
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi hari Lissa terbangun lebih dulu, dan merasa kaget saat melihat tangan kekar di atas pinggang nya. Hampir saja ia berteriak, namun dia urung. Baru sadar jika diri nya sudah menikah.
"Hhheehh.... Hampir aja aku mendorong suami sendiri. " gumam nya.
Lissa mengangkat tangan itu. Tapi sudah di pindah kan, tangan itu kembali bertengger manis di atas perut nya. Bahkan terasa semakin erat.
"Eemmmhhhh.... Honey. Masih pagi kau mau kemana??Tidur saja. " ucap Ares dengan suara serak.
Lissa merinding sendiri mendengar nya. Apa lagi suara itu terdengar sangat seksi di telinga nya.
kok serem ya?? batin nya.
"Ares... " Lissa menggoyang lengan Ares.
"Hmmm... "
"Bangun! "
"Nanti saja... Aku masih lelah dan ngantuk. " Ares kembali mengeratkan kaitan tangan nya di perut Lissa.
"Ayo lah.. yang lain sudah menunggu kita... " bujuk Lissa.
Tinggg...
Suara HP Lissa.
Sebuah pesan dari Sella masuk.
"Lady.. apa kau sudah bangun? "
"Sudah" balas Lissa.
"kenapa lama sekali?? "
"Mengurus bayi besar dulu.. Kau tau kan. Lebih baik kalian sarapan lebih dulu. Aku dan Ares akan menyusul. " balas Lissa.
Di ujung sana Sella hanya manggut manggut. Lalu memberitahukan pada semua orang bahwa pengantin baru itu akan menyusul nanti.
Perkataan Sella ditanggapi dengan maksud berbeda okeh semua orang termasuk si kembar 2F.
"Syuuuttt... Rupa nya tuan Ares ganas juga. Sampai sampai mereka akan menyusul nanti. " bisik Frank pada Kembaran nya.
"Iya.. aku baru tau.... Mungkin karena sudah terlalu lama menjomblo, maka nya tuan Ares menjadi ganas begini. Aku kasihan dengan Lissa" balas Felix dengan berbisik juga.
Kedua nya hanya mendengus karena bisik bisik tetangga nya di ganggu oleh wanita jadi jadian itu. Begitu lah julukan yang di berikan si kembar pada Sella.
Kembali pada Ares dan Lissa.
Akhirnya dengan segara bujuk rayuan nya. Lissa berhasil lolos dari Ares. Dan kini dia baru saja selesai melaksanakan ritual mandi nya.
"Ckckck... Ternyata bos mafia bisa juga molor seperti kucing jalanan... Lihat saja, mulut terbuka, dan rambut acak acakan. Untung saja tidak ada air terjun yang mengalir sampai jauh... " Lissa mengelap rambut nya yang basah.
"Ares.. Ayo bangun aku lapar.. " Lissa mengguncang tubuh Ares.
"Mmhh.... Iiisshhh... "
Ares menepis tangan Lissa.
"Isshhhh... Awas ya.. ku kerjain heheh"
Rencana jahat Lissa tak pernah absen dari otak nya. Selalu saja ada hal usil yang ia pikir kan. Bahkan kini ia lupa bahwa dirinya hanya mengenakan jubah mandi yang tersedia kamar mandi hotel.
Lissa mengambil ikat pinggang dan dasi Ares yang kebetulan masih menempel di pakaian nya. Dengan perlahan Lissa mengikat kedua kaki Ares dengan ikat pinggang dan kedua tangan Ares dengan dasi.
Lalu Lissa mengambil HP nya, membuka aplikasi YouTube, mencari sound d*sah*n.Dia menyetel dengan suara sedang. Dan mendekat kan nya ke telinga Ares.
"Aaahhh*****... U****hhhhh... aa****hhhh.... " begitu kira-kira suara sound itu.
Ares perlahan menggeliat kan badan nya... Namun dia merasa aneh. Tangan dan kaki nya tidak bisa bergerak leluasa. Dengan paksa ia membuka mata nya.
"Aaa****hhhh.... Sssshhhhh... " Ares mendesis Sambil memejamkan mata nya.
Sesuatu di bawah sana tiba-tiba bangkit dengan sendirinya. Dan pelaku nya tak lain tak bukan adalah istri nya sendiri...
Sang pelaku mengeluarkan tatapan sok polos seperti tak pernah melakukan kesalahan apapun...
Dan wajah sok polos itu, membuat n@fsu nya menjadi meningkat.. Ares menggeleng, menghalau serasa pusing. Gawat. Ia harus segera bertindak.
Lissa yang melihat itu semakin mengeras kan volume sound me*desah itu.
Awas saja kau Lissa.... Begitu aku bebas, aku akan memakan mu, kau akan memohon ampun dan berteriak nikmat, bahkan kau akan ku buat tidak bisa berjalan seharian....
Nah kan Lissa sihhh... Lagian udah tau suami nya itu Jomblo dari dalam kandungan, masih pengantin baru lagi. Kok malah di bangunin singa nya...
Lissa author hanya bisa memberikan doa. Semoga Ares tidak memakan mu hingga tulang tulang mu.