
πππππππππππππππππ
Bruuusshhhh....... Bruusshhhhh..... brrusshhhh....
Suara ombak pantai saling bertabrakan dengan bibir pantai. Kios kios dan pondok kecil penuh dengan lalu kelap kelip. Namun Ares memilih tempat yang agak jauh dari keramaian, namun masih bisa melihat keramaian.
Blapp...
Lissa menutup pintu. Diikuti Ares dengan bunga dan cokelat yang ia persiapkan tadi.
"Ini untuk mu... " Ares memberi kan cokelat dan bunga.
"Waaawww... Cokelat!! " mata Lissa berbinar.
"Apa kau menyukai nya???" tanya Ares
"Ya sangat suka. "
"Syukur lah. " sahut Ares lega.
Tatapan Lissa mengarah ke luas nya laut yang nampak gelap. Dan di kejauhan nampak cahaya lampu dari perahu motor nelayan.
"Kau suka?? pemandangan nya???." tanya Ares.
"Hemm.. Ya lumayan... Saat masih sekolah dulu aku sering ke pantai bersama sahabat ku.. " angguk Lissa
"Hahhhh... " Lissa membuang napas perlahan.
"Angin nya sangat segar... " ujar Ares.
"Iya..Aku sangat suka.. " Lissa menatap Ares.
Ares merasa di tatap balik membalas tatapan Lissa. Manik mata Lissa terlihat berkilau saat malam hari. Dan Ares menyukai mata itu. Lissa terhipnotis dengan mata elang milik Ares.
Perlahan mereka saling berdekatan, mengikis jarak yang awal nya hanya beberapa centi menjadi sangat dekat. Bahkan bahu kedua nya saling menempel. Ares menundukkan wajah nya. Lissa masih menatap manik mata Ares yang mempesona.
Mata Lissa terpejam saat merasakan benda lembut, kenyal hangat dan bahas menyentuh bibir nya. Semakin menghayati. Lissa membalas ciuman itu. Ares memegang pinggang Lissa dan turun dari mobil.
Ciuman nya masih berlanjut. Lissa mengalungkan kedua tangan nya di leher Ares. Dan sesekali mengusap dan mere***mas pelan rambut Ares. Ares semakin memperdalam cium*an nya dengan menekan tengkuk Lissa.
Bibir dan lidah mereka saling beradu. Saling bertukar saliva untuk pertama kali nya. Ciuman Ares semakin liar dan menunjukkan tanda tanda ***** nya semakin memuncak.
Bibir seksi itu perlahan menuju leher putih jenjang milik Lissa. Dan mencium lembut, namun semakin dicium Ares makin bernafsu. Hingga dia meninggalkan bekas kemerahan di leher Lissa. Lissa sendiri hampir terbuai dengan perlakuan Ares. Hampir saja ia mengeluarkan suara lak***nat itu.
Lissa terkejut karena tindakan Ares itu akan berakibat hal lain. Dengan pelan ia mendorong dada bidang Ares. Tautan mereka perlahan terlepas, menyisakan nafas yang terengah-engah.
"Maaf... Aku hampir lepas kendali. " ucap Ares.
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
Ares menyatukan kening mereka, dan hidung mereka saling bersentuhan. Lissa menangkup rahang tegas Ares dan memberikan belaian lembut. Begitu juga Ares. Dia membelai wajah Lissa dengan lembut solah itu adalah barang yang rapuh.
"Lissa... " Ares membuka mata nya.
Lissa membuka mata nya, dan terkejut saat melihat Ares berjongkok, dengan bertumpu kan lutut nya. Dan di tangan nya terdapat benda mungil yang berkilau.
"Will you marry me???" Tatap Ares dengan mata penuh cinta.
Mata Lissa terbuka lebar.. Menutup mulut nya saking kaget dengan hal yang Ares lakukan. Dia bahkan sampai turun dari kapal mobil. Air mata nya jatuh tanpa ia perintah kan.
"Y-yes... I Will... hiks.... " Jawab Lissa diiringi tangis.
Ares tidak menyangka dirinya akan di Terima... Dia lantas memeluk Lissa dan menyematkan cincin itu di jari manis Lissa. Lalu memeluk Lissa dengan erat. Dia mengangkat dan berputar putar dengan girang. Lalu menurunkan Lissa dan berlari ke arah batu.
Eeiissytt bukan Mau bunuh diri dengan terjun ke laut ya guys.. πππ.
"HAAAAAAHHHHH!!!! AKU BAHAGIA!!!!!!!! TERIMA KASIH KAU MENERIMA LAMARAN KU!!!!!! AKU MENCINTAI MU ALISSA VERONICA!!!!!! " teriak Ares.
Lalu Lissa turut melakukan hal yang sama..
"WAAHHHHH!!!!!!! AKU JUGA MENCINTAI MU ARES ALEXANDER!!!!!!! WOOHHH!!! tapi sayang kita belum bisa menikah dalam waktu dekat ini... " teriakan bahagia Lissa diakhiri dengan jawaban menohok untuk Ares.