
Hai semua
Apa kabar
semoga sehat selalu ya
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Iya... nama ku Lissa.. " Lissa membenarkan
Tidak mungkin dia itu Lissa ku... Lissa tidak seperti ini... hais... Ares apa kau sudah gila, karena tidak menemukan Lissa mu.. Batin Ares. Dan melamun.
"Hei... kau... mau melamun jangan disini " kata Lissa
"ah.. ya.. maaf kan aku.. " jawab Ares sendu.
"Hahhhh... impossible... " Lissa segera menutup mulut nya saking syok nya.
Gila... tuan Ares bilang apa tadi?? maaf?? seperti nya luka di kepala nya membuat dia berubah.. atau jangan jangan tuan Ares amnesia!!? batin Lissa.
"Hei... kenapa kau yang melamun??" Ares mengibaskan tangan nya di depan wajah Lissa
"eh... nih makanan mu. " menyodorkan nampan berisi makanan.
"Hmm.. " jawab Ares singkat.
Ares memakan makanan nya dengan tenang, dan Lissa juga masih berada dalam kamar yang sama.
"Hei Ares.. " panggil Lissa
"Hmmm??"
"Kenapa kau melamun tadi??" tanya Lissa.
Lissa mencoba mengorek ngorek sesuatu tapi bukan lubang cacing.
"Tidak... " jawab Ares bohong.
"Yakkk... kau ini... mulut mungkin bilang tidak, tapi wajah mu menunjukkan dengan jelas. " telak Lissa
"Hahhh... ya.. benar... aku merindukan seseorang. " Ares meletakkan sendok ke dalam. piring nya.
"Siapa?? pacar mu??" Lissa semakin gencar bertanya
"Bukan... tapi dia adalah orang yang paling istimewa bagi ku. "
"Itu artinya dia itu pacar mu.. "
"Aku bilang bukan!! " elak Ares.
"Lalu??" tanya Lissa lagi.
"Haissshhh.. bagaimana aku jelaskan nya??" Ares mengacak rambut nya.
"Hei... jika kau ragu menceritakan nya.. Kau bisa yakin pada ku.. aku ini paling aman jika harus menjaga rahasia.. " ujar Lissa sambil menepuk-nepuk dada nya dengan songong.
"Chih.... Hanya orang mati yang bisa menjaga rahasia" decih Ares.
"Yakk!!! jadi aku harus mati dulu??" pekik Lissa
"Tidak juga.. " Ares mengedikkan bahu nya.
"Hahhh.. ya ampun!!! aku penasaran... cepat cerita kan!! " desak Lissa yang jiwa kepo nya sudah mencapai ubun-ubun.
"Baiklah... baiklah.... " Ares mengalah..
Entah apa yang merasuki Ares ??dia dengan mudah nya percaya pada orang di depannya.
"Yah... cepat lah.. " entah dari mana, Tiba-tiba saja Lissa mendapatkan popcorn dan juga air soda.. Sudah biarkan saja air dan popcorn itu...
"Nama nya sangat mirip dengan mu.. Alissa Veronica.. Dia adalah gadis yang luar biasa bagiku... Dia baik, ceria, cerewet juga, dan yang paling ku suka adalah, dia itu pekerja keras. " Ares mulai bercerita.
Lissa langsung menstik kembali ingus nya ke dalam hidung.
Sroookkk.....
"iya.. lanjutkan.. " lanjut Lissa
Kretakkkrak.....
Lissa meremas kaleng sir soda yang sudah habis.. Dia meluangkan amarah nya pada kaleng soda yang tak bersalah itu.
"Kasihan sekali gadis itu... " kata Lissa dengan nada prihatin.
"Ya... aku bodoh.... setiap hari selalu saja bertemu dengan nya.. Kau tau... ??" ucapan Ares terpotong
"Aku tidak tau!! " jawaban Lissa memotong kata-kata Ares
"Astaga!! aku kan belum selesai bicara.. " protes Ares.
"Setiap hari selalu bertemu dengannya.. Dan hari hari di kantor juga mulai berwarna.. Karena kelakuan nya yang sering membuat ku geleng-geleng kepala.... Dia juga sangat rajin.. dan bla... bla... bla... bla.. " Ares menceritakan semua kebaikan Lissa
Sedang Lissa sendiri pun, hanya tersenyum. Tak di sangka.. ternyata di mata Ares dirinya bukan lah gadis aneh.. tapi gadis yang luar biasa.
Ares yang melihat Lissa senyam senyum sendiri kaya' orang abis gajian langsung melempar sendok ke wajah Lissa.
"Aaakkk.... kau...... " jerit Lissa dan menatap Ares degan tatapan horor seperti tatapan mata Suzanna. 😂😂
"Apa??" seolah tanpa merasa bersalah sedikit pun.
"Fuhh.... sudah lah... lupakan.. Lanjutkan lagi cerita mu!! " Lissa meredakan amarah nya.
"Dan saat malam tahun baru 4 tahun lalu, aku menyatakan perasaan ku pada nya, namun... " Ares tiba-tiba berhenti.
Hal itu membuat Lissa gregetan hingga menggigit ujung baju nya.
"Namun dia tidak menyadari nya. " lanjut Ares. Wajah nya sungguh seperti seekor kucing yang belom makan 7 hari 7 malam.
Lissa yang mendengar itu menjadi bingung... Kapan Ares menyatakan perasaan nya?? . Begitu isi pikiran nya sekarang.
"Dan... kenapa si Lissa itu, tidak menyadari pernyataan mu??" Lissa kembali mengorek ngorek masa lalu.
"Itu karena kembang api yang ku siap kan.. " tiba-tiba wajah Ares terlihat ekspresi jengkel.
"Karena kembang api itu... Lissa tidak mendengar semua kata-kata ku.... " keluh Ares.
Yahhh.... ternyata begitu toh.... Lissa malah manggut manggut paham.
"Sudah lah... lupakan... Jadi kapan aku bisa pulang?? " ungkap Ares tak ingin melanjutkan masa lalu yang perih...
"Hmm kau bisa pulang kapan pun kau mau, tapi setidak nya minta lah orang untuk menjemput mu... Jason bilang luka mu akan mulai membaik dalam 5 - 6 hari kedepan. " nasihat Lissa
"Ya.... aku mengerti... ngomong ngomong.. di mana HP ku??" tanya Ares saat tidak melihat benda persegi itu.
"Sebentar, aku ambilkan... " Lissa berjalan ke arah meja mengambil HP Ares.
Saat tidak sengaja menekan tombol power pada HP.. terlihat lah wallpaper di HP nya. Lissa langsung mematung saat melihat foto dirinya.
Itu adalah foto saat mereka liburan tahun baru.. Seperti Ares mengambil foto diam diam.
"Hei... mana HP ku... ??" tanya Ares karena Lissa belum memberikan HP nya.
"N-nih.... aku keluar dulu... " ujar Lissa agak gugup.
Lalu pergi meninggalkan Ares di kamar. Sementara itu Ares sedang menelpon Frank untuk menjemput nya di kediaman Lissa. Ares mengirimkan Sharelock.. Dan tak lama Frank datang menjemput Ares.
Ares di papah beberapa bodyguard... dan mereka langsung pulang ke apartemen Ares.
Wallpaper Ares.
...Guys jgn lupa mampir dan baca novel otor yg di bawah ini ya.
**Hehehe masih baru kok...
di like dan komen ya.
otor tunggu lohh...
byeeee**