THE MASTER OF MAFIA FALL IN LOVE (Season 1&2)

THE MASTER OF MAFIA FALL IN LOVE (Season 1&2)
tercyduk kau.



Hai semua masih setia sama novel ini kan


kasi like dan komen dan vote juga ya.


karena kalian semua author nya jadi tambah semangat.


➡➡➡➡➡➡➡➡➡➡➡➡➡➡➡➡➡➡➡➡➡➡➡➡


Lissa perlahan mulai melupakan kejadian yang terjadi beberapa hari yang lalu di panti asuhan. Dan mulai bekerja dengan hari riang gembira. Dan rencana nya dia akan menciduk orang yang melakukan korupsi di perusahaan tuan Ares.


"Huftt.... oke Lissa, kamu harus semangat. Kamu udah ada peralatan buat menciduk si 'tikus' itu. " Lissa menyemangati diri sendiri.


Dia menyiapkan beberapa alat perekam di beberapa sudut ruangan bagian keuangan terlebih di meja Hendrik. Dia meminta bantuan dari Frank, karena Frank memiliki waktu yang lebih senggang, dari pada Miko dan Felix.


"Eheheheheh.Awas aja kamu 'curut', kamu bakalan aku tangkap. Hihihihi" Lissa tertawa usil.


Lissa memang sengaja meminta waktu supaya dia free untuk hari ini saja. Dan Ares mengijinkan nya. Karena Lissa akan menangkap 'tikus' yang ada di kantor nya.


Lissa melakukan misi nya(menangkap 'tikus' yang korupsi di perusahaan Ares.) dengan lihai. Dalam waktu kurang dari 5 hari dia sudah bisa mengetahui siapa dalang di balik kejadian tersebut.


Dan hari ini adalah hari H dari misi Lissa. Dia bersembunyi di saluran udara yang berada di bagian langit-langit ruang pantry. Tidak ketinggalan kamera dangan lensa panjang, kamera yang di pakai adalah kamera merk (Maroon).


Bak seorang detektif handal, dia dengan mudah melakukan misi nya itu. Hingga terdengar percakapan dari balik pintu ruangan pantry. Hendrik sedang menelpon rekan nya yang juga melakukan korupsi, dia adalah seorang pengangguran dan kadang bekerja sebagai preman.


"Halo, ki. aku udah tranfer uang nya ke kamu.....Sekarang kamu simpan uang itu baik-baik,,,,,biar sewaktu waktu kita akan kabur, kita tidak kehabisan uang. " ucap nya panjang kali lebar dari telpon.


" iya... iya... bawel banget sih. Uang nya aku ambil dikit ya, niat jajan nih. Lagi kering nih dompet "rekan nya yang bernama Riki , berucap dengan malas


sedangkan seseorang yang tengah mengintai menyunggingkan senyum. Dia merekam semua percakapan Hendrik dengan Riki.


" Astaga!!!... Riki!!! kamu kok ngambil uang nya terus,???!. kalo kita nggk bakalan kaya" protes nya. Ia menahan suara agar tidak terdengar oleh seorang pun.


tut...tut...


telpon dimatikan..


"Ck.Gimana nih kalo ketahuan sama tuan miko dan tuan Ares.... bisa-bisa dicincang aku.. " Raut wajah nya terlihat cemas.


Sedangkan Lissa yang tengah menjadi detektif abal-abal, merasa perut nya sakit. Ia mengingat-ingat apa yang ia makan pagi ini. Tiba-tiba....


BRUUUUUUT... BRUT...


akhirnya angin yang bersemayam di dalam perut Lissa keluar dari tempat nya. Sementara Hendrik, dia kaget. Dia menajam kan pendengaran nya. kepala nya mendongak keatas.


"Ughhhh.... ueekkkk!! huekkk...!!! Uhuk..uhuk..uhuk.... Bau seka..." belumm sempat dia menyelesaikan kata-kata nya , Hendrik pingsan.Karena tidak kuat dengan bau 'aroma terapi' dari Lissa


Si empu yang punya angin tergelak geli, dia berusaha menahan tawanya, dan menutup hidungnya juga. Sungguh, kali ini Lissa benar-benar merasa kentutnya sangat bau.


Skip setelah beberapa saat yang bau.


Lissa menuju ke toilet untuk menuntaskan hajat nya. ternyata Lissa memang sakit perut, dia lupa kalau tadi pagi dia meminum susu, yang tanggal expired nya, adalah hari itu juga.


Dia mengutuk, susu yang ia minum. gara-gara susu itu dia harus menahan bau azab, dan rekan kerja nya pingsan gara-gara bau azab nya itu. Setelah hampir 30 menit, dia merasa perut nya sudah baikan dan membenahi tampilan nya. Lalu kembali bekerja seperti biasa.


bersambung.....