THE MASTER OF MAFIA FALL IN LOVE (Season 1&2)

THE MASTER OF MAFIA FALL IN LOVE (Season 1&2)
S2. 77



...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Cekrek!!!... Cekrek... cekrek..


Suara jepretan kamera dan beberapa kru yang membantu fotografer menarik perhatian beberapa pengunjung pantai.


Ya Lissa dan Ares memutuskan tema foto mereka kali ini adalah pantai. Di atas batu karang yang cukup besar. Berpose sesuai dengan atasan dari sang fotografer dan asisten nya.


Gaun putih yang terlihat sederhana namun elegan, membuat penampilan Lissa semakin mempesona. Begini juga Ares. Dengan setelan jas yang senada dengan warna gaun Lissa. Semakin menonjol kan karisma dari seorang Ares Alexander.


Pemotretan dilakukan beberapa sesi. Dan dengan spot foto yang berbeda pula. Jika biasanya pemotretan berjalan lama dan harus mengulang. Berbeda dengan pasangan satu ini.


Karena setiap pose yang bisa terbilang sulit bagi pasangan lain nya. Dapat dengan mudah dilakukan oleh dua sejoli itu.


"Iya!!! Selesai pemotretan hari ini cukup disini!! " teriak sang fotografer.


Suara helaan nafas dan sorakan senang meramaikan berakhir pemotretan hari ini. Dan besok, mereka akan melanjutkan pemotretan di hutan.


"Apa kau lelah honey??" Ares menyeka keringat kecil yang membasahi dahi.


"Lumayan. Aku tidak tau jika kegiatan ini menguras tenaga. " jawab Lissa.


"Nona Lissa. !! " panggil seorang wanita yang bertugas menata busana.


"Iya??"


"Apa Nona ingin mengganti pakaian di bus atau saat sampai di studio ??" tanya nya.


"Di bus saja. Dan aku ingin langsung pulang. Bisa kan ??" tanya Lissa.


"Tentu Nona. Mari ikuti saya " Ajak nya.


"Kalau begitu, aku sebaik nya mengganti pakaian juga." Gumam Ares.


Skip....


"Wahh... aku sangat lapar... Ayo cepat kita makan.. perut ku sudah berteriak dari tadi. " Lissa menggandeng lengan Ares.


Mereka makan di kafe sekitar pantai yang menyajikan menu makanan seafood. Namun Ares merasa aneh. Dia seperti mengalami hal yang serupa Namun dia ragu.


"Mau aku pesan kan??" tanya Lissa


Dag... dug.... dag.... dug.....


Ares tertegun. Perasaan ini sangat familiar bagi nya. Beberapa saat ia terdiam dengan pandangan mata kosong. Dan akhirnya... Dia sadar.


I-ini serupa.. Tidak...!!! ini sama seperti mimpi ku semalam. Tidak aku harus mencegah Lissa memesan makanan. Batin Ares.


"Ti-tiidak perlu. Biar aku saja yang memesan. " jawab Ares cepat.


"Kalau begitu Ayo kita duduk. " ajak Lissa.


"Ehmmm... makanan disini semua nya terlihat lezat. Aku bingung.. " Lissa melihat daftar menu.


Ares segera mengangkat tangan pada pelayan kafe. Dan pelayan itu mendekati mereka.


"Biar saya catat pesanan kalian Tuan. " Dengan segera tangannya memegang pulpen dan sebuah buku kecil untuk mencatat pesanan pelanggan.


"Ahh.. iya... aku pesan Lobster saus BBQ, lalu seporsi King Krab dan nasi putih. Untuk minuman satu air mineral biasa dan jus lemon. " Lissa menyebutkan pesanan nya.


Dengan sigap pelayan itu mencatat nya. Lalu dia beralih pada Ares.


"Tuan... Apa anda ingin memesan??" tanya nya.


Ares dalam kondisi mematung. Lalu di sadar kan dengan panggilan Lissa.


"Ares. Sayang.. kau ingin pesan apa??" tanya Lissa mencolek lengan Ares.


"Pesanan ku sama kan saja. Dan untuk tambahan seporsi gurita bakar. Minum nya aku pesan air lemon biasa dengan air hangat . Sudah itu saja. " ucap Ares.


"Baik... Mohon di tunggu sebentar. " ujar pelayan itu. Dan meninggalkan mereka berdua, gak lama pelayan itu kembali membawa nampan berisi cemilan.


"Kenapa kamu membawakan kami cemilan. ?? Kami tidak memesan cemilan. " tanya Lissa.


"Begini nona. Karena proses memasak memerlukan waktu yang agak lama karena bahan makanan cukup banyak dan proses pematang memakan waktu sedikit lebih banyak Kami memberikan pelanggan cemilan untuk sementara menunggu pesanan siap. Ini adalah peraturan kafe kami. " Jelas sang pelayan kafe itu.


"Ohhh ternyata begitu...baiklah kalau begitu. Terima kasih cemilan nya " ucap Lissa.


"Nyamm.. nyammm.. Wah.. ini enak sekali." Mulut Lissa mengunyah cemilan yang di berikan.


"Ares ayo makan ini... kau akan rugi kalau tidak memakan nya" Lissa menyodorkan.


"..... " Ares hanya duduk lesu, dengan tatapan kosong.


"Hhhhfffttt... Apa kau masih memikirkan mimpi mu??" pertanyaan Lissa membuat Ares tersentak.


"Eh.. Tidak... "


"Kenapa?? "


"Jujur saja, aku masih memikirkan nya. Bahkan yang kita lakukan sekarang hampir sama dengan mimpi ku... itu yang membuat ku risau. "


Lissa meraih tangan Ares dan menggenggam nya. Mengusap nya dengan lembut.


"Aku sudah mengatakan nya tadi.. Mimpi hanya bunga tidur, semua orang pernah bermimpi buruk. Bahkan aku juga pernah bermimpi buruk. Tapi aku mengabaikan mimpi itu. Bahkan jika mimpi itu terjadi di dunia nyata. "


"Apa yang bisa ku lakukan.??? jika aku berusaha untuk mengubah, siapa yang tau kedepan nya. ?. "


"Percaya pada ku. Tidak akan terjadi apapun. Bukan kah sebentar lagi kita akan menikah. ??. Seharusnya kita bahagia, senang. Bukan malah sedih. Ya.. kau percaya kan pada ku??. Aku tidak akan meninggalkan mu bahkan kau meminta nya. Hanya maut yang bisa memisahkan kita. paham.. ??"


Ares hanya diam. Namun raut wajah nya mulai terlihat biasa. Itu artinya dia mulai tenang.


"Maaf menunggu. Ini pesanan kalian tuan nona. Silahkan dinikmati. " Ucap sang pelayan sambil meletakkan piring berisi hidangan. Dan di belakang nya di susul teman nya yang lain membawakan minuman.


"Wahhhh.... Terima kasih... " Mata Lissa berbinar melihat makanan yang tertata rapi.


"Mari makan... " Ucap Lissa.


Di suapan pertama, mata Lissa terbelalak. Sambil melihat wajah Ares yang masih belum menyentuh makanan nya.


"Eeeennnakkkkk!!!! " Ujar nya seakan terharu.


"Hahahah... Kau benar sangat enak. Bahkan kuman di tangan mu juga enak. Makan tapi tidak mencuci tangan. " Sindiran Ares tidak di hiraukan Lissa.


Dia hanya bisa menggeleng melihat tingkah kalap Lissa yang makan dengan terburu-buru seperti tidak makan selama beberapa hari.


Melihat Lissa makan, Ares juga merasa lapar, dan memakan makanan nya.


Maaf ye guys...


lagi buntu nih otak nya.


jadi, kalau membosankan bisa di skip.


Eh.... tapi kan udah di baca, mau di skip gimana lagi.


Ya udah deh. di like ajahh...


bye.


see you di next episode.