
πππππππππππππππ
Masih di hari yang sama...
Sesekali Lissa kagum dengan teknologi canggih yang ada di markas pusat Dark of death.. Meskipun markas nya sendiri tak kalah canggih, namun.... ini lebih canggih lagi. Area mengajak nya melihat lihat ruangan IT.
Satu kata. "AMAZING !!!!!
Beberapa layar besar terpampang jelas dengan banyak tulisan hijau. bergulir ke atas dengan cepat. Jari jari terampil para IT bergerak seakan-akan menarik di atas keyboard.
" Apa yang mereka lakukan???" tanya Lissa.
"Mereka mengolah data yang dikirim dari markas cabang...Karena banyak markas kecil di berbagai negara di Asia. Anak buah ku di sana akan mengirim kan data data penting. Selain dunia bawah, kami juga menolong kepolisian untuk menangkap penjahat. " tutur Ares sambil melipat tangan nya.
"Bahkan ada yang dari luar Asia. Beberapa negara di Eropa juga meminta bantuan kami. Karena itu, banyak data yang dikirim. " sambung nya lagi.
Mulut Lissa terus membulat. Dan mengangguk.
"Ayo, ku ajak ke tempat khusus latihan.!! " Ares menggandeng tangan Lissa.
Dor... dor... dor.. dor...
Buk... bak... buk.. bak...
Tring... tring... tring..
hiyat... hiyat... hiakk...
Suara gaduh yang ditimbulkan dari tempat latihan terdengar oleh Lissa, bahkan sebelum sampai. Sebuah lapangan luas sekitar Β± 1,5 hektar menjadi Ares latihan para Mafioso.
Lapangan Tembak, tempat bertarung, halang rintang, tempat fitnes dan panggung dengan ukuran sedang khusus untuk bertarung. Di isi oleh anak buah DoD. Itu semua fasilitas yang Ares berikan untuk anak buah nya bersenang-senang.
Bersenang-senang?? Iya....
"Wow!!! Keren sekali... " banyak yang bening bening, kekar pula.. heheheh. sambung Lissa dalam hati.
"Kalau saja Sella ku ajak kemari, pasti dia akan sangat menyukai nya. Dia penggemar roti sobek hahaha.. " ujar Lissa.
Ares mengernyit... Sesaat kemudian, dia paham. Dan langsung menutup pandangan Lissa dengan kedua tangan nya.
"Oohhh... Suka pemandangan nya SAYANG!!!?? " Tekan Ares
"Hemmm!!? " Tersenyum paksa.
"Ihhehehehehe.... " Lissa menggaruk kepala nya.
"Ayo.. sudah cukup. Kau bisa melihat pemandangan yang lebih indah dari mereka. " Ujar Ares.
"Apa??"
"Aku tentu nya.. " Jawab Ares dengan bangga.
"Chihh!!! " cibir Lissa.
"Mari... kita akan membahas hal yang lebih penting. Karena aku mengajak mu bukan untuk melihat mereka.!! " kata kata Ares, dengan sedikit menyinggung.
"Peace peace!! " πβ.
Di ruangan Ares.
"Berapa tim yang kamu turun kan?" tanya Lissa.
"5 Tim. Dan itu sudah termasuk tim inti. "
"jika menambah kan beberapa lagi, apa tidak terlalu berlebihan ??"
"Aku rasa tidak. Tim 1 aku mengerah kan 1000 orang. Tim 2 500 orang. Tim 3 sebanyak 500 orang . Tim 4 ada 50 dan tim inti atau tim 5 10 orang termasuk aku. " jelas Ares.
"Jumlah yang lumayan. Apa Mafia Wolfe eye itu sangat besar??"
"Tidak juga... Mungkin sedikit lebih kecil dari DoD. Kekuatan kami mungkin seri. Namun, dia akan mengalami kerugian yang lebih dari ku. "
"Baiklah.. Kalau begitu Kita tidak perlu menambah orang lagi di tim Yang sudah kau atur. Aku punya rencana lain. " Smirk Lissa muncul.
"Menarik. Kita bisa mengecoh nya. Hahaha" ungkap Ares.
"Ternyata Calon istri ku sangat cerdas... Aku tidak mau tau. Setelah semua beres, kita akan menikah. Titik dan aku tidak mau penundaan lagi..!! " Ares bicara penuh penekanan dan mengacak rambut Lissa.
"WTF!!! Hei rambut ku berantakan!!! " maki Lissa.
"Anak kita pasti akan cerdas seperti kita berdua nanti nya.. heheheh" kekeh Ares.
"Hei!!! menikah saja belum, dan kau sudah membahas anak??? ckckck.!!! " Lissa hanya menggeleng.
"Ya.. Apa salah nya. Mempersiapkan dari sekarang??... Atau kau mau mulai membuat anak sekarang.. Aku akan sangat senang. Hmmm?? Mau ?" melirik mesum ke arah Lissa.
"Yakkk!!!! Sialan kau Ares!! " Lissa berdiri Dan menjauh.
Brukkkk....
Lissa ditarik hingga ke pangkuan Ares. Dan mengunci pergerakan Lissa.
"Haahah... uluh uluh... Ngambek ya.. ?? heheheh... Nggak kok.. Aku tidak akan meminta anak dari mu sebelum kita menikah... Aku akan menjaga mu. Jangan pernah berpikir aku menikahi mu hanya untuk pelampiasan naf***su ku. " tutur Ares.
Ares melingkar kan tangan nya ke pinggang Lissa dan menyembunyikan wajah nya di ceruk leher Lissa.
"I love you Lissa.. " suara Ares terdengar samar.
"Hmm... Aku ingin pulang. Mau mandi.. " ujar Lissa kegelian.
"Hemmm nanti lah.. Kau tidak perlu mandi, sudah wangi kok. Tuh kan wangi.. " ucap Ares mengendus wangi Lissa.
"Eihhh.... weii akhh. geli Hei!!! " Lissa bergerak gerak di atas Ares.
"Diam lah... Atau kau kita akan membuat anak saat ini..!! " ancam Ares.
Dan benar saja.. Lissa merasakan sesuatu menusuk dibawah nya.
Alamak!!! gawat!! siaga 10....
Lissa langsung terdiam.
"Hemm... uhhfff... " berusaha mendiamkan adik nya yang meronta ronta.
"Baik lah.. aku akan mengantarkan mu. " Ares melepaskan kuncian tangan nya.
Happ... Lissa berdiri sempurna setelah insiden kecil barusan.
Clekk... Lissa memutar pegangan dan pintu Hampir terbuka. Tapi....
Brakk....
"Heii!!!! " teriak Lissa.
"Kaββufffhhttt.... " mulut Lissa terbungkam bibir Ares.
Ares mengangkat kedua tangan Lissa keatas dan menekannya dengan tangan kanan nya. Tangan kiri sudah menjelajah ke pinggang dan me**rem*as nya pelan.
Ciuman masih berlanjut, dan semakin panas. Lidah yang saling beradu, bahkan bertukar saliva. Lissa ingin berontak, namun tubuh nya berkata lain. Dia malah menikmati belaian dan ciuman panas yang Ares berikan.
Tangan Ares bergerak ke bagian bawah dan bermain di sana.. Bibir nya sudah menguasai leher putih Lissa dan meninggalkan bekas keunguan.
"Ehmhh... " Suara Lissa tertahan..
"Ssshhh... a-ahh... " Dan keluar lah suara lak**nat nya.
Tangan Ares semakin gencar mer**mas b*kong Lissa.
"Ahh... si-al.. cukup... "
Phukk..
"akhhh!!! "