THE MASTER OF MAFIA FALL IN LOVE (Season 1&2)

THE MASTER OF MAFIA FALL IN LOVE (Season 1&2)
semua orang bebas menyukai



Hai semua


apa kabar


semoga sehat selalu ya


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tiba di rumah baru nya yaitu di kediaman G-one (Grey) dan Sandrina, Lissa di sambut oleh ibu nya. Ya.. Azira.. Sungguh!! ini adalah momen terindah yang pernah Lissa alami.. semua rasa lelah nya terobati dengan di sambut oleh orang yang ia sayang.


"Momy..... " seru Lissa sambil berlari kecil.


"Sudah pulang.. Gimana? atasan kamu ngizinin kamu kan??" tanya Zira.


"iya mom... nih lihat.. Lissa di kasih hadiah kenang kenangan sama rekan kantor Lissa" Lissa memperlihatkan hadiah yang berbentuk kucing


"wahh.. teman kamu baik banget ya.. Ayo.. masuk dulu, kamu mandi, terus makan... nanti kita ngumpul di ruang keluarga" ucap Zira sambil mengusap kepala Lissa


"ok mom.. " Lissa langsung menuju kamar nya


#skip di ruang keluarga


"Hheeahhh... " Lissa menghela nafas saat badan nya duduk sempurna di sofa ruang keluarga


diruang keluarga ada Zira, Grey, Sandrina dan Lissa .


"jadi Lissa, kapan kau akan mulai latihan bertarung?? " Grey memulai pembicaraan


"ya.. terserah... kapan pun aku siap.. " jawab Lissa sambil memainkan boneka kucing pemberian miko.


"Bagaimana jika besok?? " usul Sandrina


"Boleh.. malah lebih cepat, lebih bagus... " Lissa menyetujui


"Dan aku sendiri yang akan melatih mu... Dan untuk lawan bertarung mu adalah Sandrina.. " jelas Grey...


"oh..... Momy bisa bertarung juga gak sih?? " tanya Lissa


"Bisa kok... " jawab Zira


"Hahaha.... Lissa, momy mu ini lebih hebat dari pada aku... jadi, jika kau ingin bertarung dengan momy mu.. kau harus bisa menang melawan ku. " papar Sandrina


"Wawwww.. amajing!!!! Berarti gak salah kalo momy dijuluki Lady V. " Lissa kagum.


"heheh.. sekarang kau yang akan menjadi Lady V. " ucap Zira


"kenapa...??? " tanya Lissa


"karena, momy sudah tua.. dan juga imunitas tubuh momy tidak sebaik diri mu. makanya kau yang akan melanjutkan jejak momy... Kau mau kan?? " Zira menatap sendu pada Lissa


"ya.. Ya mom.... aku mau.. " Lissa memeluk Zira


"Jadi... kapan toko kue nya bisa di buka?? " tanya Lissa melepaskan pelukan nya


"Di mana toko nya Grey?? " tanya Sandrina


"Kebetulan sekali letak toko nya ada di sebrang perusahaan AO Company.. " jawab Grey


"Ohhh... Kapan kita bisa buka toko nya..?? " Lissa sangat antusias


"hmmm lusa kita sudah bisa buka" ucap Grey


"hah??? cepat banget?? " Lissa mengernyit


"hahaha.. karena semua nya sudah aku persiapkan dari tadi... Jadi lusa kita sudah bisa membuka nya... Dan besok kita bisa mengundang orang-orang.. " Jelas Grey


"Nah... bener tuh Sa'.... kau bisa ngajak sahabat mu itu.. siapa namanya??? eemmm.... Naomi kalo gak salah ya??? " Ucap Sandrina


"Wahh... kaya' nya Sandrina suka banget ya ama Naomi!?? " ujar Lissa


"iya.. dia itu apa adanya banget... gak fake. " tutur Sandrina


"Oh.. iya Lissa.. kamu bisa ngundang Bos kamu itu.. Ares ya kalo gak salah?? Dan 3 rekan kamu yang laki-laki juga, kamu undang saja semua.. " usul Zira


"iya mom... Lissa juga berencana ngundang semua anak Panti asuhan Lissa dulu... Momy gak kangen sama Bunda Helena?? " tanya Lissa


"Momy udah ketemu sama bunda Helena kok tadi siang.. Sandrina yang ajak momy. " jawab Zira


"ohh... ok deh. " Lissa


"hmm Lissa.. kamu udah punya pacar belom?? " tanya Zira


"belom.. emang kenapa mom?? " tanya Lissa


"Gini.. momy sih bukannya menghasut kamu atau pun memihak salah satu.. tapi, kalau momy lihat bos kamu itu siapa sih nama nya??? Ares ya.. " tanya Zira


"iya.. kenapa sama tuan Ares mom?? " Lissa memakan cemilan yang ada di meja.


"kaya' nya dia suka sama kamu nak" Zira berkata lugas.


"ohh... " jawab Lissa datar.


"kamu gak ada gitu rasa sama Ares itu.. Ares itu baik banget loh.. momy udah kenal dia dari kecil" kata Zira


"Gak ada rasa mom, selain rasa hormat Lissa yang sebatas atasan dan bawahan. Lissa gak pernah ah mikir tentang cinta cintaan.. karena dari dulu Lissa selalu fokus sama pendidikan Lissa dan juga mikirin hari esok yang gak tau gimana. "


"Lissa gak pernah sekali pun tertarik dengan asmara, mungkin itu bawaan Lissa gak pernah ah dekat sama laki-laki mana pun kecuali Ilham. Teman Lissa dan Naomi.... Lissa selalu mikir kalo pacaran itu gak penting,... Dan untuk tuan Ares yang suka sama Lissa..... " Lissa menggantungkan ucapan nya.


"Semua orang bebas menyukai mom.. karena perasaan itu milik masing-masing Dan kalau pun Lissa minta sama tuan Ares buat benci atau pun.. hak suka sama Lissa.. Lissa gak bisa memaksa mom... " tutur Lissa


"Ya udah, ini udah malem... Lissa ke kamar dukungan ya mom.. Good night.. muach... " Lissa pamit dan mencium pipi Zira dengan lembut


bersambung....