
Hai semua
apa kabar
semoga sehat selalu ya
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah adegan Lissa kesilauan. Ares, Lissa, Sella dan 2F memasuki gedung dengan terpisah... Lissa bersama dengan Sella di arah kan menuju tempat yang berbeda.. Begitu juga Ares dan 2F. Awal nya mereka sempat bingung, namun penjaga di sana mengatakan itu adalah aturan nya.
Di dalam suasana nya langsung terasa berbeda, berbagai aura di keluar kan oleh masing-masing orang. Karena di sana adalah tempat Mafia. Dan semua ketua Mafia di kumpul kan di sebuah ruangan tertutup yang lumayan besar. Terdapat meja panjang dan penjaga di setiap sudut ruangan.
"Wawww..... amajing... " seru Lissa
"Maaf Lady, bukan amajing... Tapi amazing.. " ralat Sella
"itu maksud ku. " timpal Lissa.
"Duduk lah Lady.. " Sella menarik kursi untuk Lissa.. Dan dia berdiri di belakang nya sebagai bodyguard.
Begitu juga dengan ketua mafia lainnya...Ares juga berada di dalam sana... Dia heran, bagaimana bisa wanita itu berada disini??. begitu pikir nya. Namun ia menepis pemikiran nya.
Hanya Lissa dan Sella yang mengenakan topeng wajah... Dan pasti nya, hanya mereka wanita di sana.. Banyak yang mencoba menggoda Lissa juga Sella dengan berdehem, atau nge wink bahkan ada yang berusaha mencolek mereka.
iiiieeewwwww..... apaan sih!! pake colak colek segala!! emangnya aku nih sabun colek murahan!!? sungut Sella dalam hati nya saat ada seorang pria yang menyentuh nya.
Saat melihat semua wajah laki-laki di sana.. Lissa mendapati wajah yang ia kenal... yaitu.. Ronald Robertson. Laki-laki yang dulu pernah beradu mulut dengan Lissa.
Ronald adalah ketua dari Mafia Black Eagles.. Mafia dari Eropa... Dia sudah memindahkan setengah Mafia nya ke Asia 6 tahun lalu. Di belakang nya adalah asisten nya di Mafia.. ingat ya.. asisten Ronald ada dua. Rocky dan juga Zax... Rocky adalah asisten perusahaan nya, sedang Zax adalah asisten nya di dunia Mafia.
"Baik kita bisa memulai sekarang" suara pemimpin pertemuan mengejutkan semua.
Hingga sampai lah pada pembahasan tentang kelompok baru yang ada di Asia.. Yaitu Artemis Dragon.. Lissa dipersilahkan untuk memperkenalkan organisasi yang ia pimpin... Namun Lissa malah menunjuk Sella untuk berbicara.
"Artemis Dragon, adalah kelompok Mafia nomor satu Di Eropa.. organisasi ini di turun kan oleh 2 penerus sebelum nya, yang sama-sama wanita... Untuk pusat markas utama, kami merahasiakan hal ini... Jumlah anggota yang kami miliki sebanyak 1juta 500 orang... Markas kami tersebar hampir di seluruh penjuru benua Eropa... Dan ketua kami berada di sini untuk memperluas wilayah kekuasaan.....Kami tidak melakukan penjualan organ manusia atau pun obat obatan terlarang seperti hal nya Mafia lain.. " kata Sella dengan tegas dan juga lugas.
lalu salah seorang bertanya " kenapa kalian tidak melakukan penjualan organ manusia??? padahal itu merupakan bisnis yang menguntungkan di dunia bawah ini. " tanya nya.
"Kami tidak melakukan hal hal yang membuat tangan kami kotor.... Penjualan organ tubuh manusia sudah biasa... kami tidak tertarik pada hal itu... " jawab Lissa
"Ahahhaha... hei kau tidak lihat?? pemimpin nya saja wanita.. tentu saja lemah... Tidak mampu membunuh orang... Hanya bisa melakukan pekerjaan lemah.. hahaha" salah satu ketua mafia mentertawakan Lissa..
"heh.. " Lissa menyeringai licik.. Sella sudah tau apa yang akan di lakukan oleh Lady nya.. Langsung saja, Sella memberikan sebuah pistol pada Lissa.
klik...
Lissa mengacungkan moncong pistol itu kearah laki-laki yang tertawa tadi...
"Hei... bangs*t!! kau masih mau tertawa?? hemm... " tanya Lissa
"hahahah.lihat lah.. bahkan dia ingin menembak ku dengannya pistol kecil itu.. hahahaha" laki-laki itu semakin tertawa, beberapa ketua mafia lain juga ikut tertawa.. namun Ares tidak..
Ares memilih diam, karena dia tidak pernah meremehkan musuh nya.
"Lady.. apa aku harus membereskan mereka?" tanya Sella agak membungkuk sambil berbisik
"tidak perlu... aku akan melakukan nya sendiri.. Satu, dua tiga empat dan lima...Ada lima orang gila yang mentertawakan ku.. Maka akan ada lima mayat di ruangan ini.. " Lissa langsung berdiri dan....
Dor.. dor... dor... dor... dor...!!!!!
Lima peluru panas itu bersarang tepat di jantung lima orang tadi.
"fuhhh... " Lissa meniup pistol nya yang mengeluarkan asap.
"Dasar jala*g murahan!!! berani kau membunuh bos kami!!! " teriak bodyguard yang bos nya sudah mati terkapar.
"Salah mereka sendiri, siapa suruh mengejek ku??.. lagi pula tidak ada yang aturan nya kan, kalau kita tidak boleh membunuh satu sama lain??" Lissa memberikan pistol itu kepada Sella jenis di simpan.
"Sialan!!! akan ku bunuh kau..!!! " teriak satu bodyguard lainnya.
Krek... kkrk... kkreekkk.....Tulang Sella di regangkan.
bruk.....
bughhh!!!
drukkk.....
kretak....
kretak.....
brak....
duk....
duk.....
Aaaawwww.....
akkkhhh....
arrgrhhhh.. sakit!!!
"heleh.... letoy.. baru ku sentil aja udah K.O... untung aja aku yang hajar kalian... masih ku biarin nyawa kalian... " Sella mendekati Lissa dan membungkuk.
"Lady.. tugas nya sudah selesai... " lapor nya meskipun Lissa menonton perkelahian tadi.
"ok.. good job... kerja bagus... " puji Lissa.
"ee.... apakah sudah boleh pulang?? " tanya Lissa pada pemimpin acara yang dari tadi diam membisu..
"ya.. kenapa tidak? acara pertemuan sudah selesai.. " jawab nya dengan enteng.
"ok.. Makasih ganteng.. " ujar Lissa agak menggoda pria itu.
Dan Lissa pergi dari tempat itu, di jemput oleh bodyguard kediaman nya. Dan pulang kerumah nya.
"Tuan seperti.... wanita tadi mengenal kita?" kata Felix saat mereka dalam perjalanan pulang juga.
"ya... bahkan tadi dia tau nama ku. " sahut Frank.
"mm?? aku tidak tau... Itu bukan urusan ku... Siapa pun dia, aku tidak mengurus.... " Jawab Ares cuek..
Padahal dalam benak nya Ares merasa sangat dekat dengan wanita bertopeng hang tak lain adalah Lissa..
mata dan suaranya.. aku mengenal suara itu.. dan juga...wanita tadi punya sifat yang mirip dengan Lissa??.. siapa dia??. Batin Ares berkecamuk.
"Felix!! besok aku ingin kau menyelidiki identitas wanita itu.. aku merasa curiga dengan nya.. " titah Ares.
"baik tuan.. " jawab Felix menyanggupi.
"apa asisten nya juga akan kau cari tau??" tanya Frank
"Hei... jangan bilang kau menyukai nona cicak mu itu Frank... " sergah Felix.
"Idiiihhhh.... Ogah.. yea... suka sama nona cicak... Ngapain juga suka ama dia iiihhhh. ngeri.... " Frank bergidik...
"Hahahahah... kau tau... sifat mu itu akan berbalik suatu hari nanti... " kata Felix..
"hooo.. ~mungkin hari ini~~ hari esok atau nanti~ hmmm... hmm.. hmm.. hmm... " Frank malah bernyanyi..
"Frank apa kau tidak bisa diam???.. " Ares merasa jengkel..
"eh... maaf tuan.. maaf.... " Frank tersenyum takut.
"ppffftttt.... dasar " Felix menggeleng.