
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Alurnya ngebut!!!!!!!
Satu bulan kemudian.....
"Hoeekkk... uweekkk..... Heughhh.... "
"Sayang kau kenapa??" Lissa memijat tengkuk Ares naik turun.
"Akhuuhhh... tidak ta---... ughhh... hooekkk.... oeehh...... huhhhfff" Ares memuntah kan sarapan nya.
Tidak tau kenapa, sudah 3 hari ini dia mengalami mual, tapi hari ini dia memuntahkan semua makanan nya. Bahkan hingga tak bersisa.
"Mungkin kau harus ke dokter... Dan jangan membantah ku!! " Pinta Lissa.
"Baik lah... Terserah kau saja... " ucap Ares yang merasa lemas lesu...
Lissa kemudian menghubungi dokter Alvian...
30 menit kemudian.
"Kenapa dengan Ares??? tumben sekali di sakit???" Dokter Alvian terheran.
"Entahlah... tapi 3 hari belakangan ini dia selalu mual, tapi tidak muntah... Baru hari ini dia muntah... " Jelas Lissa apa adanya.
Alvian pun mulai mengecek kondisi Ares..
"Eemmm aku tidak bisa mengatakan secara pasti dia sakit apa. Karena kondisi tubuh nya sangat sehat. Bahkan terbilang, penyakit itu takut pada nya. " Alvian mengemasi barang nya kedalam tas.
"Jadi????.... " Tanya Lissa menggantung.
"Mungkin, kau harus membawa nya ke rumah sakit besok." Saran nya.
"Baik lah Terima kasih sudah datang. " Jawab Lissa
"Ini... resep untuk meredakan mual.. Kalian bisa menebus nya di apotek. Kalau begitu aku pamit. "
Lissa mengantar Alvian hingga keluar apartemen.
Oh iya guys.. Setelah menikah, Ares mengajak Lissa untuk tinggal berdua di apartemen nya. Kedua orang tua hanya bisa menyetujui keinginan Ares.
"Eeemmmm..... aku akan meminta Frank saja yang menebus nya. " Lissa menghubungi Frank.
...****************...
"Honeyyy!!!! Kau dimana??!! " teriak Ares.
"Iya sebentar sayang... aku sedang menyiapkan obat mu... " Balas Lissa.
Tak lama kemudian Lissa datang dengan nampan berisi semangkuk bubur ayam dan segelas air putih dan tidak lupa obat.
"Makan dulu, biar pun sedikit yang penting kau tidak minum obat dengan perut kosong. " Lissa.
Dia mengaduk bubur itu supaya cepat dingin, dan menyuapi Ares layak nya menyuapi anak kecil. Dan Ares menerima setiap suapan seperti anak kecil.
Lissa tidak pernah membayangkan sikap Ares yang sekarang. Atau mungkin Ares punya kepribadian ganda?. Lissa hanya bisa diam.
"Honey aku ngantuk... " Ujar Ares dengan bibir yang di cebik kan seperti bebek.
"Oke. Karena kamu sudah minum obat, tidur lah. Aku akan berberes. Dan sore nanti kita akan mengecek kondisi mu ke dokter. " tutur Lissa sembari menyelimuti Ares sebatas perut.
"Aaaaa.... tidak!! kau harus tidur di samping ku... kalau tidak aku akan mual lagi honey... " rengek Ares.
Lissa menghela nafas nya.
"Baiklah.. Tapi aku harus mencuci bekas mangkok ini... Tidak lama hanya beberapa menit. Tunggu ya.. " Lissa bergegas menuju dapur.
Sedangkan di kamar, Ares tiba tiba terduduk. Sambil membayangkan sesuatu. Lalu dia mengambil HP dan menelpon seseorang.
"Belikan aku paket ayam bakar, 2 kotak pizza ukuran sedang, 3 porsi kentang goreng, 5 hotdog, 2 porsi mie pangsit, Salad sayur, dan burger, buah melon, apel, pir, mangga dan semua masakan dari bahan seafood. "
"Oh iya... minuman, bawakan jus buah, terserah jus apa saja yang penting jus buah. Dan belikan susu pisang. Kau bisa membagi tugas dengan Frank. Aku tunggu semua nya nanti. "
Tit...
Panggilan di matikan. Sementara orang di sebrang sana tercengang seperti kambing congek karena permintaan Ares. Lalu dia segera mencari semua makanan yang di pesan oleh Ares, dibantu oleh adik nya.
"Yang benar saja?? Apa itu benar tuan Ares?" gumam nya sambil menyetir.
...****************...
Ting tong.....
"Sebentar ya honey, makanan ku sudah sampai. " Ares langsung menyingkap selimut.
Lissa membulat kan mata nya ketika Ares tiba-tiba bangkit dalam keadaan segar.
"Apa dia benar-benar sakit?? Bukan nya tadi dia muntah muntah ya.. ??? Aghhh.... kacau, seperti nya aku perlu refreshing. " Lissa menggeleng dan menyusul Ares.
"Felix!!! Frank!! " seru Lissa.
Ya... Yang membelikan semua pesanan Ares tadi adalah Felix. Meskipun sempat kaget, tapi Felix tetap membelikan yang Ares pinta.
"Sayang!!!! kau yakin akan menghabiskan semua nya???!! " Lissa sedikit tersedak melihat makanan yang terhidang
"Hai Lissa, apa yang terjadi pada tuan Ares?? " bisik Frank yang baru saja kembali dari dapur, setelah menyimpan makanan.
Lissa hanya mengangkat bahu nya.
"Baiklah kami pamit dulu... Permisi tuan, permisi Lissa. " pamit Felix diikuti Frank di belakang nya.
Sepertinya aku harus membawa Ares ke dokter. Aku takut dia terkena penyakit aneh yang menular...
Hanya Lissa dan Tuhan lah yang tau.
Ares kini hampir menghabiskan semua makanan itu, hanya tersisa setengah lagi.
"Emmm... Sayang boleh aku minta sedikit??" tanya Lissa.
"Emm... Iya..nyam... nyam... hanya sedikit saja ya honey nyam nyam... Hap" ujar Ares dengan mulut penuh makanan.
"Ahahaha.. iya. " tawa Lissa.
"Apa kau sudah merasa lebih baik??" tanya nya lagi.
"Iya... Sangat baik malahan. Mungkin aku tidak perlu ke dokter. " Jawab Ares.
"Heerrggghh.... upss... hehe maaf honey.. Aku tidak tau kenapa aku sangat ingin makan... " Ucap Ares.
"Mungkin nanti kita harus kedokter. Memeriksa kondisi mu, apa kau mau makanan mu tadi keluar lagi jika tidak minum obat???" tanya Lissa.
Ares sedikit termenung.
"Baik lah Mungkin kita ke dokter nanti. Sekarang aku mengantuk, ayo ke kamar.! " ajak Ares.