
Hai semua
apa kabar
semoga sehat selalu
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Bos... ada yang mencurigakan di luar sini.. " kata salah seorang anak buah Ares.
"Apa?" tanya nya singkat
"Beberapa mobil yang sama, terus saja bolak-balik di sekitar tempat ini..." jawab anak buah nya
"Apa mereka menyerang kalian?"
"tidak bos.. Eh.!!!mereka berhenti di depan kami bos. " kata anak buah nya lagi
"Jaga area ini. Jangan sampai terjadi sesuatu.!! " titah Ares.
"Baik bos. Akan ka.... Aakkhh!!!!! " Tiba-tiba komunikasi terputus.
"Hei jawab aku!!. shit!!! ". Ares segera menghubungi Felix dan Frank
" Kalian!! perketat keamanan!! jangan sampai ada yang terluka!! " tegas Ares.
"b-baik tuan! " jawab Felix
"Siapa yang berani mengganggu!! Sial.!!! " umpat Ares.
Dor.... dor... dor.. dor... .. dddddooooorrrrrr.
suara senapan mesin dan pistol bersahutan.
"Apa ??? siapa mereka??" Naomi panik setengah mati.
"Ayo.. ikuti aku.. " Tiba-tiba Frank datang.
"CEPAT!! CARI GADIS ITU..!! DAN BAWA DIA...!!! " teriak salah seorang yaitu pemimpin mereka.
beruntung semua tamu sudah pulang. jika masih ada tamu, mungkin mereka akan jadi korban.
"Sandrina!! G-one... aman kan tempat ini" titah Zira
"Baik Lady" jawab kedua nya
saat dalam situasi seperti ini, Grey dan juga Sandrina akan menggunakan nama Mafia mereka.
"mom!!! momy di mana??" teriak Lissa
"Disini nak. Kamu harus aman kan dirimu... Kau harus aman dulu.. " ujar Zira.
Zira kini memegang pistol, begitu juga G-one dan Sandrina. Seolah mereka sudah tau, hal ini akan terjadi.
"Ba-baik mom. Momy jaga diri ya.. " Lissa langsung mengamankan diri nya.
**Dddddooooorrrrrr......
dor..... dor... dor**...
Akkhhhh......
Acara yang harus nya berakhir damai, kini malah menjadi tempat perang.
"Siapa yang menyerang kita?" tanya Felix
diri nya sedang mengisi peluru nya.
"Aku tidak tau... akhh... sial bangs*t kau!! " maki Frank
"Kau terluka??" tanya Ares.
"hanya tergores tuan" jawab Frank
"jaga diri kalian. mungkin mereka mengincar kita. " kata Ares.
"CEPAT!!! CARI GADIS ITU... DAN BAWA KE MARKAS. " teriak seseorang
"LISSA!!!!! " teriak Naomi dengan keras saat Lissa ditangkap.
Orang-orang itu berhasil menemukan persembunyian Naomi dan Lissa. Maklum, hanya mereka berdua tidak bisa memakai senjata. Lissa berusaha memberontak saat diri nya di tangkap.
"lepas!!! lepaskan aku brengsek!!! lepas.!! " Lissa di gendong seperti karung beras.
"Diam lah... atau kau akan kehilangan nyawa mu sekarang!! "
Plak!!! orang itu memukul pantatnya Lissa
"Dasar kau Bajing*n!!! berani berani nya kau menyentuh Lissa ku!!!!!! " geram Ares.
Dor..
Ares menembak kaki orang yang membawa Lissa. Alhasil Lissa terjerembab ke lantai. Lantai yang di penuhi darah.
hooek...
Lissa sangat mual dengan bau amis itu. melihat diri nya mulai aman Lissa langsung kabur. namun kaki nya terserempet peluru musuh.
Dor...
"Awwsshhhhttt.... " ringis Lissa.
Dia berjalan terseok-seok. Darah di kaki nya tak kunjung berhenti keluar. Akhirnya dia mengoyak baju salah seorang musuh yang tewas. Dan membalut kaki nya dengan kuat.
"Aku harus pergi.. kalau tidak, aku akan menyusahkan momy... " gumam Lissa
Namun saat dia hendak kabur tiba-tiba
Greppp..
sebuah tangan menahan bahu nya. Lissa reflek, berbalik dan memukul orang itu, yang ternyata adalah musuh.Musuh itu terjungkal ke belakang.
"Heh... dasar... gak tau diri!! " sarkas Lissa
Lissa kelimpungan, bingung kemana ia harus sembunyi. Lalu datang Zira.
"Nak.. Lissa.. ikut momy.. kau akan aman. " ajak Zira langsung menarik tangan Lissa.
"Lissa kau harus menekan tombol yang ada di anting anting mu itu. (anting-anting bentuk kepala naga pemberian Zira). Anting itu memiliki GPS.... jika terjadi sesuatu pada mu. Mami akan menemukan mu. Di mana pun juga. " kata Zira
"Baik mom.. " Lissa langsung meraba anting nya dan merasakan sebuah tombol kecil. Lalu dia menekan tombol itu.
Tiit... Ada sebuah lampu kecil yang berkedip dari anting itu.
"Sudah mom... " kata Lissa
"bagus... Kau sembunyi lah disini. Momy akan melindungi mu. " kata Zira langsung mendorong Lissa ke sebuah tumpukan.
Dddoorr..... dor... dor... dor....
"Sial.. peluru ku habis.!! " umpat Zira.
"hahahaha.kau hanya wanita tua, lebih baik aku langsung mengirim mu ke neraka!! " kata musuh yang sedang berhadapan dengan Zira
"Heh... kalau kau bisa.. " Zira mengambil ancang-ancang menyerang.
Dia bertarung dengan tangan kosong melawan musuh itu. Sedang kan musuh nya menggunakan pisau, karena peluru nya juga habis.
bugh..... Bughhh.... kkkraakkk.....
suara pukulan dan tulang patah.
"Arrrghhh.. dasar kau nenek tua!!! sudah bau tanah masih berani melawan.... " musuh itu langsung menendang kaki Zira saat Zira lengah.
Dan.... Aahkkkhhh......
perut Zira tertusuk oleh pisau musuh nya. Darah semakin mengucur deras saat musuh itu mencabut kembali pisau nya.
"MOMY!!!!!!!..... " Lissa langsung keluar dari persembunyian.
"Berani kau melukai ibu ku!!! Mati saja kau anj*ng!!! " Maki Lissa dan langsung menendang dada musuh nya.
bersambung....