THE MASTER OF MAFIA FALL IN LOVE (Season 1&2)

THE MASTER OF MAFIA FALL IN LOVE (Season 1&2)
S2. 46



Lissa dan keluarga sudah sampai di kediaman nya. Karena Lissa dan Mommy Zira yang tidak ingin pergi dari kediaman mereka. Meskipun awal nya Ron menentang keinginan Lissa, tapi dia mengalah demi adik kesayangan nya.


"Apa Kak Ron dan daddy mau menginap??" tanya Lissa


"Hem.. apa kau punya kamar lebih di sini??.. " tanya Ron menggaruk kepala nya.


"Ya. tentu saja ada... " jawab Lissa


"Bu indah... akan mengantarkan kak Ron. " ujar Lissa.


"Kalau begitu langsung saja kita ke kamar masing-masing. Aku sudah lelah, dan juga keringatan. " Lissa menyelonong ke kamar nya. Di ikuti Mommy Zira, Daddy Justin dan juga Ron.


Di kamar Ron...


"Aaahh..... lelah sekali. Tapi aku sangat senang hari ini" Gumam Ron seraya berguling di atas kasur.


"Baik nya aku mandi..Eh.. aku tidak bawa pakaian... Bagaimana ini.. " Ron.


Tok... tok... tok...


Ron di kejut kan oleh suara ketukan.


"Lissa?? ada apa??" ternyata itu Lissa.


"Aku bawakan pakaian... Ini pakaian salah satu bodyguard ku... postur kalian hampir sama, jadi aku rasa akan muat. " ucap nya sambil memberi pakaian.


"Ya.. terimakasih... " balas Ron.


"Segera lah turun... Makan malam nya hampir siap. " Lissa langsung berlalu dari kamar Ron.


Tak lama, Ron turun... Di meja makan Lissa, dan yang lainnya sudah menunggu. Mereka menikmati makan malam dengan tenang.. Dan menuju ke kamar masing-masing untung beristirahat.


Besoknya....


"Hoammm!!!... Jam berapa ini?" Lissa menggosok mata nya.


"Aaaaaa!!!! Aku kesiangan!!! " Lissa langsung melompat dari tempat tidur nya dan menyambar handuk nya.


Mungkin tak sampai 10 menit Lissa sudah selesai mandi... kalo kata orang mah mandi bebek.. 😂


Tak... tak... tak.. tak... tak.....


"Mom!!! aku berangkat!! Sella!!! ayok cepat!! " Lissa berteriak menuruni tangga...


"Astaga Lady!!... bagaimana kita bisa kesiangan!!?? " Sella juga sama.


Dia baru saja keluar dari kamar nya dan mandi secepat kilat.


"Aaaaashhhhh..... diam!!! ayo cepat nyalakan mobilnya.. " sentak Lissa.


Dan........Brooommm.....


Mobil mereka langsung melesat menuju kantor.


Di kantor...


Brak!!!!


"Mana CEO kalian!!?? kenapa sangat lama!!? Waktu kami ini sangat berharga!! " bentak salah satu laki-laki.


"Ma-maaf tuan Wendy... Nona kami akan sampai segera... mohon tunggu sebentar lagi. " bujuk Martin.. sekertaris Lissa.


"Selamat pagi menjelang siang semua nya.. Maaf saya terlambat. " Lissa langsung menerobos pintu masuk.


Syukur lah....


"Nah ini dia!!. Apa Nona tau... waktu kami hanya sedikit... Masih banyak tempat yang mesti kam... "


"Ya maaf saya terlambat.. Dan segera tunjukan berkas nya.!! " Potong Lissa.


"Ekhemm... Baik lah... " Tuan Wendy segera memberikan berkas kerja sama mereka.


"Apa apaan???? .. Kalian yang benar saja!!? keuntungan kami sangat sedikit...!!! Kalian ini niat atau tidak bekerja sama dengan perusahaan ku!!!!? " Lissa melempar berkas dengan kasar.


Martin tersentak,demikian juga Sella.


"Bukan nya ini sudah sesuai... Karena, bahan makanan yang kami produksi ini terjamin kualitas nya... Bahan nya sangat bagus dan segar... " bela tuan Wendy.


"Wah...Bagaimana negara ini bisa maju, jika masih banyak orang orang seperti anda yang bertaburan.. " Lissa bersedekap.


"Apa maksud anda Nona Lissa??!! " tanya tuan Wendy geram.


"Martin... Ambil Map hijau di laci meja kerja ku. " titah Lissa.


Martin bergegas mengambil barang gang di maksud.


"Ini Nona. "


"Ini!!! Baca dengan benar... Apakah perkataan mu tadi sesuai dengan apa yang tertera di dalam nya?!! " Lissa melempar map hijau itu.


Pak Wendy membaca isi dari map tersebut... Keringat perlahan membasahi dahi nya.


"Da-dari mana Nona mendapatkan ini??... I-Ini tidak benar.. " elak tuan Wendy.


"Tidak perlu tau dari mana saya mendapatkan informasi itu... Yang pasti saya membatalkan kerja sama kita.. Dan akan menarik kembali uang yang sudah di tranfer. " Keputusan Lissa sudah bulat.


"Aaa... apa?? Nona Lissa tidak bisa begini... Ini bukti palsu!! " tuan Wendy masih mengelak.


"Heh... Apa kau tau tuan Wendy?? Karena bergegas menuju kemari, mobil kami sampai menabrak saat kesini!!. " ujar Lissa


Hahhhh??? kecelakaan?? kapan aku dan lady menabrak orang?? ... . Sella mencoba mengingat saat di perjalanan.


"Ta... Tapi Nona Lissa..!!! "


"Martin, tunjukkan pintu keluar nya.!! " perintah Lissa.


"Baik... Mari tuan Wendy... " angguk Martin.


"Oh iya... tuan Wendy... mungkin pabrik mu akan di tutup sebentar lagi... Karena pabrik mu sudah di lapor kan ke pihak berwajib. " kata Lissa sebelum tuan Wendy keluar dari ruangan itu.


"Lady!!...Apa benar kita menabrak seseorang saat di jalan tadi??" Sella mendekati Lissa.


"Tidak.. " jawab Lissa


"Lalu kenapa Lady bilang mobil kita kecelakaan??"


"Kan memang benar.. Bukannya tadi mobil kita menabrak seseorang nyamuk... " jawab Lissa enteng tanpa dosa.


Mungkin jika bisa, Sella ingin menjambak rambut sangat bos. Tapi itu tidak bisa..


"Ya.. terserah padamu mu Lady.. asalkan kau bahagia"