THE MASTER OF MAFIA FALL IN LOVE (Season 1&2)

THE MASTER OF MAFIA FALL IN LOVE (Season 1&2)
S2. 27



Hai semua


Apa kabar


Semoga sehat selalu ya


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Lissa tidak jadi menjenguk Naomi, ia malah menuju rumah sakit untuk mengobati korban kegilaan nya.


"Astaga... bagaimana kalau dia mati Lady ??" Sella bertanya dengan nada menakut-nakuti.


"Kau!! mulut mu gak bisa di jaga ya??!! dia gak mungkin mati..!! " sangkal Lissa, meskipun dia khawatir dengan wanita itu.


Sampai lah mereka di rumah sakit, seorang perawat laki-laki membawa brangkar untuk wanita itu. Awalnya Lissa curiga, kenapa ada perawat laki-laki... namun karena kondisi wanita itu, dia tidak perduli. Yang penting wanita itu selamat.


"To-tolong saya tidak sengaja menabrak nya... " ujar Lissa dengan panik.


"Tenang saja, kami akan mengobati nya. " ujar perawat itu dan membawa pasien abal-abal ke ruang UGD.


Di ruang UGD...


"Bagaimana... akting ku bagus kan??" tanya pasien abal-abal


"hemm.. memang bagus.... sekarang kita akan melakukan langkah selanjutnya.. " ujar rekan nya yang berperan sebagai perawat abal-abal.


Lalu pintu di ketuk.


Tok... tok... tok..


Masuk lah seorang dokter tampan.


"Wah ternyata Ares memang melakukannya... " ujar nya.


"Oke... Jadi apa peran ku??" tanya dokter itu.


"Dokter Alvian hanya harus memberikan keterangan palsu tentang kesehatan ku saja... sisa nya kami berdua yang akan mengerjakan nya. " ujar pasien abal-abal.


"Baik lah.. Tapi apa aku boleh tau, kenapa Ares melakukan semua ini??" tanya dokter Alvian.


"Entah lah.. kami juga tidak tau, tapi bos Frank bilang.... " ujar si perawat abal-abal agak ragu.


"Apa?? Frank bilang apa!! katakan jangan membuat ku penasaran!!? " desak dokter Alvian.


"Bos Frank bilang, jika bos besar. aka. Ares sedang menyelidiki seorang wanita. " jawab nya.


Namun dokter Alvian masih penasaran


"Wanita???siapa???" tanya nya lagi.


"Wanita yang baru saja membawa ku ke sini dok. Dia datang bersama asisten nya. " jawab pasien abal-abal


"Oh.. jadi untuk apa Ares menyelidiki nya, hingga harus menurunkan kalian ??bukan kah dia punya Felix yang bisa meretas data apa saja??" dokter Alvian semakin gencar bertanya.


"Itu masalah nya... bos Felix tidka bisa mendapatkan informasi apa pun, kabar nya laptop yang ia gunakan, terkena virus dan meledak. " jelas perawat abal-abal


"Ternyata bukan orang sembarangan... " dokter Alvian mengusap rahang nya dengan jari jempol dan telunjuk.


"Baiklah... hal gampang seperti itu, aku juga bisa berakting.. " dokter Alvian langsung membuat laporan kesehatan palsu.


Di luar UGD


"Ya Tuhan.... Sella!!! bagaimana ini??? jika wanita itu benar-benar mati bagaimana???" Lissa panik dan cemas


"Hei Lady.. bukan kah kematian seseorang itu biasa bagi mu??kau saja dengan mudah nya membunuh orang, tapi ini??wanita yang 'tidak' kau tabrak masuk rumah sakit, kau malah cemas hingga hampir botak... " cibir Sella dengan lebar dan pedas.


"Apa kau gila!! aku membunuh orang karena orang itu bersalah, sedang wani..... "


"Apa kalian keluarga pasien???" ucapan seseorang menghentikan percakapan mereka.


"Bukan aku,... aku orang yang menabrak nya " ucap Lissa


"Hmm... luka di bagian luar tubuh nya tidak parah, hanya saja ia memiliki luka dalam... menurut pemeriksaan lab, data di sini menunjukkan jika pasien itu menderita kanker otak, lemah jantung dan paru-paru basah" akting dokter Alvian dengan sebagus mungkin.


"Ya... mungkin dia sudah menderita penyakit itu cukup lama, dari luar dia memang terlihat biasa saja.. namun hasil lab fi rumah sakit ini jarang sekali salah.. " jeda dokter Alvian


"Jadi saya harap, pasien segera mendapatkan pengobatan. Kalau tidka nyawa nya bisa melayang begitu saja... " sambung nya dengan wajah sendu dan khawatir.. tapi bo'ong...


"Terima kasih dok... apa kami boleh melihat kondisi nya. ???" tanya Lissa


"Ya... tapi coba lah untuk tidak bertanya yang berat pada nya. " angguk dokter Alvian


"Terima kasih, dok. "


"Sama-sama... saya permisi"


Ceklek...


"Hai... kau sudah sadar??" tanya Lissa.


"Ya.. Terima kasih sudah menolong ku.. dan maaf jika aku merepotkan.. uhukk... uhuk..... " jawab pasien abal-abal


"Tidak.. aku yang harus minta maaf... karena sudah menabrak mu. " Lissa menggenggam tangan pasien itu.


"Hmmmm... " jawab pasien abal-abal tersenyum


"Apa kau punya keluarga??" tanya Lissa


Pasien abal-abal itu langsung menyendu.... wajah nya tertunduk, dan terlihat beberapa bulir bening.


"hiks.... hiks... huks... huks.... ak-aku tidak punya keluarga... aku sebatang kara di kota ini... aku bahkan tidak tau dimana aku sekarang... huuuuhuhu... "


widih menurut author mah.. tuh pasien abal-abal udah bisa dapat piala Oscar.


"Jadi bagaimana selama ini kau hidup??... eee... " Lissa membelalak kan mata nya..


"Karin.... nama ku karin... " jawab pasien abal-abal itu.


"Karin, bagaimana kau bisa hidup di kota ini??" tangan Lissa lagi.


"Aku hanya mencari cari makanan dari tempat sampah, aku pun tidak ingat apa pun.. yang ku ingat aku berada di sebuah tempat asing.. lalu aku berusaha kabur, dan begini lah aku sekarang... " jelas nya dengan singkat.


Lissa dan Sella merasa prihatin.


"Aku ini wanita kotor... aku sudah beberapa kali di leceh kan oleh orang-orang jahat.. huhuhu.... huuu.... aku sudah tidak tau akan bagaimana lagi... ??huuu.... huuhu.... huks... hiks.... " tangis nya dengan air mata sungguhan.


"Karin... mulai sekarang, kau akan tinggal di rumah ku.. aku akan merawat mu... Lagi pula rumah ku sepi, hanya ada beberapa bodyguard, pelayanan dan Sella.. " Lissa mengusap bahu pasien itu.


Heuheheh...... masuk perangkap... batin pasien itu.


"Tapi.. aku akan merepotkan kalian... " tolak nya secara halus


"Tidak...!!! huweee... kau akan tinggal dengan kami... huuuu..... sungguh kasihan kau Karin.... " Sella membantah dan memeluk Karin dengan air mata dan ingus.


"Eh....!! i-iya.. Terima kasih karena mau menampung ku.. " Karin membalas pelukan Sella


"Baiklah... kami akan pergi dulu, kau istirahat lah Karin... " Ujar Lissa


"Ayo Sella biarkan dia beristirahat... " ajak Lissa


"Hubungi kami jika ada yang kau perlu kan.. ini. " Lissa memberikan nomor HP nya.


"Dan ini untuk mu.. " Sella memberikan sebuah HP. Entah kapan ia mendapatkan HP, yang jelas bukan dari kantong Doraemon ya..


Karin mengucapkan Terima kasih, Lissa dan Sella keluar dari ruangan tersebut.


Tit....


"Langkah kedua selesai dengan mudah bos... " Karin menekan sebuah tombol kecil di belakang telinga nya.


"Bagus... lanjutkan.!! " ujar suara dari ujung sana.


Seseorang tersenyum sinis...