THE MASTER OF MAFIA FALL IN LOVE (Season 1&2)

THE MASTER OF MAFIA FALL IN LOVE (Season 1&2)
S2. 31



🌈🌈🌈


"Baiklah... pertama, kau akan ku perlihatkan beberapa berkas. " Remon memberikan setumpuk berkas.


Bum....


berkas itu terhempas di meja.


"Astaga gila... itu sih nama nya bukan beberapa berkas, tapi segunung berkas. " pekik Lissa


"Kau ini, baru ku perlihatkan sedikit berkas saja sudah kaget. Kau ini masih belum belajar apa apa, berkas segini hanya seuprit saja.. Jika kau benar benar sudah menjabat sebagai pemimpin perusahaan ini, maka ruangan ini akan pernah d ngan berkas, map dan kertas kertas... " tutur Remon dengan panjang lebar.


"Apakah kau benar kak??. " selidik Lissa


"Untukk apa aku berbohong Lissa??... mengurus perusahaan bukan lah hal yang gampang. Bukan hanya duduk diam di ruang CEO!!! " tukas Remon.


"Hah.... baik... baik.... mana berkas nya. " Lissa menghela nafas.


Dia membuka jas nya, dan duduk di sofa agar bisa lebih nyaman.


Sementara Remon memilih keluar sebentar, dan Sella menemani Lissa.


Berkas ke-1....


Berkas ke-2....


Berkas ke-3....


Berkas ke sekian............


1Jam kemudian............


Ghooorrrrkkkk....... Ghhroookk......


"Shit!!! dasar adik gila!! baru sejam ku tinggal, sudah mengorok... " Remon mendumel.


"Hei... bangun Lissa... Dimana Sella??" Remon


Krrriittt....


"Hai... Remon... dari mana saja kau??" Tiba tiba Sella keluar dari toilet.


"Dari mana saja kau??" tanya Remon...


"Hei.. buta ya??.. kau gak liat aku keluar dari toilet??.. tentu saja dari toilet. " tukas Sella


"Tau... maksud ku ee... ahh... sudah lah lupakan... " ujar Remon.


"Hah!!? udah tidur aja si Lady.. " Sella agak terkaget.


🐼🐼🐼🐼🐼


"Frank... "


"Apa??"


"Tentu saja... " jawab Frank.


"Apa kau tidak menyadari sesuatu yang aneh??" tanya Felix lagi


"Apa maksud mu sesuatu??" Tiba-tiba ares bertanya.


"Ya... saya merasakan aneh saja... " jawab Felix dengan ambigu.


"Hem... apa kalian tau siapa laki-laki itu??" tanya Ares


"Emm... kami tidak tau. " jawab mereka kompak


"Tapi.. seperti aku mengingat sesuatu deh Feli... " ujar Frank dengan agak mengejek.


"Hei.. apa kau pernah merasakan patah lidah??... jika belum, aku akan mematahkan kan lidah mu. " tegas Felix.


"Hihihi santai dong... " Frank cengar-cengir.


"Apa yang kau ingat Frank??" Ares jengah dengan perdebatan 2 saudara itu.


"Kalau gak salah laki-laki yang membawa Lissa itu menggunakan pakaian yang biasa kita gunakan, maksud ku pakaian khusus. " jelas Frank.


"Ya.. aku baru ingat... dia juga memiliki beberapa alat canggih.. Seperti bukan orang biasa. " Felix ikut membenarkan.


"Apa ada petunjuk atau sesuatu yang lebih spesifik?? " Ares mencoba menggali informasi...


"Emm... aku rasa tidak, apa kau melihat sesuatu Frank??" Felix


Frank mengetuk ngetuk dagu nya "Ya.. di lengan baju sebelah kiri nya ada lambang Naga. " jawab Frank.


"Naga??..." Ares masih bingung.


"Apa ada petunjuk lain??" tangan Ares lagi.


"Hem... saya tidak bisa mengingat dengan jelas tuan, tapi kalau tidak salah warna naga nya itu antara warna merah keemasan. " kata Frank agak Ragu-ragu.


"Baiklah... terimakasih... aku sudah tau dari mana orang itu. " Ares langsung bangkit dan menuju sebuah ruangan.


🐼🐼🐼🐼


"Bagaimana.. kau sudah paham???" tanya Remon pada Lissa.


"Paham... sangat paham" jawab Lissa dengan malas, sambil mengelus kepala nya yang agak benjol, karena mendapatkan pukulan dari Remon.


Karena kesal melihat Lissa yang tidur, Remon mengambil sebuah map yang berisi banyak kertas dan..


Phuk!!!!


"Aaaaakkkk..... duhh siapa sih yang mukul-mukul???!!! " Lissa berteriak dan langsung marah marah.


"Enak ya kau... aku menyuruh mu untuk mempelajari berkas ini.. dan kau malah enak enak tidur??... lebih baik kau tidak usah mengurus perusahaan ini!! kalau kerja mu hanya tidur saja!!! " omel Remon.


Sella hanya menundukkan kepala nya, bukan sedih ya.. tapi dia menahan agar tidak tertawa. Dengan kata lain, sella tertawa di atas penderitaan orang lain.