
Hai masih semangat baca kan.
gas skuy lanjut!!!
πππππππππππππππππ.
Lissa merapikan pakaian nya yang berantakan karena habis bergelut dengan karyawan abal-abal. Lalu dia menyeret pria tadi yang masih dalam keadaan tidak sadar. Lissa hendak menyerahkan kepada Ares. Dia menarik kerah baju pria itu seperti kucing, dan menarik pria itu. Tubuh pria itu sudah menjadi seperti pel lantai. Dia ingin menyerah kan nya ke Ares, supaya bisa di interogasi.
Sebenarnya jika Lissa tidak mampu menghajar pria itu, mereka tidak masalah. Karena jika pria itu berhasil kabur membawa berkas. Mereka tidak akan mempermasalahkan hal itu. Karena yang dibawa bukan lah berkas yang penting. Hanya berisikan data perusahaan yang sudah lama.
Ketika Lissa hendak membuka pintu tiba-tiba pintu itu terbuka dengan sendirinya. Lissa yang ada di depan pintu kaget dan...
Gubrakk!!!..
Brukkkk.!!
Kepala Lissa terantuk ke pintu dan dia jatuh ke lantai.
"Aw... aw... aw. aw.. aduhh..... haaa.. haaa... sakiiiit.!! " pekik Lissa. Dia mengusap kepala nya yang benjol. Ares tidak mengetahui bahwa Lissa ada tepat di belakang pintu. Jadi dia asal mendorong saja. Dia membantu Lissa berdiri
Kenapa bukan Felix??. Saat menuju ke ruangan bersama Ares. Dia mendapatkan telpon penting. Dan Ares mengizinkan nya untuk pergi.
Lissa mendengus, kesal sekali rasa nya. Ingin sekali dia menggaruk tembok, atau mungkin agar dia bisa melampiaskan kekesalan nya, ingin sekali.... sangat... sangat... sangaaatt ingin mencakar muka Ares.
"Apa sakit?? " pertanyaan itu seharusnya tidak perlu dijawab oleh Lissa, dan Ares pun seharusnya tidak perlu bertanya.
"Apakah saya harus menjawab pertanyaan aneh itu TUAN..????" ucap Lissa menekan kata 'tuan'. Kalau saja dia sedang tidak bersama Ares, mungkin dia akan menggigit apa saja yang ada disekitar nya.
"Baiklah kau boleh keluar sekarang" ujar Ares dingin, datar, dan cuek. Ok!!.. FIX!!!...sekarang Lissa benar-benar ingin menggerogoti otak bos nya...errrrrgghhhh... awasss saja kau Aressss..!!!! saat aku lebih kaya dari mu makan akan ku suruh kau menari di lampu merah, kau akan memakai baju Batman. Hahahah kau akan aku permalukan. Bos perusahaan terkenal menari dengan baju Batman. Hahahahahππ.. Batin Lissa geram dan cekikikan dengan khayalan nya.
Ares yang masih melihat Lissa ada diruangan nya mengangkat sebelah alis nya. Hmm kenapa dia???. Batin nya bertanya. Karena Lissa berdiri seperti patung, dan tertawa seperti orang gila.
Dengan hati dan perasaan dongkol, Lissa melangkah kan kaki nya keluar. Tapi baru beberapa langkah Ares sudah memanggilnya lagi.
"Ekehm.. Hei tunggu sebentar.!! " panggil Ares.
errrhhhhhhhaaarrghh. Apa lagi yang kau ingin kan Aresssss!!. kini dia hampir meledak. Lalu dia berbalik dengan wajah senyum yang dipaksakan.
seeeuuut.. dia berbalik.
"Iya, tuan. Apakah ada yang harus saya kerjakan.?? " tanya Lissa
"Bonus mu akan aku tambahkan, Kau sudah menangkap orang ini. " jelas nya pada Lissa.
Wajah Lissa yang tadi nya kusut seperti lap meja yang sebulan tidak di cuci, dalam sekejap berubah cerah. Dia melompat kegirangan, seperti bocah yang baru saja mendapatkan mainan limited edition.
"Ahahahah.... yes!!! yes!!!.. i~yessss!!. " Lissa bersorak kegirangan. Melompat-lompat. Dan... Brak...!!!!! Dia terjatuh ke lantai. Lalu tanpa merasakan sakit, dia bangun lagi sambil cengengesan.
"Ehehehehihiii.Maaf tuan, saya kelewat senang. Dapet bonus Plus plus... " katanya.
"Baiklah kau keluar sekarang!!. " katanya.
"Baik Tuan.Terimakasih banyak tuan, saya keluar dulu.Bay... bay... bos ganteng." Lissa keluar dari ruangan, tapi baru beberapa langkah dia berjalan... Brak!!. sekali lagi Lissa mengalami 'sial. Dia menoleh ke belakang, terlihat Ares hanya menggeleng kan kepala.
Lissa keluar, kali ini dia berhati-hati. Dan menuju meja nya. Langsung melanjutkan tugas nya, karena jam istirahat sudah habis.
hmmm kapan-kapan aku akan mengajak Naomi jalan-jalan. hihihi. ujar nya dalam hati.
bersambung.......