THE MASTER OF MAFIA FALL IN LOVE (Season 1&2)

THE MASTER OF MAFIA FALL IN LOVE (Season 1&2)
S2. 12



Hai semua


Apa kabar


Semoga sehat selalu ya


Marhaban ya Ramdhan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bos BB di ikat seperti huruf X bahkan kedua tangan dan kaki nya di ikat dengan tali kawat, namun tidak berduri, tapi kawat yang di aliri arus listrik. Sesekali sengatan kecil di berikan pada nya bos BB agar tidak pingsan dengan cepat.


"Well karena kau sudah mengacau, maka jangan salah kan aku jika nyawa mu pergi dari tubuh mu. " ujar Lissa sambil berjalan mendekat.


Di menggenggam cambuk nya dengan erat.


Ceettasss....... cettasss...... cccettttas.......


"Akhh... sakit.... lepaskan kau dasar murahan...!!! " teriak nya. Namun Lissa sedang dalam mode tuli untuk mendengar ocehan siapapun.


"Diam kau bangsa*t!! atau kau akan semakin cepat mati. " katanya sambil memilih alat siksaan lainnya.


"Nah ini dia.. " Lissa mengangkat sebuah pisau kecil namun sangat mengkilat, dan itu tanda nya pisau itu sangat tajam..


"Kau mau menggambar tidak?? Oh iya aku lupa jika tangan mu ku ikat. hahahahah" tawa Lissa.


seettt..... ssseettt...... sssettt... sett... serta.. set...


Goresan demi goresan dia toreh kan pada wajah pria di depan nya. Benar benar seperti melukis.


"Awsss..... sakit... lepas.. kan aku... lepas... chuuihhh... " pria itu dan meludah di wajah Lissa


"Hmmmtthh... Sella ambil kan air... " teriak Lissa.


"I-ini Lady. " Sella memberikan sebotol air.


Lalu Lissa mencuci bersih wajah nya dengan air hingga air ith habis. Lalu melemparkan botol yang telah kosong itu ke sembarangan arah.


"Kurang ajar!!! Siram di dengan air mendidih dan dan campur kan cabai... Kalian hajar dia hingga nyawa nya berada di leher!!!! Aku yang nanti akan mengambil nyawanya.!!!! " Perintah nya telak.... Kini Lissa sangat marah...


B-Baik Lady... " Jawab mereka yang ada di ruangan tersebut.


Kemudian Lissa keluar dari ruangan kematian dengan marah.


*******


"Tuan... ada berita!! " lapor Felix.


"Apa??" tanya Ares.


"Big Boss melakukan penyerangan. Di..... "


"Eh... apa tuan tau Big Boss menyerang siapa?" cengo Frank


"Siapa lagi kalau bukan kita??. " bentak Ares.


"Bukan tuan.. Bukan... Big Boss. tidak menyerang kita... " elah Felix dengan cepat.


"Hah... lalu siapa??" Ares mengernyit


"Dia menyerang kelompok mafia baru... Artemis Dragon... Mafia yang di pimpin oleh seorang wanita... " jelas Felix


"Oh... " Ares menjawab dengan singkat lalu duduk kembali di sofa single nya.


Oh iya.. sekarang mereka lagi di apartemen Ares.


"Itu bukan urusan ku.. Untuk apa kau melaporkan nya. " tambah Ares lagi.


"Hhmmm... iya juga sih... " timpal Frank.


"Sudah!! biar kan saja... " ucap Ares


********


"Bagaimana?? Kalian sudah melakukan tugas dengan baik?" tanya Lissa yang muncul dari balik pintu.


"Lady bisa melihat nya sendiri... " sila anak buah Lissa.


"Baik lah.. " Lissa masuk dan melihat bagaimana kondisi dari Bos BB.


"Widiihhhh.... kalian melakukan nya dengan baik... Aku akan berikan kalian bonus... " puji Lissa


Anak buah Lissa langsung tersenyum cerah seperti mentari pagi, seperti pelangi.. slalu ku nantiiii..... iiii... eh.. kok malah nyanyi otor nya.


"Trimakasih Lady.. " ucap anak buah Lissa serempak


"Kali ini bagian ku.. " ujar Lissa. Dia mengeluarkan sebuah pisau yang masih bersarung dan sebotol air keras.


Tak membuang waktu dia langsung meninju, menendang dan mematahkan tulang kaki tangan bos Big Boss yang sudah patah dari tadi.


"Aakkhh.. tol-huk... uhuk... uhuk... " bos BB mengeluarkan batuk darah.


"Ah... apa??.. aku gak dengar"


"Tolong... lep-paskan ak-khuk... uhuk... " pinta nya dengan terbatuk batuk.


"Heh... salah mu sendiri... Kau sudah membangun kan naga yang tertidur..... " Ujar nya dengan tatapan mata iblis nya.


Lissa mengambil tongkat baseball. Lalu memukul kan nya ke tubuh bos BB.. Suara kesakitan yang keluar bagaikan simfoni kematian untuk yang mendengar nya.