THE MASTER OF MAFIA FALL IN LOVE (Season 1&2)

THE MASTER OF MAFIA FALL IN LOVE (Season 1&2)
S2. 75



...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tidak terasa waktu telah cepat berlalu. Kini acara pernikahan Lissa dan Ares tersisa 5 hari lagi. Hampir semua persiapan selesai. Hanya tinggal sedikit sedikit yang harus di tambah kan. Bahkan hari ini dua sejoli itu akan melangsungkan foto prewedding.


"Aku mau nya yang sederhana saja..!! ".


" Tapi itu terlalu sederhana! Ayo lah honey.... Apa bisa lebih mewah sedikiiiittt saja... Uang ku tidak akan habis, jika dipakai membiayai pernikahan kita. " Rayu Ares.


"Tidak!! Aku tidak mau... Kenapa kau memaksa sih!! " Lissa mencebik.


"Apa yang akan dikatakan para tamu nanti???? Tidak mungkin kan, jika orang terhebat di Asia melangsungkan pernikahan sederhana...Apa kata dunia??!! " Ares tak kalah mendebat.


"Memang apa kata dunia jika resepsi pernikahan kita sederhana??!! Apa dunia akan mengejek mu, begitu!?? Hah!!! " Ketus Lissa.


"Itu sudah pasti honey... Please honey" memelas.


"Lagi pula, kenapa juga sih kamu menginginkan pernikahan sederhana??.. apa kau tidak malu jika rekan bisnis kita menanyakan hal itu?"


"Huh... kalau begitu aku pasti akan malu" Gumam Ares pelan.


Namun sayangnya terdengar sampai telinga Lissa.


"Hahhaa... kau malu menikah dengan ku?? Kalau kau malu, tidak usah saja... Aku juga tidak keberatan. Banyak pria di luar sana yang akan menjadi calon suami ku. Bahkan aku bisa menikah sepuluh kali. " Balas Lissa.


Ares terpaku. Dia tidak menyangka jika Lissa akan tersinggung. Ya... memang benar apa yang dikatakan Ares pasti akan menyinggung. Author juga pasti akan tersinggung jika di posisi Lissa.


"Buk—.. "


"Permisi Tuan, Nyonya... Pemotretan akan di mulai lima menit lagi. Mohon Tuan dan Nyo—.. "


"Batalkan pemotretan itu. Undur menjadi lusa.. " bentak Ares pada asisten dari fotografer.


Wajah si asisten fotografer itu berubah takut dan pucat. Ia langsung pergi dari sana begitu merasakan hawa mencekam.


Lissa pergi mengganti pakaian yang seharusnya di pakai untuk foto prewedding nya. Begitu selesai, dia menyambar tas dan HP nya. Dan berlalu dengan cepat.


"Maaf honey. Aku tidak tau kalau kau akan tersinggung karena ucapan ku.. aku mohon maaf kan aku... " mohon Ares.


".... " Lissa tetap diam.


Lissa berjalan menuju jalan Raya, hendak menyetop taksi yang lewat. Namun Ares masih tetap menahan Nya.


"Lissa sayang.. maaf aku janji tidak mengulangi nya lagi. Baiklah kita akan melaksanakan resepsi pernikahan di Panti asuhan saja... bahkan aku akan menjadi donatur tetap dari Panti asuhan itu. "


"..... " Lissa berhenti berjalan. Menoleh pada Ares.


"Apa kau yakin dengan ucapan mu... ???" selidik Lissa.


"Iya aku yakin. " Ares mengangguk cepat.


"Hmmm baik lah aku memaafkan mu... " ujar Lissa.


"Terima kasih honey... " Ucap Ares. Sesaat Ares melihat arloji nya.


"Sudah waktunya makan siang. Lapar ???" Tanya Ares.


"Iya... Kita makan di kafe terdekat saja... " angguk Lissa.


"Baiklah, aku akan mengambil mobil. Apa kau ingin ikut atau menunggu di sini??"


"Aku ikut saja.. Aku kegerahan... ayo cepat. " Lissa mendahului Ares.


Skipppp....


"Mau aku pesan kan. ??" Tanya Lissa.


"Apa boleh. ??Bukan kan seharusnya pria yang bertanya hahah... " gelak Ares.


"Hahhhaa... Tidak salah kan jika aku yang memesan kan. ??"


"Hmmm Baik lah. Makanan ku sama kan saja dengan milik mu. Aku pemakan segala. Semua nya enak, apa lagi jika makan bersama mu.. " ucap Ares.


Kafe itu tidak mempekerjakan pelayan seperti di restoran. Melainkan hanya petugas kasir, juru masak dan tukang bersih bersih. Jadi bagi pembeli yang ingin memesan, harus langsung menuju kasir. Dan jika pesanan sudah siap. Kasir akan memencet bel, dan menyebutkan pesanan. Setiap meja diberi nomor, jadi kasir juga bisa menyebutkan pesanan sesuai dengan nomor.


back to story...


Lissa yang sudah memesan makanan dan minuman sedikit kesulitan, dan harus bejalan perlahan agar makanan mereka tidak jatuh. Namun itu semua percuma.


Nampan berisi makanan itu, terjatuh dan menumpahkan semua nya. Perhatian pengunjung tertuju pada Lissa. Sedangkan dua manusia yang berada di depan Lissa tidak menyadari kehadiran nya, atau SENGAJA untuk tidak menyadari dirinya.


Dua manusia itu, lebih tepatnya sepasang manusia itu bermesraan di hadapan Lissa Seolah mereka tidak memperdulikan kondisi dan tempat.


Hati Lissa terbakar, dan panas... Mata nya memerah dan tangan nya terasa gatal. Dia berjalan mendekat.


Brakkkk...


Lissa menggebrak meja dengan keras. Membuat 2 orang tadi kaget.


"Wah... siapa wanita ini sayang. ???" tanya wanita itu dengan sensual.


"Heeeee.... aku tidak mengenal nya. Mungkin hanya gembel yang iri pada kita.. " ujar Ares, sambil memainkan rambut wanita tadi.


"Kau!!!!! .... Kau bangs*t!!! . Baji*gan sialan kau Ares. " Maki Lissa.


Ppphhaakkk.....


Tamparan keras melayang di pipi Ares.


**Bbbhhuuuukkkk...


Akkkhhsss**...


Lissa menendang wanita yang bersama Ares, hingga terjungkal ke belakang.


"Heh.. Dua manusia tidak berguna. Mati saja kalian. " Lissa meninggalkan kafe dan berlari.


Menangis?? Ya Lissa menangis. Karena bagi nya, Ares sudah punya tempat spesial di hati nya. Lissa berlari, tanpa tau tujuan nya. Dan tanpa sadar ia mengarah ke jalan raya.


Suara teriakan saling bersahut-sahutan. Lissa yang merasa orang-orang meneriaki nya. Orang-orang berteriak dengan keras. Dan dia juga mendengar suara keras. Seperti suara klakson.


Ttttooooooottthhh!!!!!!


Sebuah mobil yang membawa box kontainer melaju ke arah nya. Dengan kecepatan tidak terlalu tinggi. Namun Lissa melihat, sang sopir, kewalahan mengontrol kecepatan mobil, karena muatan yang berat.


Mobil kontainer tidak bisa berhenti mendadak. Jika berhenti mungkin akan beresiko tinggi seperti sekarang.


"Hahaha... Mungkin aku lebih baik mati. Mom, Dad, kak Ron. Maaf kan Lissa. " menutup mata.


**Ttttooooooottthhh!!!!!!!!!


Brukkkk...


Aaaaaaaahhh**


Tubuh Lissa terpelanting jauh..... Orang-orang yang menyaksikan kecelakaan tragis itu berteriak histeris.


Eng... ing.... eng....


huwa Lissa kenapa tuh....


huwaaaa....


guys .... maaf kan author. seperti novel ini akan menjadi akhir yang sedih. :v


sad ending.


tetap tunggu episode selanjutnya.


like yang banyak ya.


episode selanjutnya dalam masa pengetikan