THE MASTER OF MAFIA FALL IN LOVE (Season 1&2)

THE MASTER OF MAFIA FALL IN LOVE (Season 1&2)
kak Leo dan dek Lia



Hai semua apa kabar.


masih setia baca TMOMFIL kan.


yuk simak.


❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇


Didalam kafe, Ares, Miko dan Lissa sudah memesan makanan tinggal menunggu makanan nya datang. Di sela keheningan mereka bertiga, Miko bersuara lebih dulu.


"Lissa. Lo udah punya pacar belom?? "


Tanya Miko tiba-tiba


"Mmm nggak. Gue gak pernah pacaran tuh. Dari dulu juga nggak pernah. " Jelas Lissa


"Beneran lo nggak pernah pacaran?? "


Miko memastikan


" Astaga dragon. Dibilangin juga, malah nggak percaya. Huh" Dengus Lissa


"Terus kalo gue nembak lo. Loau nggak jadi pacar gue?? " Tanya Miko blak-blakan.


Ares yang mendengar kata-kata Miko barusan merasa panas hatinya. Bisa-bisanya dia mengatakan hal itu. Pikir nya.


"Nggak. Gue nggak mau" Jawab Lissa cepat.


"Kenapa emngnya?? " Tanya nya heran.


"Ada hati yang harus gue jaga. " Jelas Lissa


"Lah.. Tadi lo bilang lo nggak pernah pacaran.


Kok ada hati yang harus dijaga?? " Miko malah tambah heran.


"Iya. Dulu waktu masih umur 4 tahun, gue punya temen spesial. Dia dari keluarga kaya, sedangkan gue yatim piatu dari bayi. Kami sering banget main bareng. Dan dia pernah bilang, kalau dia udah besar, dia bakalan ngelamar gue, dan nikahin gue." Katanya


"Kalo boleh tau namanya siapa Sa'?? " Tanya Miko.


Sedangkan Ares hanya menyimak sambil makan.


"Hmm gue sih nggak tau namanya siapa.


Tapi kami punya nama panggilan, Tian. " Jelas Lissa


"Apa'an Sa'?? Cepet dong keburu waktu istirahat habis." Desak Miko.


"Gue dulu manggil dia kak Leo. Kalo dia manggil gue dek Lia. " Kata Lissa


DEG!!!


Uhuk.. Uhuk.. Uhuk.. Ares tersedak makanannya sendiri. Dengan sigap Lissa langsung meraih minuman milik nya dan menyodorkan nya ke Ares. Ares langsung meminum air nya hingga sisa setengah.


"Tuan Ares nggak apa-apa kan?? "


Lissa langsung berdiri mengusap punggung Ares perlahan.


"Iya... Sudah tidak apa-apa. Terimakasih" Ucap Ares.


"Makanya tuan, kalo makan itu jangan melamun, kata kak Leo nanti bisa kemasukan hantu makanan. Hahah"


Ucap Lissa langsung tertawa.


"Jam berapa sekarang, sebaiknya kita kembali. " Ucap Ares langsung menuju keluar kafe.


"Ya ampun. Bener mau masuk jam kerja lagi nih. Lissa, lo langsung ke mobil aja. Gue mau bayar makanan kita dulu"


Miko langsung membayar makanan mereka di kasir.


Lissa di dalam mobil hanya berdua dengan Ares. Tiba-tiba suasana canggung menyelimuti dia anak manusia di dalam mobil itu. Tiba-tiba datang anak kecil


Tok... Tok.. Tok..


Anak kecil itu mengetuk kaca pintu mobil. Lissa pun membuka kaca nya, begitu juga Ares.


"Iya dek, kenapa? " Tanya Lissa lembut


"Harga berapa dek? " Lissa mencari dompetnya


"1 bungkus harga nya tiga ribu kak. Kalo yang ini harga nya empat ribu lima ratus kak. "


Ucap nya mengangkat dua bungkus tisu berbeda ukuran


"Kakak beli yang kecil 5, terus yang besar nya 2 ya dek." Ucap Lissa sambil menyerahkan dua lembar uang 20 ribu dan satu lembar 10 ribu


"Ok kak. Sebentar ya aku bungkus dulu" Dengan cekatan anak itu membungkus 7 bungkus tisu.


"Ini dek uang nya" Lissa menerima tisunya dan memberikan uang nya.


"Wah.. Kakak. Ini uang nya kebanyakan.


Aku nggak punya kembali nya nih" Ucap gadis kecil itu.


"Ya sudah nggak apa-apa dek.


Uang sisa nya buat kamu jajan aja ya." Katanya


"Tapi kak.. " Gadis itu merasakan berat hati.


"Kamu nantinya kan pasti nyetor uang kan ke penjual tisu ini. " Ucap Lissa dan gadis itu hanya mengangguk.


"Nah uang hasil kamu jualan, kamu kasih ke penjual nya, uang yang kakak kasih, kamu pakai buat jajan aja. Kan lumayan" Tutur Lissa


"Ini kakak juga tadi beli snack, tapi kakak nggak suka rasanya karna terlalu manis. Buat kamu aja nih. Sama susu juga. Kakak salah beli tadi" Lissa memberi kan satu kantong penuh snack dan dua kotak kecil susu rasa stroberi.


Sebenarnya Lissa sangat menyukai susu rasa stroberi, tapi ia lebih memilih untuk memberikan nya kepada anak itu.


"Wahh kakak baik banget. Makasih ya kakak cantik"


"Oh ada kakak ganteng juga ya. Maaf ya kak aku nggak tau. Kakak cantik pacaran sama kakak ganteng ya. " Tebak gadis kecil itu.


"Eh.... Anu dek.. Bu.. Bu... " Lissa tergagap


Ares langsung turun dari mobilnya dan berjongkok menyamakan tinggi nya dengan gadis kecil itu.


"Iya dek. Kakak cantik itu pacar kak ganteng"


Ucap Ares lembut sambil mengusap rambut gadis kecil di depannya.


" Wah cocok banget kak. Kakak cantik sama


kakak ganteng. Nanti anak nya pasti cantik dan ganteng juga kan?? " Celetuk gadis itu.


"Ya udah kak. Aku pamit dulu, mau jualan lagi. Makasih ya kak" Pamit gadis itu lalu pergi menjauh.


Ares yang hendak masuk ke mobil, sempat melihat wajah Lissa yang sangat merah. Dia kira Lissa sakit jadi dia menanyakan nya.


"Hei kau sakit? " Ketus Ares


"Ah.. Ehh.. Nggak tuan, cuman panas aja.


Si Miko mana lagi. Lama banget. " Elak Lissa. Padahal ia malu karena ucapan bocah tadi.


Tak lama Miko datang dengan nafas ngos-ngosan


"Maaf ya. Tadi ada nenek-nenek yang perlu bantuan. Jadi saya tolong. "


Jelas Miko dengan nafas terengah-engah.


"Iya. Tapi Lama banget sih Tian. Liat nih udah jam berapa. Kita udah telat setengah jam nih. "


Kata Lissa.


"Iya Maaf.. Maaf.. Ya udah. Yok kita ke kantor"


Ujar Miko


Mereka berangkat kembali ke kantor dan melaksanakan kegiatan masing-masing hingga jam kantor habis. Dan pulang ke rumah masing-masing


Bersambung......