
"Bagaimana ini???... Niat awal ku kan ingin balas dendam... pada orang itu. Tapi kenapa malah merencong. ???"
Lissa mondar mandir di ruang kamar nya dengan gelisah. Sambil menggigit jari nya.
"Arrghhhh... Kacau!! kacau!! kacau!! " Dia mengacak rambut nya.
"Dimana Sella?? apa tugas nya belum selesai.. Kenapa sangat lama.. ???Apa dia merawat seorang anak sehingga sangat lama???.. Huh!! " dia terus menggerutu.
Tliliitttt... tlitliiittt....
"Hishhh... Siapa yang menelpon saat kacau begini???" kesal nya menyambar HP.
"Halo!! " ucap Lissa.
"Lady!!!!! Aku sangat merindukanmu huhuhuu!!!! " suara pekikan Sella berdengung di telinga Lissa.
"Hemm... Iya aku juga...Tidak ada kau, tidak ada yang bisa aku recoki dan aku ganggu. " balas Lissa.
Sella hanya bisa memaki Lissa dalam hati nya.
"Oh iya... bagaimana pengintaian mu?? apa ada perkembangan atau sesuatu yang mencurigakan???"
"Ah!! Iya aku lupa. Orang itu sudah mulai melakukan penyerangan pada sebuah kelompok Mafia. Dan beberapa markas kelompok Mafia itu ada yang hancur. " jawab Sella.
"Lalu??... Mafia mana yang ia serang?? apa tujuan nya??. " tanya Lissa lagi.
"Emm... aku juga kurang yakin. Tapi aku dengar dari beberapa anak buah nya, itu semua dia lakukan semata-mata hanya untuk menghancurkan hidup ketua Mafia itu... " lanjut Sella.
"Haisshh.... Tidak berguna juga ya orang itu.. " Lissa menggeleng.
"Kelompok mana yang dia serang aku jadi penasaran???" tanya Lissa.
"Itu... nama kelompok nya......"
π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’
H-4.... Menuju penyerangan.
MARKAS PUSAT DARK OF DEATH
Ares sedang duduk di Kursi empuk nya. Bersama Felix dan juga Frank.
"Felix!!. Bagaimana pemeriksaan senjata.. ??" Tanya Ares.
"Baik bos. Tapi seperti nya kita kekurangan senjata. Kira-kira kita perlu 200 buah. Dan untuk peledak kita juga kekurangan 50 peledak. " lapor Felix.
"Apa saya boleh menyarankan bos??" tawar Felix.
"Apa??"
"Kita bisa memesan senjata dari sebuah kelompok. Mereka menjual senjata kualitas terbaik. Ya.... meskipun yang lain menjual senjata yang sama.. Tapi kelompok yang satu ini berbeda. " ujar Felix antusias.
"Terserah ku lah. " Felix melengos.
"Jadi bagaimana bos??... Mau tidak??" tanya Felix kembali.
"Hmmm... kalau memang sebagus itu.. Baiklah. Kita bisa membeli nya. " Ares menyetujui.
"Frank... Laporkan perkembangan kendaraan kita. " Ares beralih.
"Semua nya dalam kondisi bagus bos. Hanya ada beberapa masalah kecil, tapi sudah di selesai kan. Saya sendiri yang memantau nya. " jawab Frank.
Ares tampak mengangguk puas pada kinerja kedua buntut kepercayaan nya itu. Mereka berdua tidak pernah mengecewakan dirinya dalam hal apapun.
"Kita masih punya beberapa hari lagi. Gunakan waktu kalian untuk berlatih dan beristirahat dengan baik. Karena penyerangan ini perlu tenaga, konsentrasi, dan pola pikir yang bagus. Sampai kan ini pada yang lain juga. !! ".
" Karena tidak tau apa yang akan terjadi saat kita sudah di lapangan.Kekuatan Fisik dan mental kalian semua harus dalam kondisi prima kalau kalian tidak mau pulang dengan nama. " tutur Ares lagi.
"Baik bos. Akan kami sampai kan. " angguk mereka berdua.
"Hm."
Ares pun meninggalkan markas pusat DoD. Melakukan mobil nya ke sebuah tempat.
π π π π π π π π π π .
"Apa!!!! Maksud mu kelompok Mafia yang di ketuai Ares???!!! " Lissa memekik.
"Iya Lady. Organisasi Dark of Death. " Sella membenarkan
"Iya... Benar Lady. Dia ingin menghancurkan kebahagiaan Ares itu. Dia juga tau Ares menyukai seorang wanita. Yang ku dengar dari anak buah nya, dulu wanita itu hampir mati di buat nya. Dan area juga menolong wanita itu. Tapi dirinya malah di jebak. "
"Namun wanita itu ditolong organisasi Mafia lain. Pada akhirnya dia kabur ke luar negri.... Wanita itu di larikan untuk di rawat... Begitu cerita yang aku dengar Lady. " lanjut Sella.
berarti wanita itu aku... Ya benar.!! itu aku... Haaahhh.. dunia memang sempit. Bisa bisa nya aku punya musuh yang sama dengan Ares itu. Batin Lissa.
"Yuhu.... Lady kau masih hidup kan??? jangan bilang kau mati mendadak karena Ares mu itu di serang... Hutang mu masih banyak... gaji ku selama 5 bulan belum kau bayar. Dan juga jajan mu. Aku tidak ikhlas... " cerocos Sella yang selalu mengungkit hutang saat ada kesempatan.
"Hemmm!!!! Kau itu mata duitan. Dasar matre. " ketus Lissa.
"Uang memang bukan segalanya Lady... Tapi kalau tidak ada uang mau apa... Tidak mungkin kan aku harus duduk di dekat lampu merah sambil mengadahkan tangan sambil berkata(bu.. pak... saya belum makan 5 hari...) . Ishh tidak mungkin ya... " celoteh Sella dengan napas cepat.
"Aahhhh!! Sudah... diam diam... gaji mu akan ku transfer... Beserta jajan ku. Begitu saja pelit... " jawab Lissa sambil Menggerutu
"Ya.. Sudah dulu. "
Tut..
Lissa menutup telpon ta oa menunggu Jawa Sella yang unfaedah.
"Hmmmm... mungkin aku dan dia bisa bekerja sama???" gumam Lissa tersenyum samar..