
Malam sunyi, tidak terdengar sedikit pun suara hewan malam yang biasa terdengar. Hanya suara hembusan angin malam yang dingin. Menemani orang-orang yang tengah bersiap di posisi. Langit malam yang gelap, hanya diterangi cahaya bulan. Dan di temani pohon pohon yang rimbun
Serangga-serangga kecil tak mengeluarkan suara mereka. Seakan-akan mereka sedang bersembunyi di tempat teraman bagi mereka. Berusaha melindungi diri nya dari apa yang akan terjadi sebentar lagi.
Seorang laki-laki sedang bersiap dengan senjata nya. Di sisi nya ditemani oleh sang kekasih. Mata mereka mengintai dengan tajam.
"Sudah waktunya!!.Tim 1 mulai menyerang. " Sebuah aba aba kecil, namun kata-kata itu yang akan menjadi permulaan sebuah perang hebat.
Tim 1 yang berjumlah 1.200 Orang mulai bergerak. Tidak tanggung tanggung. Mereka langsung membuka perang dengan 2 Unit mobil tank. Disusul dengan ratusan personel Mafia lainnya.
"Serang!!!!..."
"Serbu!!... "
"Tembak!!... "
Kelompok Wolfe eye yang bekerjasama dengan Mafia Night, Sudah bersiap dengan persenjataan mereka. 4 orang pengintai yang bertugas memantau situasi sudah memberi peringatan dari menara pengintai.
Dor.... dor... dor.. dor... dor...
Suara tembakan saling bersahut-sahutan. Di susul dengan tumbang nya beberapa orang. Pertarungan berlangsung dengan sengit bahkan terlihat kobaran api di beberapa titik pertarungan. Suara bom yang di lempar kepada lawan membuat banyak kerusakan
Persaingan antara dua kubu, membuat suasana malam yang sepi menjadi penuh ledakan, penuh api dan bau anyir darah.
"Tim 2 mulai bergerak sekarang!! ". Aba aba dari Lissa.
Dan tak lama, di langit malam. 5 pesawat siluman menurunkan 1000 personel Bersenjata. Turun dengan parasut dari ketinggian 1.200 kaki, sambil menembak kan peluru dan beberapa bom asap.
Pihak Wolfe eye dan Night, sedikit terkejut. Namun dengan cepat mereka membalas serangan dengan sengit. Beberapa mafioso Artemis Dragon dan Dark of death terjatuh, karena rusaknya parasut mereka.
Sedangkan Michael dan Toro sudah bersiap menunggu kedatangan Lissa dan Ares.
Satu-persatu Orang orang orang tumbang karena kehabisan darah, terkena serangan peluru dan bom. Tim 2 yang di bekali bom asap yang bisa membius siapapun yang menghirup akan pingsan.
"Tim 3. Mulai. "
Dan tim 3 Langsung menyerbu. Jumlah nya hanya 400 orang. Terjadi perombakan di tim 3.Ares dan Lissa sepakat untuk merubah susunan tim 3. 200 orang dari kelompok Ares dan 200 orang dari kelompok Lissa. Tapi dengan kehebatan lebih hebat.
"Baiklah. Sebentar lagi kita akan turun. " Ujar Ares pada tim nya, Tim 5.
"Oke. Tim 4 langsung serbu. Habisi penghalang. " Ares menekan kan.
Dan pertarungan semakin meledak ketika di turun kan nya tim 4. Bahkan pihak Wolfe eye mulai kewalahan dengan pasukan yang di kerahkan oleh sepasang kekasih itu.
"Astaga!! mereka benar-benar berniat menghancurkan ku... Bahkan hampir setengah dari anak buah ku sudah tumbang.. Beruntung Toro juga ikut mengerahkan anak buah nya. " monolog Michael.
"Hei Mich!! Anak buah ku sudah mulai kewalahan. Aku rasa kita juga harus ikut bertarung bersama mereka. " Toro yang baru saja mendapat informasi dari salah satu anak buah nya datang tergesa-gesa.
"Sial*n!!! .. Ares kau akan menerima akibatnya!!! " maki Michael.
Dan ledakan besar terdengar, disusul jeritan kesakitan para mafioso.
***DDDUUAARRRR!!!!! .....
AAAKKHHH***!!!.....
Permukaan tanah bergetar sampai ke tempat Michael dan Toro berada. Bak gempa bumi, bangunan tempat mereka berada , berguncang dan hampir rubuh.
"****!!!!! Kemungkinan kita akan kalah.!!! " Ujar Toro.
"Tidak kita tidak akan kalah.. Aku harus menghancurkan Ares Bajing*n itu!! dan juga wanita yang bersama nya juga harus ikut mati. !!! " teriak Michael menjambak rambut nya kuat.
"Cepat aktif kan Peledak GRH 2000.!!! " Perintah Michael melalui alat komunikasi.
"Baik bos. " sahut di sebrang sana.
Namun hal yang akan terjadi bukan lah itu....
Di sisi lain.
Sella menyelinap menuju tempat Lissa dan Ares berada.
"Lady... aku merindukan mu.!!! " lantas memeluk Lissa, namun terhenti karena Ares menarik Lissa. Dan berakhir Sella memeluk angin.
"Siap.Sudah sempurna. Kini giliran kalian berdua yang memberikan sentuhan akhir. " Balas Sella.
"Bagus.Dan sekarang sayang. Kita yang akan menyelesaikan ini dengan tuntas. " Ares mengelus pucuk kepala Lissa.
"Ekkhheemmmm!!!! Ya Tuhan. Makhluk mu ini sendiri tanpa pasangan. Jomblo. Berikan lah jodoh untuk diri ku ini.. " Sella mendramatisir keadaan.
"Kalau kau mau kau boleh bersama Frank. " Ceplak Lissa.
"Huwekkk!!!!.. Jika sampai aku dan Frank berjodoh. Maka aku akan... "
"Ha.. akan apa kau???" potong Lissa.
"Aku akan minum air lewat hidung. " sambung Sella.
wkwkwkw.... yang hidungnya pernah kemasukan air pas lagi mandi atau pas lagi minum siapa niehh.. wkwkwkw... Pasti nya ada sensasi tersendiri yang luar biasa. hahaahh
"Baik lah... Kau sudah mengucapkan nya dan jangan menjilat ludah mu sendiri. " tukas Lissa.
"Baik siapa takut. " balas Sella tanpa takut.
"Hei sudah lah sayang. Jangan hiraukan kan anak buah mu ini. Dia terlalu lelah sampai stress. Jadi biar kan beristirahat. " potong Ares.
What the fu*k!!! dasar!! untung saja kau kekasih bos ku. jika bukan kau akan ku mutilasi. Umpat Sella dalam hati.
"Aku tau kau mengumpat ku. Dan aku bodoamat dengan itu. " balas Ares.
"Hahahah... sudah sudah. kita sedang berperang. Ayo serius"
lerai Lissa.
"Baik sayang. Sudah waktunya kita menyerang. " ujar Ares.
Ares mengecek kondisi rompi dan persenjataan nya dan begitu juga Lissa.
"Tim 5 beraksi!!! "
10 orang inti mulai memasuki medang pertempuran. Banyak mayat bertaburan di tanah. Sebagian dari Tim Lissa/Ares dan sebagian lainnya tim Michael/Toro.
Pengorbanan kalian tidak akan sia-sia teman teman. batin Lissa melihat mayat anak buah nya yang sudah tidak bernyawa.
"Ayo kita masuk. Sebagian jaga kondisi, beri tahu jika ada yang janggal dan sebagian ikut aku. "
Tim berpencar. Mereka berjalan secara perlahan dan terus meningkat kan kewaspadaan. Dengan tangan yang sudah memegang erat senjata api yang siap menembakkan timah panas kapan saja.
"Dimana ruangan itu??" tanya Ares pada Lissa.
"Sella bilang, di bawah tanah. Akan ada elevator yang membawa kita ke sana " jawab Lissa.
"Baik.Mari kesana. "
Sampai lah di depan sebuah mesin rokok sederhana.
Lissa menekan beberapa angka dan voila..
Sassshhh....
Mesin rokok bergeser, di belakang nya nampak sebuah box besar seperti ruangan. Mereka mendekat. Lissa menggeser sebuah kartu akses. Dan lampu di pemindai berubah hijau.
Gggrrrtt....
Pintu elevator terbuka. Setelah semua masuk. Lissa menekan tombol dan pintu tertutup. Sudah pasti mereka akan menuju ruang bawah tanah.
Cassssss.....
Tlekkk....
Senjata siap di gunakan.
Di ruangan itu. Michael dan juga Toro terlihat fokus pada layar besar yang merekam semua tempat, Lalu mereka berbalik. Sambil tersenyum.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...