
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
• Hai semua readers. Maaf ya kalo baru update. Lagi sibuk sama dunia nyata. Dan dunia halu di samping kan dulu.. wkwkwk. Mulai sekarang alur nya akan di bumbui dengan hal yang manis. gak ada lagi yang nama nya perang atau musuh. Karena musuh utama nya memang hanya Michael seorang saja.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Seminggu sejak pertemuan itu terjadi. Lissa bisa bersantai. Dan hari hari nya mulai tenang. Hanya masalah kantor lah yang membuat nya merasa sibuk. Dan hari ini, dia mengundang sahabat senasib seperjuangan nya dulu.
Ya... kalian benar, dia Naomi Anastasya. Naomi sekarang benar benar sembuh dari sakit nya. Dan Lissa sangat senang akan hal itu. Dia juga mengundang teman teman dekat nya dulu. Siapa kalau bukan Ilham, Felix, Frank, Miko, dan Ares tentu nya. wkwkwk...
Lissa mengadakan pesta barbeque di halaman rumah nya. Meskipun tak luas dan tak sempit. Tapi itu cukup.
"Lissa!!!!!! Sohib ku yang ku cinta!!! " Naomi berlari.
Begitu juga Lissa. Mereka seperti anak kecil. Dan air mata tak terelakkan saat mereka berpelukan.
"Heuuu... huhuhuuuuhuhu... huhuuuhuu.... Aku kangen you bespren.... " ujar Naomi.
"Aku juga... Heuuhuuuu.. akhirnya kamu sembuh. "
"Aku syok.. saat mendengar berita kematian mu, aku tidak bisa memikirkan apapun.. Meskipun kau hanya sahabat, tapi kau sudah menjadi adikku sendiri.. Kita saudara bahkan darah kita juga sama.. Sama-sama golongan darah Biru... " Naomi sempat sempat nya bercanda saat sedih.
"Hiya.. aaaa... Kihta shau.. dhar... aaa... huwaaaaa" tangis Lissa semakin kencang.
ssrrrootthh... ingus Lissa semakin banyak dan semakin ditarik kembali kedalam hidung.
"Naomi.. Mommy sangat merindukan kamu... Maaf Mommy berbohong pada mu.. maaf kan Mommy ya nak.. " Mommy zira memeluk Naomi.
Lissa beralih memeluk ayah ibu dan adik Naomi.
"Lissa.. kami berdua sangat rindu padamu, Kami kaget saat mendengar berita sedih tentang mu... "
"Lissa juga merindukan kalian. Maaf Lissa sangat jarang dan bahkan hampir tidak pernah mengunjungi kalian lagi. "
Orang tua Naomi mengangguk.
"Heuumm. Lissa ayo ajak keluarga teman mu dan keluarga nya ke halaman belakang... Di sana kan ada beberapa cemilan. Mungkin adik ini sudah lapar. " ajak Daddy Justin.
"Baik Dad... Ayo semua.. kita ke halaman belakang... "
"Wahhh..... ramai sekali... Bahkan ada Felix dan Frank... " Ujar Naomi.
"Iya.. aku mengundang mereka semua.Bahkan Ilham juga ada.. "
"Dia pasti sedang makan... " cibir Naomi.
"Kau benar... hahahah"
Mereka berdua tertawa.
Lissa menghampiri Sella yang asyik memakan cemilan.
"Sella... ini Naomi... Kau sudah tau kan.. "
"Iya Lissa.. Hai... Naomi.. aku Sella. Lady... ehmm Lissa sering bercerita tentang mu... " Sella menyalami Naomi.
"Hai.. Salam kenal... aku harap kita menjadi sahabat akrab.. "
"Jangan berteman dengan nya kau akan tertular virus bar-bar nya.. " sindir Lissa.
"Hei.. dasar tidak tau diri... Aku itu tertular oleh mu... " dengus Sella.
"Hahah kita sama kan.. " . mereka mentertawakan sifat baru baru masing masing.
"Lissa... makanan di rumah mu sangat enak... Aku suka.. " Ilham tiba-tiba datang..
"Ya... kau itu kan pemakan segala... Jadi semua makanan enak di lidah mu.. hahaha" ejek Naomi.
Ilham melengos dari sana... dan menyibukkan diri dengan makanan.
"Baik lahh Ayo kita mulai pesta nya!!!!! " Daddy Justin membawa satu nampan besar berisi daging...
Diikuti bu Indah yang memegang wadah berisi sosis, di belakang nya diikuti Mommy Zira yang membawa gelas dan di belakang lagi ada Ronald, membawa beberapa botol besar air soda.
Memanggang daging dan sosis di lakukan oleh para pria pria muda. Karena banyak nya daging, mereka sampai membutuhkan 3 pembakaran.
Sedang kan para perempuan mengemasi meja panjang sambil sesekali bergosip hal yang berkaitan dengan wanita.
Satu-persatu piring berisi daging dan sosis mendarat di meja makan. Dan piring terkahir tiba.
"Oke!!. Mari kita santap hidangan nya.. Selamat makan semua.. " Ujar Daddy Justin.
Mereka menyantap hidangan dengan penuh suka ria dan tawa.. seolah beban tak ada di pundak mereka.
Beralih ke Lissa dan Ares.
.
"Baik.. tunggu sebentar. "
"Terima kasih... "
Ares mengarahkan sepotong daging ke Lissa.
"Buka mulut mu... "
"Aihh.... Makan saja.. aku juga punya daging ku sendiri.. " tolak Lissa
Bukan tidak suka.. Tapi malu..
"ckk ayo buka.. atau aku cium di sini... " bisik Ares.
Lissa langsung melahap daging yang di suapkan Ares.
" Pintar sekali calon istri ku ini.. " puji Ares.
"Ayo lagi.. buka mulut mu. Kau harus makan yang banyak agar saat acara pernikahan nanti kau semakin seksi.. " Ares berbisik di kata terakhir.
Pipi Lissa sudah berubah merah dan terasa hangat. Wajah nya semakin lucu saat pipi nya membulat karena daging yang di kunyah.
"Kau malu sayang??hahah sangat imut dan cantik... "
"Berhenti lah bicara Ares... atau yang lain akan dengar.. "
"Kalau aku tidak mau kau akan apa??" goda Ares.
"Pernikahan kita batal!! " ancam Lissa yang hanya main main.
"Ckkk.. kau selalu saja mengancam pernikahan kita batal.. aku tidak menyukai hal itu kau tau.. "
Percakapan mereka akan kurang jelas di telinga orang lain, karena duduk mereka di ujung meja. Sedangkan yang lain sedang asyik mengobrol. Suara mereka berdua tersamarkan.
"Kau tau... Perkataan itu adalah doa.. atau kau memang tidak mau kita menikah...!!?" tandas Ares.
"Ya sudah.. Lebih baik aku pergi.. "
Takk.... Ares meletakkan garpu dan pisau nya.
Lissa panik. Dia hanya bercanda ternyata Ares menanggapi itu dengan serius. Dia bingung. Akhirnya dia menahan tangan Ares.
"Tunggu!! .. Duduk lah.. " Ujar Lissa pelan.
Ares kembali duduk.. Senyum tipis tersungging di bibirnya.
"Ma... maaf...Ini... makan lah.. " Lissa menyodorkan sepotong daging.
Ares tidak menghiraukan hal itu.. Lissa hendak menyuap kan daging itu ke mulut nya. Namun Ares menarik itu dan melahap nya.
Lissa melihat wajah Ares. Masih datar. Dia menghela nafas. Lissa meraih sebelah tangan Ares.
"Maaf.. A-aku... tidak bermaksud begitu, hanya bercanda saja.. Aku hanya malu saja.. Kau bersikap seperti tadi.. Jadi... " lirih Lissa.
"Jadi apa??"
"Ehmm.... jadi, pernikahan kita akan tetap berlangsung kan?? maaf kan sikap ku tadi... " cicit Lissa.
Ares sekuat tenaga menahan wajah nya agar terlihat kaku dan datar. Tapi tidak bisa. Melihat Lissa yang imut saat ini.. membuat senyum eksotis nya terkembang.
"Hahah.. iya... baik lah aku memaafkan mu. "
Lissa langsung menatap Ares.
Muach!.
Ares mencuri kecupan di kening Lissa.
"Eeekkhhheeemmmm!!!!! " suara deheman yang panjang mengagetkan mereka berdua.
"Hadeehh.... Dad... Seperti kita harus memindahkan acara nya di dalam ruangan saja.. Karena ada yang sedang kasmaran dari tadi. Dunia serasa milik berdua, yang lain cuman menumpang.. " sindir Ron.
"Hahahaaha... " Sindiran Ron, ditanggapi tertawa oleh Daddy Justin.
"Itu karena kau belum merasakan jatuh cinta Ron. " jawab Daddy Justin.
Sekarang pipi Lissa semakin merona karena malu, dia berusaha menyibukkan diri dengan terus memakan daging dan sosis nya.. Ares hanya tersenyum, dia membenarkan apa perkataan Daddy Justin.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...