
Hai semua
apa kabar
semoga sehat selalu ya.
yuk lanjut.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Masih dalam permainan. Akhirnya Lissa dan Naomi berhasil di pisahkan. Naomi masih menatap Lissa dengan tatapan horor. Sedangkan si biang kerok hanya cengengesan.
"selanjutnya siapa yang memutar botol??" ucap Naomi
"hmmm tadi yang pertama aku, yang ke-dua Naomi, yang ketiga Miko, dan selanjutnya Frank. " kata Lissa
"Lah... kok bukan aku??" Felix melayangkan protes.
"Hoi!! muka cumi-cumi, tadi kan di mulai dari aku karena aku yang paling muda, abis itu Naomi, lalu Miko, dan artinya abis Miko pasti Frank. karena Frank lebih muda dari kamu, yaa... walaupun selisih Dikit. " jelas Lissa.
"Udah... udah.... sini botol nya, aku putar sekarang. " Frank memutar botol.
TERRRRR.....
"Naomi!!! " teriak Lissa dan Frank
"Hmmm... " Naomi mendehem
"Truth or dare??" Frank.
" Hmmmm.. dare aja. aku lagi males buat ngomong jujur. " jawab Naomi dengan malas.
"ok!! kamu harus Terima tantangan dari aku.. kalo nggak kamu harus Terima hukuman. " jelas Frank
"ok siapa takut" Naomi
"Jadi........ tantangan nya....... adalah....... " Frank sengaja memperlambat
"Oii kutu bunglon!!! cepetan napa??" celetuk Lissa
"Ishhh sabar napa sihh??. Ok. Jadi tantangan kamu harus... cium Miko depan kami semua, dan harus cium bibir. " seru Frank dan mempertegas kata-kata terakhir.
"WHAT??!!!!! " mata Naomi membulat.
Miko melirik Frank sambil nge wink dan memberikan jempol. Frank hanya tersenyum. Mungkin ada yang penasaran, kenapa Frank memberikan tantangan itu pada Naomi.
Karena tadi Miko mendapatkan hukuman dari Naomi, membuat dia kasian pada Miko. Jadi tercetus lah ide itu untuk menghibur Miko.
"Jadi gimana??? Terima gak tantangan nya???" Frank menaikkan alisnya.
astaga ya Lord. Help me... kenapa sih pilih dare... coba aja tadi pilih truth aja... kan gak gini. kalo gak Terima tantangan... harus Terima hukuman... iggwhh nggak banget deh kalo harus makan racikan dari Frank. Haahhhh... ya udah deh Terima aja. lagian kan cium bentar aja.. gak sulit kok. Naomi hanya bisa membatin.
"Ok... Cuman cium aja sih... kecil.... cil... cil.. " ucap Naomi dengan sombong.
"Ya udah cium aja" kata Frank
sedang Ares, Lissa dan Felix hanya menyimak tanpa ikut nimbrung. Tapi Miko... dia sudah melayang-layang karena akan di cium oleh Naomi.
"Sini..... cuman cium apa susah nya sihh???" Naomi mendekat kan wajah nya ke Miko.
mwehehhe.... masuk perangkap... Miko menyeringai dalam hati.
perlahan namun pasti... Naomi mendekatkan wajah nya, dan........
CUP..
Naomi memberikan kecupan pada Miko tepat di Bibir nya, namun tangan Miko dengan cepat meraih dan menahan tengkuknya Naomi.
PHAK!!!!!.
sebuah tamparan keras dan pedas mendarat di punggung Miko.
"Hisssssssttt... " Miko meringis dan melepaskan bibir Naomi
"Kenapa kau memukul ku??" Miko mencoba mengelus punggung nya.
"kenapa kau menahan ku!! ????" ucap Naomi agak berteriak
Wajahnya Naomi merah, rasa jengkel dan malu bercampur jadi satu.
"wah... wah.... tidak ku sangka kalau kau sangat agresif Mik. Ku kira hanya aku yang pandai. " ucap Ares.
"aku juga laki-laki tuan.... " Miko malah melengos.
Naomi berdiri dan berlari menuju kamar nya. meninggalkan mereka.
"Mi!!! ... Naomi!!!! " teriak Lissa
Lissa hendak mengejar Naomi, namun di tahan oleh Ares. Disaat itu juga Miko ikut berdiri mengejar Naomi.
"biar Miko saja. Mereka akan menyelesaikan masalah nya sendiri. " Ares
"Tapi...... " Lissa masih khawatir dengan Naomi.
"lebih baik kita melanjutkan permainan. Giliran ku kan??" Felix menengahi.
"hmmmm iya deh... " Lissa duduk tapi masih mencemaskan Naomi
TERRRRRRR....
botol berputar, dan mengarah ke Ares. Semua melirik ke arah Ares..
hening.......
1
2
3
4
5....
"tuhh kan.... gak seru lagi. Iiihhhhh gara-gara kamu nih Frank.!!! " ketus Lissa
"kok gara-gara aku sih. ???" Frank membela diri.
"IYA... INI GARA-GARA KAMU!!! KALO AJA KAMU GAK NGASIH TANTANGAN ITU KE NAOMI. SUASANA NYA GAK AKAN KAYA' GINI!!!!" Lissa langsung berdiri.
"Udah!!! pokoknya aku gak mau ikut main lagi. Kalian aja yang main. Males main sama orang gedek!! " Lissa langsung berlari ke kamar nya.
"Lah..... terus gimana dong????" Frank kebingungan.
"kamu main aja sendiri" Ares melengos pergi.
"Kamu sih... usil banget. " Felix juga meninggalkan Frank.
"Ya udah... game over. " Frank akhirnya berdiri dan meninggal kan lokasi permainan.
bersambung.......