THE MASTER OF MAFIA FALL IN LOVE (Season 1&2)

THE MASTER OF MAFIA FALL IN LOVE (Season 1&2)
apakah dia benar-benar anak Lady V ??? (Revisi)



Hai Hai Hai👋👋👋


apa kabar


semoga sehat selalu ya.


yuk terus lanjut.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Oh ya Lissa. Kalung itu, dari mana kau mendapatkan nya. ??" Tanya G-one. Pertanyaan itu sudah ada di benaknya sejak melihat Lissa


"Eng?? kalung ini??" Lissa membeo


Dan G-one mengangguk


"Oooohhh. Ini adalah barang peninggalan mommy ku. Bunda Helena yang memberikan nya. Bunda Helena adalah sahabat mommy ku. " jawab Lissa


"Helena????. Maksud mu Helena Victoria??. " tanya G-one


"Lah.. kok kamu bisa tau???" Lissa heran


jika itu benar, aku harus menemui Helena Dan berbicara langsung dengannya. Batin G-one


"Dimana alamat rumah nya??" G-one bertanya dengan antusias


"Hei... G-one, kenapa kau sangat senang??" Sandrina


"Dasar oneng... Kau lupa apa alasan kita kemari??" Tukas G-one


"Wahhh iya.. ya.. Hampir saja akuu lupa!. " Sandrina menepuk jidat.


"Emmm ... Apa kau masih memerlukan alamat nya bunda Helena???" Lissa bertanya


"Ya Lissa.. dimana alamat nya???"


"Emmm bunda Helena nggak tinggal dirumah nya sih. Dia tinggal di panti asuhan KASIH SAYANG... di jalan Xxxyyz. " jelas Lissa


"Akhirnya, terimakasih Lissa. " ucap Sandrina


"Emm Lissa, kalau boleh tau, apa lagi barang peninggalan mommy mu??" G-one mencoba mengorek informasi


"Nggak banyak sih. Cuman cincin dan anting anting. "


"Boleh ku lihat anting-anting mu??" G-one


"Ya.. tentu" Lissa mencondongkan badannya ke arah G-one dan menyibak kan rambut nya.


benar dugaan ku. ini adalah anting-anting yang selalu di pakai oleh Lady V. bahkan ini sama persis. tapi aku harus memastikan nya besok. batin G-one.


"Eee.. maaf nih ya. Kami akan pulang sekarang, karena ini pun sudah malam. Takut nya orang tua Naomi nyariin kita. " Ucap Lissa dengan hati-hati


"Lahh bener juga ya. Kita sampai nggak ingat waktu hahah" Sandrina melirik jam besar yang ada di pojok ruangan.


"Baiklah. Lain kali kalian datang saja lagi, rumah ini sepi hanya kami dan 4 penjaga. " Tutur G-one


"Iya nanti kami akan sering datang. Bener nggak Liss??. " celetuk Naomi


"Hussttt!!! ga tau malu banget sih kamu." Lissa berbisik pada Naomi


"Emm.. ya udah. Makasih ya makan malam nya. Sampai jumpa. "


Akhirnya Lissa dan Naomi pun pulang ke rumah mereka masing-masing tanpa adanya masalah di perjalanan.


sementara itu masih di kediaman G-one dan Sandrina.


"Ya kau benar , aku juga sepemikiran dengan mu.


Apalagi tadi Lissa ada menyebutkan nama Helena. " sahut Sandrina


"Mungkin kah Helena yang dia maksud itu adalah..."


di perusahaan AO company......


Tak terasa lama nya Lissa bekerja di perusahaan AO company. Sudah 5 bulan lamanya. Dan dua minggu lagi adalah tahun baru.


"Lissa gak terasa ya sekarang ini udah bulan ke 5 kamu kerja disini" ujar Frank pada nya.


Mereka kini sedang istirahat di kafe dekat kantor. Di meja itu ada Felix, Miko, Frank dan tentunya pak bos mereka, Ares. Frank sengaja mengajak Lissa untuk semeja dengan mereka. Mengingat Lissa kadang suka makan sendirian.


"Iya... ya... Udah lama juga ya. " Lissa membenarkan ucapan Frank


"Hmmm.... tapi aku penasaran. " timpal Lissa lagi


"Penasaran.????maksud kamu, penasaran soal apa??" Felix


"Kalian semua pasti udah tau kan, kalo aku ini cuman lulusan SMA... " ucap Lissa memberi jeda.


"Jadi..... ????" Miko


"Jadi... kalian pernah nggak sih kepikiran, kenapa aku bisa kerja di perusahaan milik tuan Ares ?" ucap nya melirik Ares.


"Iya sihh... Karena kamu bilang gitu, aku juga ikut penasaran. " Miko


Sementara Felix dan Frank melirik Ares dengan tatapan bingung. Bukan karena penasaran juga, tapi karena alasan lain.


"Coba pikirin. Gak mungkin kan lulusan SMA bisa masuk ke perusahaan yang bisa dibilang itu.... perusahaan ter-Wahhh gitu. " ujar Lissa


"Hmm be.... " ucapan Miko terpotong


"Permisi, ini pesanannya. Selamat menikmati" ucap pelayan kafe, sambil nge- wink kearah Miko dan hal itu dilihat oleh Lissa dan Ares.


"Terima kasih. " Miko


"Iya sama-sama" pelayan kafe wanita itu pun menunduk dengan maksud hormat tapi alasan sebenarnya adalah ingin menggoda Miko dengan belahan dada nya.


"Ceehhh... " Lissa menahan tawa nya.


"Kenapa kamu Liss???" tanya Frank.


"Nggak kenapa-kenapa kok. " elak Lissa


Pelayan tadi masih berdiri di dekat meja Lissa dkk.


"Maaf ya.. emm.... say.. Kamu nggak mau balik kerja gitu???.. ".


"Oh ya dan satu lagi, Temen saya ini nggak tertarik sama punya kamu yang segede jeruk itu. " Lissa menunjuk ke dada pelayan dengan dagu nya.


"Bener tuh.. Temen kami yang ini suka nya sama buah melon. Kan gede.. hahahaha" celetuk Frank tiba-tiba dan langsung tertawa.


"Kalian ngetawain apa sih??" Miko yang dari tadi sibuk dengan makanan nya, dan tak menghiraukan keadaan sekitar nya.


"Nggak kok. Tadi ada penjual jeruk lewat, terus aku bilang kalo kita gak ada yang suka jeruk. Terus dia nawarin jeruk ke kamu. Tapi aku bilang kamu itu suka nya melon. " bohong Lissa


Miko hanya mengangguk kan kepala dan melanjutkan makan nya.


😍😍😍😍😍lope lope buat kalian para readers.


bersambung..........