
Hai. apa kabar.
lanjut skuy!!!!!!
☸☸☸☸☸☸☸☸☸☸☸☸☸☸☸☸☸☸☸
Lissa menunggu saat yang tepat untuk menangkap karyawan abal-abal itu. Dia sudah bersiap dengan kamera Maroon milik nya. Dia merekam setiap pergerakan dari karyawan tersebut.
Karyawan itu dengan hati-hati mencari berkas yang berisikan data-data perusahaan. Dia beralih dari meja ke lemari, lalu ke rak tempat menyimpan map yang isinya berkas penting. Lalu, dengan mudah nya dia menemukan map yang berisikan data-data perusahaan.
Setelah mendapatkan apa yang dia cari, karyawan itu berjalan ke pintu keluar. Lissa menekan alat komunikasi yang ada di telinga nya.
"Kunci pintu dari luar, sekarang!! " ujar Lissa. Dan.. Tek!!!.
Pintu terkunci secara otomatis. Karyawan itu berusaha membuka pintu, dia mendobrak pintu itu berkali-kali, namun hasil nya nihil.
GOTCHA!!!!
Lissa menyimpan kamera nya di atas meja yang menemani sofa. Dia mengikat rambut nya tinggi, berjalan perlahan ke arah karyawan yang membelakangi nya.
"Hei.. sobat. Apa yang kau lakukan disini?? " pertanyaan Lissa membuat karyawan yang berjenis kelamin laki-laki itu tersentak kaget.
Lalu pria itu berbalik, reaksi kaget nya dengan cepat ia tutupi dengan wajah datar nya. Berpura-pura santai, namun dia sangat kaget. kenapa bisa ada orang disini, padahal kantor sedang sepi???. dia bergulat dengan pikiran nya sendiri.
"Justru aku yang seharusnya bertanya. Kenapa kau disini.??? kau karyawan baru ya.?? " tanya nya dengan gaya yang angkuh.
"Aku adalah sekretaris pribadi tuan Ares. Wajar bila aku disini. Kau yang siapa.?? " Lissa berkata dengan dingin.
"A... aaaa.... aku... Arrgghh. Tidak penting, yang penting sekarang kau harus ku lenyapkan!!!!! " Dia berlari kearah Lissa dan menyerang nya.
Lissa menghadang setiap serangan dengan baik. Setiap pukulan yang dilayangkan ke arah nya, berhasil ia tangkis. Sesekali tendangan Lissa mengenai perut dan dada orang itu.
Untung saja setiap bekerja Lissa memahami celana. Dia tidak penahanan menggunakan rok. Toh, Ares saja tidak marah.
Lissa masih menerima serangan, dia menghindar dengan baik. Saat pria tadi sudah mulai kehabisan tenaga, Lissa memulai bagian nya. Dia mendaratkan pukulan ke rahang pria itu. Lalu menendang nya hingga dia tersungkur ke belakang, mengenai meja kerja Ares.
Dimana Ares dan Felix??. Mereka berdua mengawasi lewat monitor yang tersambung ke kamera CCTV yang ada di ruangan nya. Ares melihat potensi yang ada di dalam diri Lissa. Sementara Felix hanya biasa saja. kembali ke Lisa
Lissa terus menghajar pria itu hingga babak belur. Dan serangan terakhir dia menendang dada pria itu hingga mulut nya mengeluarkan darah, dan dia tersungkur ke lantai dengan keadaan tak sadarkan diri.
puk...!! puk!!... puk!!...
Lissa menepuk tangan nya dan berkata" Hahahahah. Nyungsep kan akhirnya,.... ".
"Lissa dilawan... ciyat... ciyat... ciyat...huwakkkk" Lissa mengeluarkan jurus-jurus nya, sambil menggerakkan tubuh seperti akan berkelahi.
Ares dan Felix masih memantau dari monitor, Felix tergelak geli melihat kelakuan Lissa yang tidak seperti gadis pada umumnya, sedangkan Ares hanya tersenyum misterius. wah.... wah.... boleh juga gadis aneh ini, nggak seperti gadis yang sering aku temui. Dia tidak pernah takut. Kata batin Ares.
bersambung.......