THE MASTER OF MAFIA FALL IN LOVE (Season 1&2)

THE MASTER OF MAFIA FALL IN LOVE (Season 1&2)
Sebuah Rencana ( revisi)



Hai readers semua.


masih duduk setia baca novel ini kan.


jangan lupa kasi like, vote dan komentar buat novel ku ini.


yuk simak!! 😁😁☺


▶▶▶▶▶▶▶▶▶▶▶▶▶▶▶▶▶▶▶▶▶▶


Pagi hari jam 09.30. Semua orang sudah fokus dengan kesibukan nya masing-masing. Berbagai aktivitas perkantoran baru saja di mulai. Seseorang sedang berkutat dengan berkas berkas yang harus di tanda tangani.


"Miko. Ke ruangan ku!! Cepat!! " Perintah Ares .


Tok.. Tok.. Tok...


"Masuk!! "


"Ada apa tuan memanggil saya?? " Tanya seseorang yang bernama Miko itu.


"Berikan berkas keuangan yang sudah kau periksa.!! "


"Baik lah tunggu sebentar tuan, akan saya ambil. "


Beberapa saat berlalu...


"Ini tuan. " Ucap nya menyerah kan berkas yang di maksud


"Disitu juga ada berkas yang harus anda tanda tangani. " Tambah nya lagi


"Kenapa aku merasa ada yang aneh disini?? Apakah di bagian keuangan ada masalah??!? " Tanya Ares dengan tatapan mengintimidasi.


"Ti-tidak ada tuan. Semua nya aman terkendali. " Sahut nya


"Baiklah aku percaya pada mu. Tapi kau juga harus ingat, aku tahu siapa yang lawan dan kawan" Ujar Ares.


"Dan aku tidak suka ada yang berkhianat di perusahaan ku ini. " Tambah nya lagi


'Ba-baik lah tuan. Saya mengerti . " "Kalau begitu apa masih ada yang di perlukan tuan?? " Tanya Miko


"Tidak, kau boleh pergi" Sahut Ares


Lalu Miko keluar dari ruangan bos nya. Dengan keadaan berkeringat dingin, kaki nya lemas berusaha kembali keruangan kerja nya.


Ares mengetahui ada masalah yang disembunyikan oleh asisten pribadi sekaligus sekretaris nya itu. Tapi dia memilih untuk memperhatikan saja. Lalu terlintas di pikiran nya sebuah ide. Lalu ditelpon nya Felix


Tut.. Tut...


" Iya halo. Ada apa tuan?? " Suara Felix di seberang telpon


"Segera ketempat ku sekarang!! " Perintah Ares


"Tuan sedang berada di mana?? "Tanya Felix


"Kantor" Jawab nya singkat


"Ba.... " Belum selesai, tapi Ares malah langsung menutup telpon nya


Tut.. Tut...


Felix sudah terbiasa jika bos nya langsung menutup telpon secara sepihak. Tanpa berlama-lama, Felix langsung menuju ke kantor Ares. Saat di Kantor ia di senyumi beberapa karyawan, dan Felix hanya mengangguk sekali.


Tiiiing....


Suara lift sampai di lantai ruangan Ares.


Tok... Tok... Tok..


"Masuk!! " Perintah Ares


"Ada hal apa tuan?? " Tanya Felix tanpa basa basi


"Kau lihat berkas ini, dan baca isi nya!!!! " Titah nya seraya menyerah kan berkas keuangan yang tadi di baca nya.


Felix menautkan alis nya, ia juga merasa ada sesuatu yang janggal, tapi apa..??


"Sepertinya ada yang berbuat curang tuan" Kata Felix tiba-tiba


"Ya kau benar, dan mereka sudah melakukan nya belum lama ini" Sahut Ares


"Apakah 'tikus -tikus' ini ingin segera di basmi tuan?? " Tanya Felix


"Tidak.!! Aku punya cara lain untuk membuat mereka mengaku" Ucap nya


"Kita akan 'menangkap' mereka tanpa harus mengotori tangan kita sendiri"


"Segera hubungi gadis aneh itu. Dan berikan dia pekerjaan sebagai asisten pribadi dan sekretaris ku.!!! " Perintah nya


.


"Maksudnya nona Lissa, tuan?? "


"Iya.. Terserah nama nya siapa. Yang penting hubungi dia!!. Dan lakukan apa yang tadi ku suruh. " Jawab Ares.


"Tapi, tuan...... "


"Felix cepat hubungi dia !!! Tidak perlu tapi lagi!! " Ares mulai geram.


"Ba- baik lah tuan"


*************


Meong... Meong... Meong....


"Ah..... Ada kucing!!!! " Teriak ilham yang sedang bersama dengan Lissa dan Naomi.


"Pfftt... Hahahahahh.!! " Tawa mereka berdua.


"Ya ampun Ilham itu nada dering HP gue. Bukan kucing" Jelas Lissa


"Kayak nya ada yang nelpon nih. Gue jawab dulu ya.! "


"Halo. Dengan siapa saya bicara?? "


"(......)


" Oohh. Kamu, ada apa memang nya?? "


"(.......)"


"Benarkah??? " Tanya Lissa dengan mata yang berbinar


"(......)


" Baiklah besok aku akan ke sana"


"(.......)


" Tapi kau harus menunggu ku di luar. Kalau tidak nanti resepsionis nya akan berpikir aneh tentang ku"pinta nya.


"(.....).


" Ok. Bye. "


Tuuut..


*********************


"Bagaimana apa dia mau?? "Tanya Ares


" Iya tuan, dia mau. Besok dia akan ke sini" Jawab Felix.


"Baiklah kau boleh pergi sekarang" Ujar Ares


Lalu Felix berbalik pergi meninggalkan Ares diruangan nya sendiri. Pikiran Felix terus berkecamuk, penasaran dengan rencana bos nya itu. Namun dia tau, bos nya tau apa yang di lakukan.


〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰


"Siapa yang nelpon Lis?? " Tanya Naomi


"Felix." Jawabannya singkat


"Kenapa?? Ada hal apa?? " Tanya Naomi lagi


"Ada deh.. Masalah pekerjaan" Sahut Lissa


"Ohh.. Yaudah. Gimana kita lanjut lagi nggak, bentar lagi sore nih. Gue harus pulang duluan. "


"Kita balik aja. Bener kata Naomi. Bentar lagi sore. " Celetuk Ilham


"Ok.skuy kita pulang. Dahhh Ilham" Kata Lissa


Mereka pun pulang ke tempat nya masing-masing. Mereka bertiga sedang jalan santai di sebuah taman, refreshing gitulah. Karena aktivitas mereka lumayan banyak belakangan ini. Jadi mereka tidak sempat bersantai bersama.


Bersambung.....


readers yang baik hati dan tidak sombong.


plisss ya kasih like, vote, dan komentar.