THE MASTER OF MAFIA FALL IN LOVE (Season 1&2)

THE MASTER OF MAFIA FALL IN LOVE (Season 1&2)
S2. 55



Aku adalah calon suami mu.....


Plak!!!!!


"Astaga!! kenapa kau memukul ku??"


Laki-laki itu menyibak tudung jaket hoodie nya dan membuka masker serta topi hitam nya. Lalu mengusap pipi nya yang masih terasa panas akibat tamparan cap lima jari.


"Tuan Ares??.. Bagaimana anda bisa di sini??Apakah profesi Anda sudah berubah??. Bukan lagi menjadi pengusaha tapi menjadi penguntit!? " Lissa memberondong Ares dengan sindiran dan cibiran pedas.


"Hahahah... Kau bisa saja Lissa " ngeles Ares.


"Katakan. Kenapa anda kemari??" tanya Lissa tanpa bertele-tele.


"Tidak ada.. Aku hanya ingin membantu calon istri ku bekerja. " Ares memasukkan tangan nya ke saku hoodie.


"Ck... Pergilah. " usir Lissa.


Ares hanya menggerakkan bahu nya. Sementara Lissa sudah menggulung lengan bajunya. Lissa membantu mengangkat beberapa meja yang masih bersisa. Dan memungut kertas dan kain atau apalah yang menjadi sampah.


"Ckkckckc.... rajin sekali dia itu. " gumam Ares melihat Lissa.


"Bagaimana dia tidak di cap sebagai bos terbaik. ??Lihat saja dia. Sangat merakyat menurutku. " gumam Ares lagi.


Ares terus memperhatikan Lissa yang sibuk mengoceh memberi perintah dan tubuh nya bergerak ke sana kemari karena aktivitas bersih bersih nya.


Dia melihat Lissa sedang membantu staf nya menurunkan kain yang menghias sisi ruangan. Lissa menaiki tangga, namun karena sepatu nya slip...


"Eh.. eh.. Jatoh... jatoh.. jat... " Lissa memejamkan mata nya dengan rapat.


eh... kok tidak sakit???. Pikir nya


"Sampai berapa lama aku akan menutup mata mu. ???" tanya Ares.


"Huftt.... Terima kasih. " ujar Lissa setelah turun dari sambutan Ares.


Yap. Melihat Lissa hampir jatuh, Ares dengan secepat kilat menghampiri nya Dan hap!!! lalu ditangkap. 🤣🤣.


"Ya sama sama... Tapi pertolongan ku tidak gratis. " smirk Ares.


"Tchhh.... apa??. " decak Lissa.


"Temani aku makan siang. Sebentar lagi akan jam makan siang. " ujar Ares.


"Apa kau tidak melihat kantor ku masih berantakan sepeti terkena angin badai ???"Lissa heran dengan pria satu ini.


" Kalau begitu aku akan menolong mu dan karyawan mu. " jawab Ares enteng.


"Hmmsss.... " dengus Lissa.


Sesuai dengan perkataan nya. Ares menolong Lissa membereskan. Karena hanya sisa sedikit lagi yang masih harus di bersih kan. Pekerjaan Lissa tidak terlalu berat.


30 menit kemudian....


Phak... phak...


"Nah... Akhirnya sudah selesai. Ayo kita makan siang. Sekalian ajak Karyawan mu yang ikut bebersih.!! " Ares tanpa aba aba langsung menggenggam tangan Lissa.


"Eeehhh...!!!! " Lissa tertarik mendekati Ares.


"Tchhh... lepaskan!! " Lissa menyentak tangan nya. Tangan mereka terlepas.


Lissa menuju ke arah ruangan kecil.


"Cek.. cek..." Suara Lissa menggema.


"Perhatian kepada seluruh karyawan. Karena sudah memasuki jam makan siang. Dan pekerjaan kita juga sudah rampung semua. Maka dipersilahkan kepada kalian semua untuk istirahat makan siang terlebih dahulu. Dan..---"...


" Ehemm... Perhatian. Ini orang lain yang berbicara. Untuk semua karyawan, kalian saya traktir. Kita akan makan siang di sini. Dan kalian bebas memesan makanan apapun. Saya yang akan membayar nya." Ares mengambil alih pengeras suara.


"Woohooo!!!! ".....


"Hahaha makan gratis!!! "....


" Hore..... Di traktir.... "....


Begitulah sorakan happy para karyawan Lissa.


" Hffff.... " Lissa hanya menghela nafas.


Kemudian para karyawan memesan menu makan siang mereka. Para kurir pengantar makanan online silih berdatangan. Bahkan, para pejalan kaki heran melihat halaman perusahaan Vero's Corporation penuh dengan kurir makanan.


"Hei.. Ares. Aku tau kau sangat kaya. Tapi bagaimana kau membayar kurir makanan satu persatu seperti ini??? apa kau membawa uang cash yang cukup. " cibir Lissa melihat Ares


"Haha.... Panggilan itu terdengar bagus. Tanpa embel-embel 'Tuan'. Mungkin kau harus membiasakan memanggilku sayang... " kekeh Ares dengan geli.


"Heh!!! aku rasa kau memang sakit. " balas Lissa.


"Kau tau kan. Perusahaan ku berjalan di segala bidang yang menghasilkan uang, dan bermanfaat bagi orang lain. " jelas Ares.


"Jadi kau bermaksud sombong begitu???" delik Lissa.


"Buk---- Nah makanan kita sudah sampai. " Ares menghentikan kata-kata nya.


"Ini untuk mu " Ares memberikan 1 porsi makanan pada Lissa.


"Ya. Terima makanan nya. " Lissa menerima makanan itu.


"Hmm??? Omurice???" gumam nya terdengar Ares.


"Kenapa ??kau tidak suka??. " tanya Ares


"Tidak.Aku suka. Hanya heran saja kau tau makanan favorit ku. " Lissa menyuap kan sesendok Omurice ke mulut nya


"Tentu saja aku tau. Bahkan makanan kesukaan kita sama. " balas Ares.


"Apa maksud mu???" Lissa menoleh.


Merasa dirinya di tatap oleh Lissa. Ares menoleh. Tatapan mata mereka saling bertemu. Mereka sama-sama terdiam. Menatap semakin dalam. Dada kedua nya bergemuruh....