
π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯
Akhir pekan ini Lissa berencana untuk berlibur bersama keluarga nya, dia menyerahkan tanggung jawab perusahaan kepada Martin untuk sementara. Vero's Corporation kini menjadi perusahaan yang maju dan semakin berkembang.
Bergerak di bidang bahan pangan dan juga Pariwisata. Meskipun masih ada beberapa bidang lainnya, tapi perusahaan ini paling menonjol dalam segi makanan dan pariwisata. Mungkin kini perusahaan itu menduduki peringkat 5 besar di negara T.
"Ayo!! Sella kau lama sekali!. " gerutu Lissa.
"Iya Lady.. Tapi ini... demi remahan pisang goreng.. Bawaan mu sangat banyak... Bukan kah kita bisa membeli keperluan lain saat sampai di resorts nanti.. " keluh Sella.
"Mubazir...Barang barang ku masih sangat bagus... Jika aku beli lagi, nanti tidak terpakai. " jawab Lissa
"Haaarrhh... Astaga pinggang ku mau bengkok. " jerit Sella.
"Diam lah atau kau akan ku tinggal. " sentak Lissa.
Sedangkan Mommy Zira, Daddy Justin dan Ronald sudah masuk lebih dulu ke dalam van. Mereka menggunakan mobil van, jadi bisa muat banyak orang. Kenapa???
Karena Lissa memboyong seluruh penghuni Panti asuhan KASIH SAYANG. Lissa ingin anak anak panti yang kurang beruntung, merasakan bahagia. Lissa menggunakan 3 mobil van, dikarenakan penghuni Panti lumayan banyak.
Di tempat lain
"Uhhh... jam berapa sekarang??... " Ares mengernyit sambil memegang pelipis nya.
"Ck! Malas ke kantor... Mungkin aku harus refreshing dulu.. Kepala ku sangat sumpek. " ujar nya sambil menuju kamar mandi.
10 menit.
"Felix... Hari ini kalian berdua bisa libur... Dan sampaikan juga ini pada Miko. Kalian bertiga sudah seperti kerja rodi. " Ucap Ares tanpa menunggu jawaban dari sebrang telfon.
ck!! tuan Ares.. untung saja bos ku yang paling baik.. Felix
Ares sudah berada di dalam mobil nya. Namun masih belum bergerak. Dia merenung, mencoba menyusun agenda untuk dirinya sendiri. Namun... Kacau.. Pikiran nya terasa kacau.
Dia mulai menginjak pedal gas dan melaju ke mana pikiran nya membawa. Ares mengemudi dengan normal. Tangan nya memutar setir dengan sendirinya seolah memiliki akal sendiri.
1 jam perjalanan...
Dia sampai di sebuah tempat. Bangunan Yang di gerbang nya bertuliskan " PANTI ASUHAN KASIH SAYANG ". Alis nya tertaut. Masih diam di mobil. Lalu dia memukul setir.
**Ares POV....
Flashback**..
Ya aku ingat... saat aku masih kecil aku sering ke sini dengan kedua orang tua ku. Mereka selalu mengajak ku ke mari setiap akhir pekan. Kami membawa makanan, pakaian dan juga keperluan lainnya. Orang tua ku bilang, kita harus berbagi meskipun itu hanya sedikit. Namun bagi mereka, itu adalah sesuatu yang sangat besar.
Anak anak panti disini sangat baik. Meskipun mereka terlahir tanpa melihat orang tua, tapi raut kebahagiaan selalu terpancar di wajah anak anak ini. Begitu juga dengan seorang gadis kecil, berwajah manis ini.
Setiap Ares datang dia selalu menghamburkan diri nya ke pelukan Ares. Dia selalu terlihat antusias ketika Ares dan keluarga datang.
"Kak Leo!!!! " Jerit nya.
Dan menabrak kan dirinya ke tubuh ku. Entah lah di sini usia nya yang paling muda.. Masih 2 tahun dan sebentar lagi akan menginjak 3 tahun.
"Hai.. Apa kabar mu??" Ares kecil mengusap kepala gadis itu.
"Lia baik kok.. Cuman tadi cakit peyut, tapi syudah minum obat".
"Hmm.. kalau begitu ayo kita main.. " ajak Ares kecil.
Nb: ingat ya.. dulu nama Ares adalah Sean Gavin Leonardo. Jadi di panggil leo atau Sean.
"Ayo kak... Kita main jadi putyi dan pangeyan.. Teyus kita menikah dan hidup bahagia!! " gadis kecil itu berkata dengan penuh semangat.
Jika kalian mau tau siapa gadis itu.. Dia adalah Alissa Veronica. Yup.. dia adalah Lissa kecil.
flashback off.
Astaga!! Jadi dugaan ku benar... Lissa adalah tan masa kecil ku... Arggh Ares kau sangat bodoh sekali bodoh!!! . Aku terus memukul kepala ku.
Dia pasti kesepian saat aku tidak datang lagi.. Ini semua gara-gara sekumpulan bajing*n itu!!! Mereka membun*h orang tua ku. Lissa jadi kau adalah pengantin kecil ku.. semua nya tertawa saat kita bermain menjadi putri dan Pangeran.. Aku tertawa mengingat hal itu.
Hhhmmm..... Tapi, kenapa panti ini sepi sekali?? kemana orang orang??.. Tidak mungkin kan panti ini di tutup?? Aku menerka semua kemungkinan.
Tiba tiba lamunan ku terpecah saat mendengar ketukan.
Ares POV end.
Tung... tung... tung...
Ares membuka kaca mobil. Dan tampak seorang laki-laki paruh baya
"Nak... Kau mencari apa?" tanya nya.
"Eh... tidak.. Hanya saja kenapa panti ini sepi?? apa sudah di tutup??" tanya Ares.
"Oh...Mereka semua sedang pergi.. Saya tidak tau pasti pergi kemana.. Tapi tadi ada dua mobil menjemput mereka. " jawab laki-laki itu.
"Kalau begitu saya pamit.... Sampai jumpa. " Ares menutup kaca mobil dan melaju pergi....
π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯
"Waaahhhh!!!! Kakak Lissa!!! turun kan aku!!! aku takut!!!! " Pekik seorang pria kecil berusia 5 tahun.
"Ahahahahha!!! kau akan di makan hiu mweheheh... " Lissa tertawa licik.
Padahal air di pantai itu tidak dalam sanya sebatas betis Lissa saja.. Tapi bocah itu terlihat ketakutan saat Lissa mengatakan diri nya akan di makan hiu.
"Huwaaa!!!! Aaaa.... bunda Helena!! kakak Lissa jahatt...!!" adu nya pada bunda Helena sambil menangis.
Lissa pun menurunkan bocah itu, dan lanjut mengerjai anak anak lain. Ron ikut bergabung bersama mereka. Dia menceburkan diri nya ke air sehingga tercipta gelombang yang lumayan besar untuk anak-anak.
"Waahhhhh!!!!!! " teriak anak anak kegirangan.
Ron dengan usil berenang dengan perlahan ke arah kaki Lissa dan..
Byuurrrssshhhhhh....
"Arrghh!!! Kau... Kak Rooooonnnnnnnn!!!!!! Uhuk.. uhuk... arhhh asin!!! kurang ajar"
Lissa mengejar Ron yang bersembunyi di balik tubuh mungil anak anak. Anak anak pun tertawa terbahak-bahak melihat tingkah dua orang dewasa yang MKKB (Masa Kecil Kurang Bahagia) itu.
Para orang tua bersantai sembari menikmati angin pantai. Pihak resorts menyediakan fasilitas yang terbaik, mengingat Lissa adalah horang kaya..
Mereka yang sudah mulai memasuki usia senja, hanya berbincang sambil mengingat masa muda mereka. Dan sesekali tertawa ketika teringat memori lucu.
Tak jauh dari Resorts itu terdapat sebuah kafe yang bisa di gunakan anak muda bersantai. Seorang pria menatap kearah Lissa dan rombongan. Kilatan terpancar di mata nya ketika melihat Lissa tertawa bersama laki-laki lain.
"Lissa milikku dan akan menjadi milikku!! " ujar nya dengan penuh tekanan.
Pria yang niat nya hanya ingin bersantai sambil mengenang masa lalu. Langsung terbakar cemburu, saat melihat pemandangan yang tak jauh dari nya. Siapa lagi kalau bukan. Ares. .
Tangan nya mengepal. Dan segera beranjak meninggalkan tempat yang terasa panas bagi nya. Sambil berkomat kamit mulut nya Menggerutu mengatakan bahwa Lissa hanya miliknya seorang.
Haiii otorrrrr kaammmbeeekk!!!!
Ada yang kangen???