
Halo buat semua nya. Masih tetap setia baca novel kan.
Aku harap kalian yang baca novel ini suka dengan kisah nya.
Kalau ada yang kalian nggak suka, tolong di komen ya.
Biar aku tahu salah nya dimana.
Ok.. Aku lanjutkan lagi
Yuk simak! 😁😁
▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫
Malam hari Lissa teringat, bahwa kedua orang tua nya meminjam uang pada nya tempo hari. Lalu dia menyambar kunci motor nya dan melakukan menuju ATM terdekat.
Sesampainya dia sana Lissa langsung menarik sejumlah uang, namun tidak semua. Tidak lupa setelah mengambil uang nya Lissa memasukkan uang nya kedalam tas yang di bawa nya untuk menyimpan uang
Namun baru beberapa langkah keluar dari ATM, seseorang menyambar tas Lissa. Lissa mengejar orang itu dengan kecepatan lari nya yang tinggi.
"Woiiiiyyy!!!! Bang*at.!! Balikin tas nya cepat!!!."
Lissa memaki-maki perampok tadi. Bagaimana dengan motor yang Lissa pakai?? Tenang motor nya sudah di parkir kan di tempat rahasia.
Lissa masih mengejar perampok itu hingga sampai lah dia di sebuah gang. Yang berada di antara dua bangunan besar.
"Wah... wah... wah... Boleh juga kamu bocah. hahahah. " perampok itu mentertawakan Lissa
Amarah Lissa memuncak ketika perampok itu mengatai nya bocah. Itu berarti perampok itu sudah meremehkan dia. Lissa paling tidak suka jika di remehkan. Mengambil ancang-ancang menyerang. Mata sebelah kiri Lissa berubah warna menjadi hijau, dan mata sebelah kanan nya menjadi ungu. Sorot mata nya seketika berubah.
"Lo... Cepet!!! Balikin tas Lissa!!!" Suara Lissa yang tadi nya terdengar cempreng seperti suara panci jatuh, langsung berubah dingin, arogan, dan benci.
Tubuh lisa sudah di kuasai oleh Altar ego Lissa, nama nya Alira.
"Astaga nih cewek serem banget muka nya" Batin perampok itu.
"Nggak akan gue kasi ke elo. "
Suiiiitt!!!.
Perampok itu bersiul. Lalu datang lagi beberapa pria berbadan besar.
"Hahahah.. Kalo berani lawan nih kita. Tapi kalau lo nggak berani lawan, main sama kita aja" Kata perampok 1
"Boleh juga nih cewek, putih bersih, cantik, body nya juga ok banget" Sahut perampok 2
"Yo'ii. Bener banget. Pasti masih bersegel" Celetuk perampok 3 sambil nge-wink kearah Lissa
"Berani lo semua lawan gue!!!! ". " Maju lo semua!!!!! "Teriak Lissa
" Maju serang dia!!! "Ucap ketua perampok itu.
Alira, maju sendirian, melawan 4 perampok berbadan gorila sendirian.
Meskipun hanya sendiri tapi Alira mampu melawan mereka. Gelar ratu Karate saat dia masih SMP masih berlaku. Bagaimana tidak, sudah banyak penghargaan yang ia dapatkan karena sering memenangkan kejuaraan karate antar kota..
Alissa/Alira, menyerang perampok itu secara membabi buta. Pukulan pertama ia layangkan ke arah Ulu hati perampok 1. Tendangan tinggi mengenai leher perampok 2,seketika itu juga di tewas di tempat karena Alira menendang leher perampok itu dengan kuat, hingga tulang leher nya patah di dalam.
Alira terus melayang kan tinjuan dan tendangan ke perampok itu. Hingga tersisa seorang perampok.
"Heh!! Kuat juga lo bocah!! " Ejek perampok 4 yang tak lain adalah ketua dari komplotan rampok tadi.
"Lo ngatain gue bocah sekali lagi... Gue jamin hari ini lo bakal nyusul temen lo " Tunjuk Alira ke arah salah satu perampok yang sudah tewas.
"Iiii takuttt... Huhuhuhu" Ejek nya menirukan suara menangis.
Dan pertarungan sengit antara Alira VS perampok. Alira sempat terjungkal ke tanah, karena perlawanan dari lawan nya itu cukup kuat. Buku tangan Alira sudah mengalir kan darah segar. Wajah mereka berdua sudah sama-sama lebam, membiru dan darah kering sudah nemplok di sudut bibir mereka.
Ketua rampok itu kemudian mengambil sebatang linggis. Tau kan linggis itu apa..
"Ayo... Gadis cantik, lawan gue kalo lo berani!!! " Ucap rampok itu tersenyum mengejek.
Alira/Alissa sudah kehilangan banyak tenaga nya. Kemudian Alira menyerang lagi, namun Alira terjungkal kebelakang karena tendangan tepat di perut nya. Dia berusaha bangkit. Perampok itu mendekat perlahan. Alira sudah tidak ada lagi di tubuh Lissa, karena tubuh Lissa sudah tak berdaya lagi. Menyisakan Lissa yang berusaha untuk melawan balik.
Lissa melihat perampok itu mendekat, saat tepat di depan Lissa, perampok itu mengangkat linggis nya ke atas hendak memukul Lissa. Namun sebelum itu terjadi suara tembakan terdengar.
DOR!!!
DOR!!!
Dua bua peluru panas menembus kepala. Perampok itu langsung jatuh tersungkur kebelakang, tewas di tempat kejadian perkara. Ares lah yang menembak perampok itu.
Saat melihat Lissa sudah mulai kehabisan tenaga, Ares sudah membuka pintu mobil nya. Dan bersiap menembak dan Headshot. Tepat sasaran mengenai kepala perampok itu.
Lalu Ares mendekati Lissa. Di ambil nya tas Lissa yang berisikan uang, lalu menolong Lissa. Sebenarnya Lissa sadar ada orang yang menolong nya, namun penglihatan nya kabur, perlahan mulai gelap.
Lissa pingsan, sontak Ares menggendong tubuh Lissa. Ia membuka pintu belakang mobilnya, dan membaringkan Lissa di tempat duduk.
Di ambil nya kitak P3K di belakang kursi penumpang, lalu dengan telaten mengobati luka yang ada di tangan, pelipis, kaki dan sudut bibir Lissa.
Lissa yang merasakan dingin ketika, salep di oleskan ke pelipis nya, pun bangun. Yang pertama ia lihat saat bangun adalah sosok laki-laki tampan. Apakah aku sudah mati di bunuh oleh perampok tadi?? Begitulah batinnya.
Lissa berusaha untuk duduk, kesadaran nya masih belum terkumpul sempurna. Ketika disodorkan minum, Lissa langsung menyambar air itu dan meminum nya hingga tak tersisa sedikit pun. Tak lama setelah itu, kesadaran Lissa sudah mulai membaik.
Sungguh terkejut, karena ia sudah di tolong oleh seorang pria. Yang tak lain adalah Ares. Orang yang dia kenal dengan kepribadian dingin dan cuek. Lissa masih memandangi wajah Ares.
Bersyukur karena dia masih selamat. Kiranya, ia akan mati muda karena melawan para perampok.
"Sudah puas melihat wajah ku?? " Tanya Ares dingin
"Hmm belum... Sebentar lagi!. " Ucap Lissa tanpa sadar.
"Ini sudah malam apa kau tidak mau pulang?? " Pertanyaan Ares langsung menyadarkan Lissa
"Ah...!!! Eh...!!! Iya ini juga mau pulang.!! Ma-makasih udah nolongin tadi!.. "Sahut Lissa. Wajah nya sudah seperti udang rebus, merah.
" Hmmm dimana kendaraan mu, apa kau berjalan kaki ke ATM?? "
"Ohh tidak. Tadi hanya ada sedikit masalah kecil. Motor ku ada di dekat ATM tadi. " Jelas nya
"Hahhh. Melawan perampok dia bilang itu hanya masalah kecil??. Hmmm cukup menarik juga gadis ini.. " Batin Ares.
"Baiklah karena ini sudah larut, aku akan mengantarkan mu pulang, untuk masalah sepeda motor mu, besok anak buah ku akan mengantar kan nya. " Jelas nya.
"Mm baiklah. Terimakasih" Ucap Lissa
"Dimana alamat mu. Aku sudah lupa.!?? " Tanya Ares.
"Jalan saja, nanti akan ku arah kan. " Kata Lissa
"Hhh yasudah" Sahut Ares.
Mereka pun berangkat, tak ada perbincangan diantara mereka tapi itu tidak membuat suasana canggung. Karena, Ares menghidupkan radio.
Mereka sibuk sendiri, Ares yang fokus menyetir, sedangkan Lissa kadang membuka HP nya, kadang juga melihat keluar jendela mobil.
Bersambung........