungan nya yang jumbo.
"Akhhh hiissssttt sakit.... " Lissa memegang perut nya.
"Baby.... jangan berantem ya di dalam... kasian Mami perut nya sakit... " Ares mengusap lembut perut Lissa.
"Wahh... Dia nendang!! " Seru Ares.
Meskipun baby nya sering kali menendang, tapi Ares selalu bersemangat. Seolah-olah itu adalah tendangan pertama baby.
"Mungkin triplets sedang bermain, maka nya perut mami sakit. " Ujar Lissa.
"Haaha mungkin saja, Ayo kita pulang... " Ares menuntun Lissa seperti barang yang mudah rusak
"Bukannya besok jadwal nya cek kandungan lagi. ?" tanya Ares.
"Iya... Kenapa??" tanya Lissa.
"Tidak sih.. Hanya saja aku masih penasaran apa jenis kelamin anak kita yang satu lagi. 2 Lainnya kita sudah tau, laki-laki. Nah yang satu lagi itu aku masih penasaran. "
"Hhmmm Liat saja besok... " Jawab Lissa.
Dan tidak lama terdengar dengkuran halus, begitu Ares menoleh. Ternyata Lissa sudah tertidur dengan posisi kursi mobil yang sudah di rendahkan.
Keesokan hari nya..
"Wah wah.. seperti baby yang ketiga ingin membuat kejutan. " seru dokter kandungan.
"Apa maksud nya dok??" tanya Ares.
"Dia masih belum memperlihatkan dia baby boy atau girl. " dokter masih terus menggeser alat di perut Lissa.
"Hemmm Biarkan itu menjadi kejutan. " Lissa mengusap setitik cairan di sudut mata nya.
Rasa bahagia semakin membuncah. Mendekati kelahiran 3 anak anak nya. Dia sudah bertekad ingin melahirkan secara normal.Sebenarnya Ares sangat risau dengan pilihan Lissa. Namun sebagai suami, dia berpikir dia harus mendukung dan memberikan semangat serta motivasi untuk istri nya.
...****************...
...****************...
...****************...
"Aakhhhhh...... Sssss... sakit Aressssss!!!!!!.... " Keringat tak henti nya mengalir di dahi Lissa.
Semalam ia terus mengeluh akan perut nya yang tidak nyaman kepada Ares. Ares tentu nya berusaha meredakan tidak nyaman itu dengan mengusap perut Lissa...
"Frank!!!!! Cepat sedikit mengemudi nya!!!! Anak ku sudah mau keluar...!! " Pekik Ares yang semakin kencang karena Lissa menjambak rambut nya tiada henti.
"Astaga!!! Tuan saya sedang berusaha... Tapi jalanan nya ramai, tidak mungkin saya menerobos begitu saja.. Lagi pula apa bayi nya tidak bisa di dorong masuk lagi??" Perkataan Frank semakin semrawut ketika mendapat pekikan dari Ares.
Beruntung saja setelah perdebatan itu, rumah sakit sudah di depan mata. Dengan secepat kilat Ares menggendong tubuh Lissa dan berteriak memanggil perawat. Beruntung Felix sudah menelpon Alvian agar bersiap.
Lissa segera di bawa ke ruangan bersalin. Mommy Zira yang baru saja mendapatkan kabar dari Felix, tiba di rumah sakit. Begitu mengetahui Nyonya bos nya akan melahirkan, Felix dengan sigap memberi kabar kepada teman-teman Lissa.
"Felix Huhh.... hah... huufffhh.... Dimana??dimana Lady... ???" Sella mengatur nafas nya.
"Baru saja masuk ke ruangan, semoga saja proses nya lancar. " balas Felix.
"Sella... Felix... Dimana...—"
"Nyonya Lissa baru saja masuk bersama tuan Ares di ruangan bersalin Nyonya Zira. " Felix langsung memotong pertanyaan Mommy Zira.
"Syukur lah... Semoga proses melahirkan nya lancar. Semoga Lissa dan anak-anak nya selamat dan sehat. " Doa Mommy Zira
Di ruangan bersalin....
"Aaaakkkkhhhh.... Huuhh... huffhhh... Haahhh... " Lissa berteriam dan berusaha mengatur nafas nya yang saling berkejaran.
"Ayo nyonya kepala bayi nya sudah kelihatan dorong terus..!!"
"Eeuuuggghhhhh.... "
Oeeekk.... oeeekk.... ooooeekk...
Dan benar saja, bayi pertama mereka lahir dengan sehat.
"Selamat tuan dan nyonya bayi pertama kalian Laki-laki, sangat sehat dan tanpa kurang sedikitpun. " Ujar Dokter itu.
Dokter lalu menyerah kan bayi itu pada perawat untuk di bersihkan dan di bedong.
10 menit kemudian...
"Aawwwss.... Seperti nya yang kedua akan keluar lagi.... " ringis Lissa.
Dokter kembali memberikan aba aba pada Lissa untuk mendorong bayi nya... Kali ini tidak terlalu menyakitkan bagi Lissa. Karena bayi sudah menemukan jalan lahir. Dan tidak perlu waktu lama bayi kedua lahir.
Lissa dan Ares tidak bisa membendung air mata mereka. Ares berulang kali mencium pucuk kepala Lissa. Lissa sudah berada dalam kondisi tenang.
Dia heran karena bayi ketiga nya masih belum memberikan tanda.
"Dokter, bukan kah bayi kami ada 3?? Saat di USG memang ada 3 Tapi kenapa hanya 2 yang baru lahir??" tanya Ares heran.
Pertanyaan itu juga mewakili Lissa.
"Mungkin saja bayi ketiga ini memberikan waktu untuk ibu nya beristirahat sebentar. " Jawab dokter.
Dan tidak lama Lissa merasakan kembali.
"Sssstttt... Baby ketiga nya akan lahir... " Ujar Lissa kembali meringis.
Ares dengan sigap menggenggam tangan Lissa. Sejak tadi penampilan nya acak acakan seperti gelandangan. Akibat dari jambakan, cubitan dan juga cakaran dari Lissa.
Namun dia tetap menggengam tangan sangat istri yang berjuang melahirkan buah hati nya.
"Eeeeghhhh........ Hahhh..... hhhaaahh.... huhhhh... "
oeeekk... oooeekkkk... ooekk...
Tangisan bayi ini lebih kencang dari dua bayi sebelum nya. Dan disambut dengan tangisan dua bayi lain nya. Seolah-olah mereka menyambut kedatangan adik perempuan mereka.
"Syukur lah... Akhirnya selesai... " Lissa berujar lirih.
"Selamat tuan dan nyonya... Bayi ketiga nya perempuan.."
"Pantas saja dia sedikit memerlukan waktu, mungkin dia ingin memberikan kejutan. " ujar dokter itu lagi.
Dokter itu langsung memberikan penanganan pada Lissa yang benar benar sudah selesai menjalani persalinan.
Kondisi Lissa sedikit melemah dan harus di infus. Dan di bawa keruang rawat.
Semua orang yang sedang menunggu di luar khawatir begitu melihat Lissa di bawa dalam kondisi tidak sadar.
"Tenang saja, dia hanya kelelahan setelah melahirkan. Dia akan di bawa ke ruangan rawat agar kita bisa menjenguk nya. " ujar Ares menjawab kekhawatiran mereka.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
Author skip jauuuhhhh banget...
4 Tahun kemudian...
"Kiaaa..... mandi dulu nak... " Lissa mengejar putri kecil nya yang berusaha kabur dari diri nya.
"No mami Tia ndak mau mandi..." (No mami kia nggak mau mandi)
"Hap... Nah mau lali temana Tia??... " Ujar Kaizo fernando Alexander
"Hahaha... Tia ndak bisa lali... Mami cepet nanti Tia lali lagi.... " teriak sang kakak laki-laki nya yang satu lagi.. Kenzo fernandez Alexander.
"Aaahhhhh... No.. no... no.... Tia ndk au mandi!!!! " Kiana florens Veronica berteriak saat diangkat oleh Lissa.
"Kenapa pagi pagi udah ribut kayak taman hiburan nih??" Tanya Ares yang baru saja habis mandi.
"Papi.... Tia ndak mau mandi... Malahin papi... " Adu Kaizo dengan logat cadel dan berantakan.
"Huwaaa.... Papi... Tia ndak mau mandi, Tia udah tantik kok talo ndak mandi... Iya tan mami??? ( Tia nggak mau mandi, kia udah cantik kok kalo nggak mandi.. Iya kan mami??) " Ujar Kia dengan percaya diri. Tentu saja itu menurun dari sikap Lissa.
"Hahahahah... Iya iya... princess papi emang cantik kok.. Tapi mandi dulu ya sayang... Kan kita mau ke rumah nenek sama kakek sama Om Ron... " Ujar Ares.
"Iisshhh.. Yaudah deh.. Tia mandi duyu abis itu Tia te lumah nenek sama tatek.. " (Kia mandi dulu abis itu ke rumah nenek sama kakek).
"Ayo... jagoan papi kita siap siap juga.. masa kalah sama kia sama Mami. " ujar Ares
"ahahaha... Yey.... papi kai mau pakai baju sama kayak papi bial ganteng.. "
ujar Kaizo dengan semangat 45
"Kenzo juga papi.. Mau pakai baju sepidel men yeeeeyyy.... " sorak Kenzo.
Kaizo dan juga kenzo sudah bisa berbicara dengan lancar meskipun agak berantakan. Berbeda dengan Kia yang masih kurang lancar dalam berucap.
Ketiga anak anaknya adalah hal yang paling ia syukuri selain bertemu dengan wanita yang melahirkan anak anak nya yaitu Lissa.
Hidup nya yang dukung suram kini berubah menjadi penuh warna cerah. Ia masih memimpin Mafia nya. Namun tidak terlalu mencampuri. Dia menyerah kan nya pada dua anak buah nya yaitu Felix dan Frank.
Ares memilih untuk hidup bahagia dan tenang. Bahagia bersama keluarga kecil nya.
...TAMAT...
...****************...
...****************...
.
ok readers semua. sampai disini novel The Master Of Mafia Fall In Love. Gak kerasa udah satu tahun author bikin novel ini, dan akhirnya tamat di hari hari menuju akhir tahun. Banyak banget komen komen negatif dan positif yang selalu menemani author semasa menulis. Terima kasih buat kalian yang sudah memberikan komentar positif maupun negatif. Semua nya sangat berarti bagi author yang masih abal abal ini.
Sekarang author mau fokus dulu sama kehidupan nyata. Salam hangat dari author ya.. Semoga di tahun yang mendatang kita semua di pertemukan kembali di novel author yang selanjutnya..
wassalam 😍🥰😘😘😘😗