
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Welcome. Selamat datang di tempat ku. " sambut Michael.
"Penyambutan yang baik. Namun buruk. " Balas Ares.
"Hemm... wah... rupanya wanita mu sungguh menawan. Pantas saja kau melupakan gadis mu yang dulu. Ternyata sudah punya yang baru dan terlihat lebih panas... " Michael mengusap dahulu sambil menatap Lissa dengan liar.
"Cuih... Rupanya ada yang lupa. Upss.. maaf. Tidak tau sebenarnya hahah... " ejek Lissa
"Sudah lah tidak perlu basa basi lagi. " tukas Ares.
"Hahaha....kau tidak berubah. Selalu to the point".
" Kalian akan mati. Dan akan mati bersama ku, karena tempat ini akan meledak.. Hahahahaha.... " Michael tertawa kesetanan.
"Hahahhaha... " Ares dan Lissa tertawa geli...
"Heh!!! Diam.. kalian akan mati. Tidak perlu tertawa.. " Ketua Michael.
"Baik lah tuan percaya diri. Mari kita lihat apakah kau atau kami yang akan mati atau kita mati bersama sama. ???" Lissa melipat tangan di dada nya.
5 menit berlalu....
"Sial!! Toro apa yang terjadi ??? kenapa masih belum meledak??!! " maki Michael.
"Gawat Mich... Ada yang menyabotase Komputer kita. Peledak itu sudah di nonaktifkan secara permanen. " jawab Toro.
"Apa?? Siapa??!! " pekik Michael mendekati Toro. Aku tidak tau. Tapi menurut ku ada penyusup selama kita merancang peledak ini. " jawab Toro.
"Arrgghhh sial...!!!! " Michael menarik rambut nya hingga acak acakan.
"Hahaha rupa nya sahabat ku sangat pintar mempermainkan hati seorang lelaki... ahahaha. " tawa Lissa.
"Breng-sek!!! pasti perempuan soal itu..!!! aaaargghhh.... "
"Heh!! sudah. Waktu bicara sudah habis... Saat nya mengakhiri ini!!! " potong Ares.
Lissa mengangguk.
Klikk!!!
Michael dan Toronto mengacungkan pistol nya.
"Cih!!! "
"Jika kau memang seorang mafia hebat. Apa perlu menggunakan senjata?? Ku rasa tidak. " omongan beracun Lissa mulai di lontarkan.
"Dasar Jal*ng!!! Diam kau!! " Bentak Toronto.
"Jangan berteriak pada Lissa-ku.!! " teriak Ares.
"Wahhh...Sepasang kekasih yang hebat. Mencari mati bersama. " timpal Michael.
Dor!!!!
Lissa langsung menghindari peluru dari Toronto.
Anj**g.!! batin Lissa.
"Pengecut!! " Sarkas Lissa dan langsung menyerbu Toronto.
Area dan dan Michael juga tak kalah sengit. Perkelahian tanpa senjata, membuat keadaan menjadi tegang.
Sreeeekk!!!!
"Arghh!! " Lengan Lissa sedikit tergores.
Toronto menggunakan pisau dalam pertarungan nya.
"Kau curang, maka aku akan lebih curang lagi. " ujar Lissa.
Lissa menyerang dengan sapuan cepat di bawah. Begitu Toronto melompat untuk menghindari sapuan itu, Lissa dengan cepat bangkit dan menendang dada Toronto dengan kekuatan kedua kaki nya.
Bhukkk!!
"Uhukkk!!! " Toronto terbatuk saat menghantam dinding.
Seketika Lissa menyerang Toronto, namun Toronto memegang kaki Lissa yang hampir menghantam dada nya. Posisi kaki Lissa pas membentuk sudut 90° .
Smirk Lissa muncul.
"Akhhak!! " Wajah Toronto mencium telapak sepatu Lissa.
Lissa menekan kaki nya ke dada Toronto dan menghadiahkan wajah Toronto dengan sepatu milik nya. .
Toronto terduduk lemas. Lissa mengeluarkan jarum suntik berisi cairan bening.
Dan benar saja. Saat cairan di suntikan ke urat nadi di tangan , Toronto menggelepar seperti ikan yang baru diangkat ke daratan. Mulut nya mengeluarkan banyak bisa dan mata nya seperti akan keluar. Wajah nya memutih dan semakin Mengeriput.
Cairan yang di suntikan melalui nadi yang memiliki arteri paling besar di antara arteri yang lain. (Aorta).
sekilas info: Aorta adalah arteri terbesar dalam badan manusia. Bersumber dari bilik kiri jantung dan membawa darah beroksigen kepada semua bagian tubuh dalam peredaran sistemik.
Jika racun yang Lissa suntikan langsung menuju jantung maka sistem kerja jantung akan kacau, darah yang dipompa akan tersendat-sendat dan terjadi komplikasi di bagian otak si penerima racun. Dalam waktu kurang dari 10 menit. Jika tidak di beri penawar, maka korban akan langsung tewas.
Dan benar saja. Toronto langsung tewas di tempat dengan kondisi hidung, mulut dan telinga mengeluarkan darah.
Beralih ke Ares.
Perkelahian Ares dan Michael semakin membuat tegang. Pisau tajam menjadi senjata masing-masing. Beberapa luka sudah bertengger manis di kulit wajah mereka. dan koyakan kecil di baju.
Keduanya sama-sama terengah-engah.
Sleppp!!!
Sebilah pisau melayang dan menancap di bahu Michael. Ares lah pelakunya. Saat Michael lengah, dia melancarkan serangan diam diam.
"Breng#sek kau Ares!! " erang Michael.
Michael meremas bahu nya yang terasa terbakar.
Bhak!!...Bhukkk!!... bhakkk.. !! Gubrakk!!...
"Akkhh.. ssshhhsss" Michael berdesis menahan sakit.
"Aku tidak tau , apa yang membuat mu menjadi membenci ku. Bahkan dulu kita adalah sahabat baik. Bahkan seperti saudara kandung. Aku sempat kecewa pada Mich. " Ujar Ares sambil menodongkan pistol.
"Itu semua karena Tuan Mike memberikan kekuasaannya pada mu. Aku iri!!! Dan setelah kau memimpin, kau merusak bisnis ku!! kau membuat organisasi ku porak-poranda... Susah patah aku membangun nya. "
"Itu adalah salah mu.. Kau melakukan hal yang dilarang oleh Tuan Mike. Bukan kan dia mengajar kan kita hal baik. Meskipun Mafia, dia tetap baik. Sedangkan kau. Kau menyerang orang tak berdosa dan tak ada hubungannya dengan Mafia. Itu sebabnya aku menghancurkan mu. "
"Dan aku... Adalah salah satu korban mu Tuan Michael. Kau membuat wajah ku hancur dan membuat kaki ku lumpuh. Meskipun kondisi ku sudah sangat baik sekarang. Tapi sahabat menjadi gila karena kondisi ku!! " Potong Lissa.
"Heh... hanya wanita lemah pun.. " cibir Michael.
"Sudah lah..Akan ku lenyapkan kau. Jika kau masih hidup, mungkin kau akan membuat kerugian yang semakin besar di saat mendatang. Maaf aku Mich. " Ujar Ares.
"Jika kau terlahir kembali. Aku harap kau menjadi manusia yang baik "
Michael hanya diam.
Ares mengarahkan pistol nya dan...
Dor... dor.... dor....
3 peluru akhirnya bersarang di tubuh Michael dan merenggut nyawa nya.
"Hmm... aku lega.. sekarang" hela Lissa.
"Kenapa??"
"Dendam ku terbalas. Meskipun aku tidak membalas dengan cara yang sadis, tapi begini saja sudah cukup. "
"Iya kau benar. Aku ingin sekali memutilasi nya. Tapi aku takut episode ini tidak akan lulus review karena unsur kekerasan. "
"Iya, aku juga demikian. "
"Kalau begitu hhemm... " Ares menaikkan alis nya.
"Apa?"
"Kau menerima lamaran ku bukan. ??" goda Ares.
Pipi putih Lissa langsung bersemu. Dan menoleh ke lain arah.
"Hmmff!!! Tidak.. Kenapa aku harus menerima lamaran mu... apa untung nya bagi ku..!?" ihhsss dasar Ares tidak tau tempat... Bisa bisa nya menanyakan hal itu di saat seperti ini. Dasar tidak romantis!! ushshhhh.....
"Bagaimana?? heum.. heum... " menaik turunkan alis nya.
"Sella aku akan segera pulang. Bereskan semua nya. Perintah kan anak buah kita untuk berkemas, jika ada yang terluka serah kan saja pada tim medis. Aku akan menanggung biaya nya. Jika kalian ingin berpesta gunakan uang ku saja. Nanti akan ku berikan kartu. " Lissa menekan headset Bluetooth nya.
Dan meninggalkan Ares di tempat kejadian.
Ares menghubungi Felix.
"Felix.. Ratakan tempat ini dengan tanah... Untuk mayat Michael, kuburan dia dengan layak. Dia juga masih sahabat dulu. Dan untuk jenazah musuh... Gali saja sebuah luar yang besar dan dalam, yang cukup menampung mayat itu. Dan timbun dengan tanah. "
pikkk.... Alat di matikan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...