
halo semua
apa kabar.
semoga sehat selalu ya.
ok ayo lanjut
tapi jangan lupa klik jempol dan vote ya.
makasih.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tok.. tok... tok....
"Permisi... Naomi.. " Lissa mengetuk pintu rumah Naomi.
ceklek
pintu terbuka, dan nampak seorang gadis berdarah Asia dari balik pintu.
"Iya Lissa. Masuk dulu yuk. " Naomi memperlebar pintu.
"Hai Lissa.. Gimana kabar kamu nak?? " tanya ibu Naomi.
"Iya bu, sehat kok. " jawab Lissa.
"Eh ada nak Lissa. Ayo duduk di sini. Kita makan siang sama-sama. " ajak ayah nya Naomi.
"Iya, yah. " jawab Lissa. dan dia pun duduk di sebelah Naomi yang sudah menunggu di kursi.
"Mari dimakan semua nya" ucap Ibu Naomi.
Dan mereka pun makan. Kadang suasana makan berubah menjadi penuh tawa karena celotehan tak berguna dari Lissa maupun Naomi. 45 menit kemudian semua sudah selesai makan. Lissa dan Naomi merapikan bekas mereka makan sedang kan orang tua dan adik Naomi bersantai di ruang keluarga.
Tak berselang lama Lissa dan Naomi selesai beberes dan meminta izin untuk pergi keluar bersama. Orang tua Naomi pun mengizinkan.
"Mi . Kita mau kemana nih??" tanya Lissa saat dalam perjalanan.
"Jalan aja dulu. Ntar kalo ada tempat yang bagus kita mampir. " sahut Naomi
"Ok deh. "
Mereka masih dalam perjalanan, entah kemana tujuan mereka. Ketika itu Lissa melihat ada kafe yang baru di buka.
"Mi . Kita mampir ke kafe sana aja yuk. " ajak Lissa
"Bagus nggak????" tanya Naomi dengan ragu-ragu
"Yeehh lihat aja dulu. Kalo nggak cocok kita pergi dari sana. "
"hmmm... iya deh. "
Jam pun menunjukkan pukul 3 sore. Mereka harus pulang sekarang atau ayah Naomi akan marah. Lissa memacu motor nya dengan kecepatan agak tinggi. Dan akhirnya sampai lah mereka di rumah Naomi.
Setelah mengantarkan Naomi pulang Lissa juga pulang ke kost nya. Namun saat di perjalanan dia melihat 2 orang berpakaiannya formal sedang di hadang beberapa preman. Dan hebat nya, itu adalah preman yang pernah mencegat dia dan Naomi.
Saat itu hanya tersisa 1 preman yang tersisa. Tapi sekarang teman preman itu sudah banyak lagi.
"Hei.. berhenti. " Lissa merentang kan tangan nya Dengan lebar.
"ckckckck.... rupanya kau nggak jera ya. Kau ingin ku hajar ya. " ucap Lissa pada ketua preman yang tak lain adalah preman yang Ares biarkan selamat dulu.
"wah... wah... wah... nona. Sekarang teman mu sudah tak ada lagi. Jadi kami akan bersenang-senang dengan mu hahahah" tawa ketua preman itu.
"Kalian pergilah. Biar aku yang urus mereka. Oh iya jangan lupa, saat susah bebas nanti kalian hubungi polisi ya. " Lissa berucap pada dua orang tadi.
dia.... mirip dengan seseorang yang ku kenal. batin salah satu orang itu.
"hmmm kau mirip dengan seseorang yang sudah lama hilang dari hidup kami" ujar satu nya dalam hati.
"Akhh.... " Lissa terjerembab ke tanah.
Dia memegangi perutnya yang terkena tendangan. Dan berusaha bangkit namun ia ditahan oleh orang yang ia tolong.
"Ya ampun berani nya lawan cewek kecil. Ayo maju sini kalo berani. Nyari lawan tuh yang sama. Cowok sama cowok. " celetuk pria itu.
dan terjadi lah perkelahian antara pria itu dengan beberapa anggota preman.
bughhh
bughhh
bughhh
krreeekkk
Krreeekkk
krrekkk
(suara pukulan dan tulang yang patah)
ehh busseett. kalo tau tuh orang bisa berantem. nggak aku tolongin tadi. Tapi udah lah gak apa-apa. dapet pahala dikit. heheh. ucap Lissa dalam hati
untuk semua readers yang udah baca sampai sini.
author ucapkan banyak sekali terimakasih.
dan semoga sehat selalu.
bersambung......