
πππππππππππππππππππ
Sore ini Ares datang berkunjung ke rumah wanita yang ia anggap sebagai 'calon istri' nya. Pikiran nya mumet karena mengurusi penyerangan yang akan ia lakukan tak lama lagi.
Ia membawa buah untuk 'calon mertua ' nya dan cokelat+bunga untuk sang 'calon istri' .
anggap aja kaya' gini ya bingkisan buah nya. Karena author orang Indonesia, jadi pake buah yang ada di Indonesia wkwkwk.
nih cokelat buat ayang Lissa ππππ
ini juga... cokelat sama bunga nya... Sengaja Ares pakai bunga buatan supaya gak layu layu... . kalo layu pasti di buang, kalo bunga buatan kan nggak. jadi bakal di simpen terus sama Lissa π€£π€£π€£.
Misi ladies... Babang tamvan mau kerumah camer... bayangin aja stylenya gini ya guys.... Author gak ngerti fesyen πππ.
"Huh!!! aku harap mereka menyukai nya. " Ares menyemangati diri nya sendiri
"Semoga lancar... " Ares membuka kotak kecil di genggaman nya.
Bagaimana untuk Kak Ronald??? Tenang epribadeh... Ares sudah menyiapkan yang lain. Ares menanam kan saham 15% di perusahaan kak Ron. Buat para pengusaha lain itu adalah hal sukar. Tapi Ron mendapatkan itu dengan mudah.... Jadi tinggal nunggu restu camer aja.
Tiiid.... tiiiiddd....
"Silahkan masuk tuan... " ucap Penjaga
Ares hanya mengangguk. Dan memasukkan mobil nya ke halaman rumah Lissa.
Sementara itu.....
"Hadehh.... Si Mommy... Heboh banget juga. Orang yang datang itu si Ares, heboh nya udah kayak kedatangan Presiden. " Lissa Menggerutu di sela sela kegiatan nya menyiapkan makan malam.
"Ehem... Kerja yang benar...." tukas Ron tiba-tiba.
"Apa sih Kak!!! " balas Lissa dengan ketus.
"Lissa sana kamu ganti baju.. Yang cantik ya... " Mommy langsung menyingkirkan Lissa dengan mendorong nya.
"Ishh... Mommy..!! " Lissa Memonyong kan bibir nya kesal
Sebenarnya bukan karena kedatangan area dia kesal. Tapi karena sikap Mommy nya. Bagaimana tidak. Baru saja mata Lissa terpejam, bahkan belum 5 detik. Mommy sudah menggedor pintu kamar nya seperti kesetanan.
Padahal dia sangat mengantuk. Setelah begadang semalaman karena berkas yang menumpuk. Entah datang dari mana berkas itu, setiap hari selalu saja datang. Padahal dia selalu rajin.Yah... nama nya juga kerja, apa lagi jadi pemimpin. Kerjaan dan tanggung jawab nya pasti besar ya Lissa.
Jadi tetap semangat aja... ππ₯π₯π₯π₯
back to story.....
"Baju apa ya???.." Lissa menyibak kan beberapa helai baju nya...
"Heleh... paling hanya kunjungan biasa.. Jadi baju sederhana saja... " Lissa menarik salah satu baju berwarna biru cerah.
Anggap nih style Lissa.
"Hemm??? seperti Si 'tamu agung ' sudah sampai... " gumam Lissa ketika mendengar suara heboh Mommy.
"Nah.. Kan kuece badai.. hehehe" dia mentertawakan diri nya sendiri.
Sampai nya dia di ruang tamu, kaget melihat pakaian yang Ares pakai..
Lah... lah... lah.. ??? ini kok bisa sama??? dia tau dari mana aku pakai baju warna biru... Emang sih gak sama banget... Tapi kan sama-sama biru..... Lissa tercengang.
Ia hendak mengganti baju nya lagi. Namun....
"Nahh.... itu dia si Lissa sudah selesai beberes. Ayo nak Ares kita makan malam dulu.. " ajak Mommy.
Lissa jadi melengos malas... Dia juga ikut menuju ruang makan.
Ares sendiri juga kaget melihat Lissa turun memakai baju berwarna sama dengan nya, namun terlihat lebih cerah. Dalam hati dia sudah berpikir, bahwa semesta memang menginginkan mereka bersatu:v
"Iya Dad... Terima kasih.. " ucap Ares tanpa sungkan.
Mommy Zira pun melayani Daddy Justin dengan telaten. Sementara abang jomblo kita mengambil makanan nya sendiri.
"Lissa bisa tolong ambilkan makanan ku??" tanya Ares.
Lissa menoleh Ares. Dan menaikkan satu alis nya, sementara bibir nya mencebik. Mommy Zira dan Daddy Justin hanya tersenyum melihat usaha Ares. Abang jomblo jangan di tanya lagi. Dia sudah melahap makanan nya setelah berdoa.
"Oke.. " jawab Lissa singkat.
Lissa mengambil kan makanan untuk Ares.
"Mau yang mana??" tanya nya saat piring sudah terisi nasi.
"Cumi-cumi pedas" jawab Ares..
Lissa mengambil dan menaruh di Piring Ares.
"Lagi??" tanya nya.
"Sayur nya.. "
"Lagi???" tanya Lissa
"Sop ikan... " jawab Ares sambil tersenyum.
Lissa meletakkan piring di hadapan Ares. Dan mengambil mangkuk kecil untuk sop ikan.
"Nih... sop nya nya" ucap Lissa.
"Terima kasih... " Jawab Ares dengan senyum sejuta watt
Lissa hanya mengangguk sebagai jawaban. Mereka melanjutkan makan makan dengan tenang tanpa berbicara. Bukan karena di beri peraturan tidak boleh bicara saat makan. Tapi entah kenapa hari ini makan dengan sangat sunyi.
Biasanya akan ada percakapan kecil antar keluarga kecil itu. Tapi ahhh.... ya sudahlahh... Diam saja...
Setelah makan malam...
"Lissa biar Mommy dan Bu Indah saja yang membereskan. Kau temani Ares sana.. Kata nya tadi dia ingin membawa mu jalan jalan.. " tolak Mommy saat Lissa mengangkut piring
"Oke Mom. " Lissa meletakkan kembali piring.
Lissa menuju ruang tamu yang hanya ada Ares seorang.
"Ehem!!! " Lissa Berdehem.
Mengalihkan tatapan Ares dari HP nya. Lalu Ares menyimpan HP nya melihat Lissa duduk di sebrang nya. Lissa hanya diam, sambil bersender di sofa dan menindih kan kedua kaki nya.
"Apa kau tidak bersiap???" tanya Ares.
"Aku sudah siap.. " jawab Lissa
"Tidak ingin membawa HP atau dompet atau tidak ingin godok gigi dulu??-" tanya Ares beruntun.
"Ok.. tunggu, 10 menit lagi aku turun. " Lissa langsung beranjak menuju kamar nya.
Dia tidak menganti baju. Banyak gosok gigi, dan mengambil HP serta dompet.
Singkat cerita mereka sudah di jalanan dan masih belum menentukan tujuan.
"Kita mau kemana???" tanya Lissa.
"Entah lah.. Kau mau kemana???" tanya Ares balik..
"Haishh... Aku kira kau sudah tau tujuan.. " gerutu Lissa
"Kalau ke pantai bagaimana???Atau ke taman kota. ??" saran Ares.
"Hmmm.. Pantai saja.. sekalian cari angin. " putus Lissa.
"okey. " Ares melesat kan mobil nya menuju pantai.
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...