
Hai semua
Apa kabar
Semoga sehat selalu ya
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
..."Di waktu seorang wanita tengah terdiam, di waktu tersebut ada jutaan hal yang ada pada pikirannya."...
Malam hari nya Lissa duduk sendiri di taman belakang rumah nya. Nampak beberapa bodyguard yang berjaga. Kadang Lissa mendongak ke atas, kadang juga tertunduk.
Banyak sekali hal hal yang menghampiri pikiran nya saat dia sedang seorang diri. Hingga dia bingung mana hal yang harus di prioritas kan lebih dulu.
"Tujuan ku itu sebenarnya apa sih??" Lissa bergumam sendiri
"Kenapa tiba-tiba, semua hal yang sudah aku rencana kan menjadi berantakan begini??!! " ujar nya frustasi.
Bodyguard yang tak jauh dari Lissa, hanya menggeleng melihat majikannya yang terlihat stres.
"Tujuan awal Lady kan balas dendam pada seseorang.. " tiba-tiba Sella menyela.
Dia duduk di samping Lissa, sambil membawa 2 cangkir cokelat panas.
"Makasih.. " ucap Lissa.
Sella mengangguk.. Dan duduk sambil menyesap perlahan cokelat panas itu. Karena kalo main teguk aja nanti bibir dan lidah Sella jadi jontor 😅
"Apa yang akan Lady lakukan selanjutnya??" tanya Sella
"Aku bingung sel.... pertama tujuan ku hanya ingin balas dendam saja... tapi, sejak hari itu ( hari dimana Lissa dan Ares ketemu di RSJ)... Aku mulai lupa dengan tujuan awal ku" tutur Lissa
"Alasan nya??"
"Aku tidak tau.... tapi saat itu aku sangat merindukan sosok nya. Aku tidak tau apa.. " Lissa menggeleng.
"Aku tidak bisa memberikan saran yang bagus Lady... tapi, menurut ku.. Kau harus menyelesaikan tujuan awal mu lebih dulu.. " jeda Sella
"Lalu kau bisa melanjutkan apa yang sudah kau rencana jika tujuan awal mu sudah terpenuhi. " lanjut Sella
Lissa masih terdiam... Cokelat panas nya juga mulai dingin.
"Tidur lah Lady... tidka baik jika kau sering tidur larut malam. " nasihat Sella dan masuk untuk tidur.
"Ya... kau benar Sella... Aku harus membalas dendam pada orang brengs*k itu..!! Jika bukan karena nya aku tidak akan berpisah dengan Naomi.. " tangan Lissa terkepal hingga menyembulkan urat.
...✧༺♥༻✧...
Miko termenung, matanya menerawang jauh ke luar kamar. Sambil menggenggam gelang nya dan juga milik Naomi.
Perlahan namun pasti air mata nya jatuh ke pipi.
"Kenapa kau harus menjadi begini??... hiks... huks.. huks... " tangis nya semakin keras.
"Apa aku harus mencari wanita lain untuk menggantikan mu??.. "
"Tapi aku sangat mencintai mu Mi... aku tidak mau menggantikan mu dengan siapapun.. Biar pun beribu wanita cantik datang pada ku, aku akan tetap memilih mu.. "
"Mi.. aku merindukan mu... huks... huuu... " Miko menangis.
Eitss.. biar pun Miko itu laki-laki, tapi dia juga bisa nangis.. Laki-laki akan menangis, jika berkaitan dengan wanita yang bisa cintai... Biar pun itu Superman ataupun Batman sekalipun, pasti akan menangis..
Foto yang Miko ambil saat liburan tahun baru..
Miko mengusap foto Naomi di layar HP nya.
" Apa mungkin kita tidak berjodoh???.. " gumam Miko.
...✧༺♥༻✧...
Lain Lissa, lain juga Miko. Dan kali ini Ares. Gak tau kenapa ya.. kok semua nya pada galau galau gak jelas malam malam.. bukannya tidur eh malah jadi Batman gak tidur malam😅
Ares sendiri sedang menatap wajah Lissa yang dia jadikan wallpaper HP nya. Bagaimana Ares bisa dapat foto Lissa??
Jawabannya adalah, saat mereka pulang liburan tahun baru, Ares iseng buka kamera di HP nya, terus di arahin ke Lissa. Dan saat Lissa noleh, eh....
Cekrek!!!
Dapat lah foto Lissa yang lagi di atas kapal..
Ares sendiri kaget.. Kok tangan nya tau aja yang bening bening kaya' Lissa. Punya otak sendiri kali ya.. makanya langsung cekrak cekrek aja. ??
Nih... sungguh estetik kan😂😂hahaha....
Sedang kan Lissa, dia gak sadar kalo Ares habis motoin dia
Lissa kira Ares lagi nyari sinyal. Jadi dia gak respon apa apa deh.
Nih guys otor ingatin lagi..
Lissa itu pengen balas dendam sama Michael bardolf. Orang yang udah bikin kaki Lissa cacat selama 1 tahun, dan juga bikin Lissa harus operasi wajah.
Dan juga, kalo bukan gara-gara Michael, Lissa gak akan memalsukan kematian nya sama Naomi dan semua teman teman nya. Respon teman teman Lissa sih beda beda, tapi yang paling parah itu Naomi.
Dia sampai mengalami gangguan kejiwaan, saat tau Lissa meninggal. Naomi jadi makin benci deh sama Michael Bardolf.
...■□■□■□■□■...