
Hai semua
apa kabar
semoga sehat selalu
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Emang kemana kau akan pergi??" tanya Ares
"Emmm... saya gak tau tuan, tapi saya bisa pastikan. Jika suatu saat mungkin saya akan menyerah kan sepenuhnya tanggung jawab toko ini pada Naomi. " jawab Lissa
"Kau ini bicara apa sih??!! kita.. pasti akan mengurus toko ini bersama sama.... Kamu gak akan pergi kemana pun!! titik!! " bentak Naomi
"eh.. busyet... Santai aja kali Mi.. Gak usah pake bentak segala.. "ucap Lissa
" Abis nya kamu itu ngomong nya kaya' kamu bakal ninggalin kita semua untuk selama nya.. hiks.... " akhirnya Naomi menangis. 🥺😢
maaf Mi.. ini sudah menjadi jalan ku. Kalau aku ngasih tau kamu, aku harus jadi Mafia, mungkin persahabatan kita gak akan bertahan. batin Lissa sendu.
Ares menangkap perubahan ekspresi Lissa saat Naomi menangis. Lalu mendekati Lissa
"Kau tidak apa-apa??" tang Ares.
"eh... ga-gak papa kok tuan... hehe.. " Lissa tersenyum paksa
Lissa berusaha menahan sedih nya.. Dia sedih jika harus berpisah dengan Naomi untuk menjalankan tugas nya sebagai leader Mafia... Dan juga dirinya was-was.
"Guys.... yuk... masa kalian gak makan hidangan nya.. " ujar Lissa
Lalu mereka menuju tempat makanan... Tapi tiba-tiba Ares menarik tangan Lissa. Dan membawa nya ketempat yang agak sepi.
"Kau tak apa kan??" tanya Ares lagi
"Ya ampun tuan... saya gak apa-apa kok.. " kilah Lissa
"Mulai sekarang akan bukan bos mu lagi.. kau tak perlu memakai embel-embel 'tuan' . Cukup panggil nama ku saja" komentar Ares.
"oh.. ok Ares. " kata Lissa enteng
"Kenapa ??kenapa ucapan mu seolah kau akan pergi dari kami semua??" Ares langsung menanyakan inti nya.
"Buruk gimana Maksud mu??" tanya Ares sambil memasukkan tangan nya ke sakit celana
"Gimana ya bilang nya???. Seolah-olah nanti akan terjadi hal buruk yang menimpa kita semua, terutama aku... " kata Lissa.
"Hei.. tenang lah.. kau dan kita semua akan aman.. aku sudah memberikan pengamanan di seluruh Ares ini. " Ares meletakkan kedua tangan nya di bahu Lissa
"Makasih ya.. Ares " Lissa tersenyum manis.
"Ehem... ada yang ingin ku katakan pada mu.. " Ares mengontrol mimik wajah nya.
"Apa?"
"Sebenarnya.. aku ini bukan hanya pengusaha.. Tapi... aku.... "
"Apa?.. Kau tukang sayur ya??hahah." ledek Lissa
"Bukan.Tapi aku adalah ketua Mafia. " jawab Ares lugas tanpa tersendat sedikit pun.
"Oh.. " Lissa belum sadar.
"APA!!! ?.. kau Mafia???" mata Lissa membulat, dan mulut nya ternganga
"ya.. " jawab Ares singkat. Dia sudah menyiapkan mental dan hati nya. Kalau saja Lissa menjauh dari nya. Maka dia harus siap.
"Wihh... keren dong... Kah tau tidak... Aku udah lama pengen punya teman yang jadi Mafia" kata Lissa dengan antusias
"Hah... kau tidak takut pada ku??" tanya Ares dengan heran.
heleh.. ngapain mau takut??. orang bentar lagi, aku juga jadi Mafia kok... kata Lissa dalam hati.
" gak kok...Biasa aja.. Yuk kita makan.. aku udah laper nih... " Lissa menepuk perut nya. dan melenggang meninggalkan Ares yang masih dalam mode bingung
"Dia gak takut.. itu artinya aku masih bisa dapat lampu hijau.. " tukas nya dengan gembira
Acara berjalan lancar tanpa ada hambatan. Para tamu juga sudah pulang, karena sudah semakin malam. Menyisakan teman temannya.Lissa juga sudah mengganti baju nya dengan yang lebih nyaman dan memakai sepatu.
jujur... Lissa baru kali itu makai hels. Untung saja dia membawa baju ganti. Jadi gak perlu repot repot lagi.
bersambung