THE MASTER OF MAFIA FALL IN LOVE (Season 1&2)

THE MASTER OF MAFIA FALL IN LOVE (Season 1&2)
S2. 51



Malam pesta pun tiba...


Lampu lampu hias di setiap sudut, membuat Lantai satu perusahaan Lissa terang benderang. Di tambah balon dan pita juga hiasan lain nya, membuat suasana ramai. Kue Kue yang bersusun susun di meja panjang, tampak menggugah selera. Dan jangan di tanya. Ramai?? Itu pasti.


Lissa merasa sangat puas dengan acara nya. Tawa dan bahagia tampak jelas, menjadi penghias paling indah di acara nya. Setiap orang dengan wajahnya penuh senyum.


"Lissa..Acara mu sangat meriah dan ceria dan.. da..Ahh Mommy tidak tau harus bilang apa lagi?. Mommy sangat senang melihat nya. " Mommy memeluk Lissa.


"Ya.. Acara sangat meriah!!!. "


"Daddy suka.. "


"Terima kasih... Ayo.. ikut Lissa. "


Lissa mengajak keluarga kecil nya menuju atas panggung yang penuh hiasan bintang dan balon. Lalu mengambil sebuah microphone.


"Cek.. cek.. " Tes nya.


"Perhatian semua nya!. " Ucap Lissa dengan suara yang menggema.


Semua perhatian tertuju pada nya, termasuk pria Yang di temani oleh buntut nya.


"Selamat malam.. "


"Selamat malam Nona!!!! " balas para tamu.


"Malam ini, saya Alissa Veronica, mengadakan pesta ini, untuk merayakan sesuatu yang paling membahagiakan seumur hidup saya.. Karena itu saya ingin membagi kebahagiaan itu pada kalian semua.. Dan malam ini, tidak ada yang nama nya bawahan, atau bos.


Yang ada hanya Teman dan keluarga. Dan malam ini Saya bukan lah CEO kalian dan kalian bukan lah bawahan saya... " Ucap Lissa.


"Dan sekarang, Saya ini memperkenalkan pada kalian semua. Keluarga kecil saya. Mereka adalah orang yang selama ini tak pernah saya lihat sejak bayi, namun takdir mempertemukan saya dengan mereka."


"Mereka adalah Mommy, Daddy dan kakak laki-laki saya. Pertama, ini adalah ayah saya. Nama nya adalah Justin Robertson.Biarpun wajah nya sudah tua, namun dia masih tetap tampan bagi saya... "


" Dan ini, Ibu saya. Azira Veronica. Mungkin kalian pernah melihat nya di jalan atau di mana mungkin?? karena Mommy saya yang cantik ini sering berbelanja di pasar tradisional. Hahaah kalian mungkin ada yang pernah melihat..... Dan yang satu ini... Laki-laki yang sudah tua namun tetap tampan seperti daddy saya. "Lissa merangkul bahu Ron.


" Ronald Robertson, Kakak laki-laki yang paling tampan sedunia. Mungkin jika kalian tertarik pada nya, saya akan memperkenalkan nya pada kalian semua. haha" Lissa mengenalkan Ron dan tertawa garing.


Semua Tamu bertepuk tangan meriah. Tapi di sudut, ada laki-laki yang merasa lega dan sekaligus heran. Dia lah Ares. Datang dengan dua buntut nya, Felix dan Frank.


Kemudian Lissa dan keluarga menuruni panggung dan berbaur bersama yang lainnya. Lissa di datangi oleh 'tamu tak di undang' nya. Ya... karena mereka tak di beri undangan, tapi malah datang. Apa lagi nama nya kalau bukan tamu tak di undang. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚.


Lissa pamit pada keluarga nya yang sibuk bercengkrama dengan orang orang.


"Wah... Nona Lissa, pesta anda sangat lah luar biasa. Pasti anda mengeluarkan budget yang tidak sedikit 'kan? hahah" Puji tamu tak di undang bernama Herman. CEO dari perusahaan Hermn Jaya.


"Ya . Tuan Herman sangat benar. Vero's Corporation's sangat berjaya saat ini. Sedang naik daun Hahah. " Sahut satu lagi bernama Park Hun.


"Terima kasih atas pujian nya tuan tuan. Iya, kalian benar. Vero's Corporation's saat sedang berjaya dan sukses. Semua itu berkat kerja keras para karyawan saya yang sangat hebat. Mereka dengan senang hati mengerjakan semua tugas mereka. Dan jika saya memenangkan sebuah tender besar atau pun lainnya, itu juga berkat para staf, di berbagai divisi. "


"Saat mereka berhasil, maka saya selalu memberikan reward untuk mereka. Kadang berupa bonus yang sesuai dengan kerja keras mereka. Saya ini tidak Pelit dalam memberi bonus loh. Hahaha" Lissa secara tidak langsung menyinggung para tamu tak diundang itu.


Mereka terdiam. Karena merasa diri mereka disinggung. Saat hendak berkata lagi, seseorang menyela.


Lissa dan yang lain menoleh. Ares, kali ini seorang diri karena dia buntut nya sedang menikmati makanan yang tampak menggugah selera. Bahkan wajah kembar identik itu tampak cemong karena sedikit krim kue menempel di wajah mereka


Back to Lissa.


"Ya.. Tuan Ares. Selamat malam juga. " balas Lissa


Tamu tak diundang tadi, memilih untuk melarikan diri, karena malu, dan khawatir akan disinggung oleh Ares.


"Apa kau tidak mau mengenalkan ku pada keluarga mu??" tanya Ares dengan percaya diri nya.


Alis kiri Lissa terangkat.


"What??.. chihh.... Mari saya ajak. " Lissa berdecih namun tetap mengajak Ares.


"Mommy, Daddy... Perkenalkan ini Tuan Ares. Dia adalah salah satu penanam saham terbesar di Vero's Corporation's. Dan dia sendiri yang mengajak untuk menjalin kerja sama dengan Perusahaan Lissa. Ya maklum saja Dia ini orang nya sombong. " Lissa memperkenalkan Ares dan sedikit menjatuh kan martabat Ares πŸ˜‚πŸ˜‚.


"Tuan, nyonya perkenalkan saya Ares Alexander CEO perusahaan Alex One Company. " Ares menunduk dan tersenyum cerah.


"Wahhh... suatu kebanggaan bisa berkenalan dengan CEO tersukses di negara ini, benar tidak sayang??" ujar Daddy Justin pada Mommy.


"Ya... benar. " Mommy tersenyum.


"Oh iya... Emm bagaimana ya mengakatan nya??" Ares sedikit ragu.


"Apa itu tuan Ares??" tanya Mommy Zira.


"Eehhmm.. Nyonya tidak perlu memanggil saya tuan. Cukup Ares saja.. hehehe" Ares canggung.


Lissa yang bisa membaca kondisi, lantas mengajak orang tua nya dan juga Ares untuk duduk di meja, yang agak sudut dan pojok.


"Nah tuan Ares bisa mengatakan apa yang tadi ingin di katakan. " ucap Lissa.


"Terima kasih. "


"Begini tuan Justin. Saat pertama kali melihat wajah anda, saya merasa tidak asing. Dan merasa kita pernah dekat saat di masa lalu. " Kata Ares memulai.


"Dan saya ragu mengatakan ini" lanjut nya.


"Katakan saja Ares. Jangan ragu. " bujuk Daddy.


"Apakah anda dulu kenal dengan orang yang nama nya Valentino Alexander???" tanya Ares lugas.


Daddy Justin Dan juga mommy Zira sedikit kaget mendengar nama itu. Tapi tidak dengan Lissa.


"Tu-tunggu dulu... " Kata mommy Zira terbata.


"Bagaimana kau bisa mengenal Valentino?? "


JENG... JENG.... JENG... JEEENGGGGG......


Gantung yaπŸ˜…πŸ˜…πŸ˜