
Hai semua
Apa kabar
Semoga sehat selalu ya
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tak..... tak.... tak....
Suara gagang pisau yang berketukan dengan meja membuat suasana semakin suram. 5 orang yang Ares beri misi berkeringat dingin hingga membasahi baju mereka.
"Jika kalian sampai gagal, maka pisau ku yang akan berbicara. Kalian mengerti kan?! "
"Paham bos!! " jawab kelima nya dengan tegas walaupun mereka agak takut.
"Lapor kan semua informasi yang kalian dapat.. Ingat, jangan sampai ada kesalahan dalam penyampaian informasi apapun." Ares mengingat kan sekali lagi.
"Baik bos. "
"Jangan sampai ketahuan, dan jangan sampai melakukan sesuatu yang mencurigakan. "
"Baik bos. "
"Bagus... dan selalu di posisi masing-masing, berbaur lah dengan orang-orang di sana. ".. " Hanya itu yang ingin ku sampaikan. Kalian boleh pergi sekarang!! " kata Ares.
Kelima orang itu adalah yang terbaik di antara yang terbaik dalam misi menyusup ke tempat musuh. Mereka selalu punya cara tersendiri dalam menarik perhatian dan mengorek informasi yang mereka inginkan.
Dalam urusan menyusup kan anak buah nya Ares tidak pernah main main. Dalam tubuh anak buah nya, ia beri chip, semacam alat untuk memantau dari jauh. Ares bisa mengetahui isi pikiran semua anak buah nya karena chip yang ia tanam kan.
ok back to story...
Saat ini kelima orang tersebut yang beranggotakan 1 perempuan dan 4 laki-laki, sedang melaksanakan rencana mereka. Mereka membagi tugas untuk menyelinap.
Mula-mula adalah tugas si perempuan, ia akan menarik perhatian Lissa, dan jika ia berhasil. Maka rencana selanjutnya akan lebih mudah.
"Sella.. hari ini aku yang akan mengemudi.. Dan kau diam saja. " ujar Lissa.
Mereka berencana untuk menjenguk Naomi lagi hari ini.
"Tapi..bagaimana jika kita mati!!? " Sella mulai merasa was was.
"Hei... kau kira aku ini Malaikat mau apa??? Sudah lagi kau diam saja.. " Lissa langsung merampas kunci mobil dan menghidupkan mesin mobil.
"Lady... aku tau kau mencintai Tuhan, tapi kau tidak perlu mengajak ku untuk bertemu dengan nya hari ini... biar saja Malaikat maut yang membawa ku menemui Tuhan... huhuhhhu.... " gumam Sella dengan ketakutan
Bukan apa reader ... Lissa kalo udah bawa mobil, pasti kayak ngajakin mati.. Dia sudah merasa ikut balap F1. Kemampuan Lissa dalam mengemudi kan mobil sangat lah hebat, namun, skill nya terlalu tinggi untuk mengemudi di jalanan umum.
Sekali menginjak pedal gas, maka mobil akan langsung melesat dengan kecepatan 125 KM/jam. Kemampuan yang hanya berguna jika di gunakan pada saat yang tepat saja.
Awal nya ia tidak bisa mengemudi, saat belajar pun, hampir 30 mobil ia hancurkan dalam sebulan. Lintasan yang ia gunakan pun khusus.
Namun, semua itu tidak sia sia.. Setiap ia di kejar oleh musuh, kemampuan mengemudi seperti orang kesurupan itulah yang selalu menyelamatkan nyawa nya saat di jalanan. Ia tidak pernah kecelakaan jika dalam keadaan terdesak.
Namun jika dalam keadaan santai seperti ini, maka akan dengan mudah ia menabrak sesuatu. Seperti saat ini, seorang wanita muda hampir menjadi korban Lissa.
Wanita berpakaian lusuh dan wajah tak terawat sedikit pun. Ia mendadak lemas dan pingsan. Meskipun Lissa tak menabrak secara langsung.
"Astaga Lady!!!!! kau menabrak seseorang!!! " pekik Sella yang baru saja pulih dari asma mendadak akibat Lissa.
"Ya ampun!! Sella.. bantu aku membawa nya ke rumah sakit!! " Lissa langsung keluar dengan panik.
Mereka membopong tubuh ringkih wanita itu kedalam mobil dan membawa nya ke rumah sakit.
Dari balik semak yang tak jauh... "Langkah satu, Siap!! "
"Lanjut ke langkah selanjutnya" pria itu tersenyum sinis.