
πΌπΌπΌπΌπΌ
"Aku tau siapa orang yang membawa Lissa ku pergi... " kata kata Ares yang tiba-tiba membuat Felix dan Frank kaget.
"Siapa tuan??" tanya Felix.
"Kau lihat saja nanti... " Ares tersenyum smirks..
πππππ
Sudah hampir 1 bulan Lissa belajar tentang bisnis dan cara mengelola nya. Di ajar kan oleh Remon dan lucky. Meskipun kadang ia harus di hukum karena melakukan kesalahan, namun itu tidak masalah bagi nya.
"Wahhh.. Lady, kau sangat hebat... Dalam waktu hampir sebulan saja, kau sudah mahir dalam hal bisnis. " puji Sella.
"Tentu saja aku hebat... kau baru tau ya??" ujar nya dengan sombong
"Hmm... ku tarik kembali kata kata ku.. " sahut Sella.
"Oh.. iya.. sudah lama aku tidak mengunjungi Naomi... Ayo kita jenguk dia. Mungkin dia kesepian. " ajak Lissa.
"Oke.. " jawab Sella.
15 menit mereka bersiap.
"Kalian mau kemana???" tanya lucky saat melihat penampilan Lissa dan Sella.
"Aku ingin menjenguk sahabat ku... Apa kak lucky mau ikut.. di sana banyak loh yang mirip dengan kakak... " kata Lissa tersenyum jahil.
"Kemana ??" tanya nya.
"RSJ..hahahah... " Lissa tertawa terbahak-bahak sambil berlari keluar rumah.
"Hah... RSJ?? bukannya itu untuk orang yang gangguan jiwa.. Berarti.....,.. LISSA!!!!!!!!! " teriak lucky dengan geram.
"bisa bisa nya aku di samakan dengan orang gila. " gerutu nya.
Oh iya... apa kabar dengan Karin??? karin sehat kok... malahan dia sehat banget.. karena tidak hari makan terus. Dia juga selalu melaporkan kegiatan Lissa pada Ares atasan nya.
Dan baru saja, karin melaporkan pada Ares kalau Lissa akan mengunjungi teman nya di RSJ. Ares tentu saja langsung bergerak menuju RSJ.
Dan Ares sempat kaget, bahwa RSJ yang Lissa datangi adalah tempat Naomi di rawat.
"Kenapa aku merasa aneh dengan wanita itu??" gumam nya.
*************
"Hai Naomi... apa kabar... ???" sapa Lissa.
"Hahah.. baik.. " mendengar respon Naomi, Lissa terkejut dan langsung memeluk tubuh nya.
"Huuu.. huhuhu... kau merespon ku Mi... huhu.... " tangis nya.
Sejak kedatangan Lissa terakhir kali, Kondisi Naomi perlahan membaik, mungkin karena Lissa sering mengirimkan kue pada Naomi. Meskipun Lissa tidka mengunjungi Naomi, tapi ia selalu mengirimkan kue setiap 3 kali sampai 4 kali dalam seminggu.
Dan hasil nya, perlahan mental Naomi membaik. Respon nya sudah sinkron dengan lawan bicara nya.
Dari kejauhan Ares memperhatikan gerak gerik Lissa. Dia semakin di buat bingung. Ia hanya bisa mengambil kesimpulan bahwa wanita yang sedang menangis sambil memeluk Naomi adalah seseorang yang sangat akrab dengan Naomi.
Tapi setelah dia selidiki, Naomi tidka memiliki orang dekat selain keluarga nya, Lissa, Miko, Felix Frank dan Miko. Semakin besar tanda tanya yang menghiasi kepalanya.
Ares mendekat lagi, agar bisa mendengar dengan jelas apa yang di bicarakan oleh Lissa.
"Naomi aku sangat senang kau mulai membaik. Ayo, kita ke taman... suasana di sana lebih baik. " ajak Lissa.
Sella merasakan ada yang mengikuti mereka. Namun ia tepis. Lissa juga dapat merasakan ada seseorang yang sedang memperhatikan mereka. Namun ia memilih untuk tidak mengurus nya.
"Mi ayo duduk di bawah pohon itu.. " ajak Lissa.
Naomi hanya mengangguk.
Ares masih setia mengikuti mereka Ia duduk di sisi lain dari pohon itu, dan Lissa berada di sisi lain nya. Sehingga posisi mereka saling membelakangi. Ares memasang kupingnya dengan baik.
"Hei... Mi, apa Miko sering menjenguk mu??" tanya Lissa.
Naomi tak menjawab, hanya mengangguk.
"Oh iya.. aku sangat merindukan ayah dan ibu... dan juga adik mu itu... Mungkin kapan kapan aku akan mengunjungi mereka. " kata Lissa lagi.
Naomi tidak merespon.
"Oh iya.. Mi. Aku ingin mengatakan sesuatu pada mu.. Aku ini sudah bisa mengelola perusahaan ku sendiri loh... Hebat kan??... itu adalah perusahaan milik momy... " pamer Lissa
"Hehe... " tawa Naomi.
"Naomi... kapan kau akan sembuh??.. aku tidak mau jauh jauh dari mu lagi. hiks... hiikkss... " Lissa tiba tiba menangis.
Ares semakin bingung.
"Apa kau tau??? alasan ku kembali ke negara T ini???... buka... hikkks.... " tanya Lissa sambil sesegukan menangis.
"Lady.... hikks... " Sella menenangkan Lissa yang sudah terisak.
Sella sudah tau masa lalu Lissa. Ia juga tau, bagaimana Lissa yang dulu di siksa, hingga mengalami mati Suri. Dan juga alasan Lissa mengoperasikan wajah nya.
"Hahah... " Naomi malah tertawa...
"Aku akan membalas kan dendam pada si Bajing*n itu Mi.. Dia sudah membuat memisahkan kita dulu. Sekarang, aku sudah kuat. Aku akan membalas dendam. " Mata Lissa menatap lurus kedepan, Seolah menyiratkan sebuah dendam.
Maaf ya Readers... author nya khilaf.. hehehe.. maklum.. sibuk sama urusan duniawi.... sampe dunia halu dan akhirat nya lupaπ.
ini ku kasih revisi nya..
makasih ya kk yang udah komen kali bab nya ke ulang. π₯°π₯°π₯°π₯°