
Hai semua
apa kabar
semoga sehat selalu ya
skuyyy lanjut.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Tapi terserah kau saja. Ingin ikut atau tidak" dengan cepat Ares menimpali ucapan nya yang sebelumnya..
"Mmmm... " Lissa terlihat menimbang nimbang dan akhirnya dia setuju untuk ikut.
"Ok.... kita makkaannn..... " seru Frank dengan semangat.
Ares hanya tersenyum melihat anak buah nya yang satu ini. Sangat berbeda dengan kembaran nya yang terkesan cool, dan cuek.
skip sampai di restoran....
"Wahh ramai banget resto nya.. " Lissa menatap sekitar.
"Meja nya penuh semua lagi, mungkin kita bisa pindah. " usul Lissa
"Ahhaha tenang saja Lissa... Ini resto langganan kami, kami punya ruangan tersendiri disini. " ucap Felix
Lalu datang seorang pria berumur sekitar 30 tahun. Dia adalah manager dari restoran itu.
"Selamat datang sahabat kuuu.... Mari kutunjukkan meja mu. " ajak pria itu.
"Siap kan satu tempat lagi untuk nya.!! " ujar Ares.
"Untuk siapa kata mu tadi???" pria itu berbalik badan. Dan melihat Lissa yang tersenyum manis padanya.
"Wahh.. wah.. wah... tidak ku sangka kau akan mengajak wanita bersamamu. " ujar nya.
Pria itu tadi tidak melihat Lissa karena tertutupi oleh badan Ares tang tinggi dan lumayan lebar. Ditambah di samping kiri kanan nya ada Felix dan Frank.
"Baik lah. Mari ikuti aku. "
Tak lama mereka sampai di ruangan VIP, dengan interior yang elegan di tambah dengan ruangan yang cukup luas.
"Frank, nggak salah nih kita ke sini???" bisik Lissa pada Frank.
"Ya nggak lah... emang mau kemana lagi??" Frank.
"Kita kan cuman makan malam. Kenapa harus datang ke resto mewah sih??" Lissa masih heran
"Gini ya aku jelasin dikit ke kamu. Tuan Ares sengaja milih restoran ini karena fasilitas nya yang bikin tuan Ares nyaman....Dan pemilik dari restoran ini adalah sahabat tuan Ares sendiri..... Ditambah, tuan Ares sudah membayar Bill untuk setiap makanan yang dimakan selama setahu, dan itu tuan Ares lakukan setiap tahun. " jelas nya.
"Dan juga, tuan Ares menyukai ketenangan saat makan. Bukannya dia tidak suka makanan biasa seperti orang banyak. Dia hanya memesan 1 jenis makanan saja. setiap datang kesini. " tambah Frank
"Kau paham sekarang???" tanya Frank
"Ya aku paham. Sungguh bos yang aneh menurut" Lissa hanya manggut manggut.
"Hei!!! kalian mau jadi manekin disitu??? " celetul Felix yang sudah duduk di kursi.
"Ehh... enak aja ngatain orang manekin. Kita kan cantik dan ganteng gini kamu bilang manekin??" Lissa mendengus
"Yahhh Lissaaa.... Itu kan tempat ku. " rengek Frank
"Lalu... ??" tanya Lissa
"Ihh nggak peka banget sih. Kamu duduk di samping tuan Ares situ!! "
"Enak aja, siapa cepat dia dapat. Bener nggak FELIX??" Lissa menekan nama Felix diakhir kalimat nya.
"Wahhh nggak bisa nih. Harus di kasih pelajaran cewek satu ini. " Frank melepaskan jas nya, menyisakan kemeja hitam nya. Dia menggulung lengan kemeja nya.
"Ihhh apa sih buka bukaan. Aku masih polos tau. ?? " Lissa menutup mata nya dengan telapak tangan nya.
"kalian ini seperti anak kecil saja. " Felix menggeleng kan kepala nya.
Ares??? dia hanya diam, melihat tingkah anak buah nya. Dia tidak protes sama sekali . Justru dia terhibur dengan sikap Lissa dan Frank.
"DIAM!!! ". bentak Frank dengan Lissa bersamaan.
" Lissa siap-siap kau!! hehheeh... "Frank menyeringai. Dia mengambil ancang-ancang untuk 'menyerang' Lissa
" Wahhh serem banget muka kamu Frank!.. sebelum jadi sasaran kaburrrrr..... " Lissa langsung berdiri dan bersiap untuk lari.
"Rasakan kau Lissa!!!!! " seru Frank saat dia mengejar Lissa, dan Lissa? tentu saja dia lari.
Mereka kejar-kejaran di ruangan itu. Mengelilingi meja makan dan Lissa terus mengejek Frank. Namun karena kurang berhati-hati, Lissa tersandung oleh kaki mya sendiri.
BUUKKK!!!.
"Hahaha.Pernah dengar yang nama nya Karma instan???. Kalo nggak pernah. Kamu contoh nya hahahahah" Frank tertawa Terpingkal pingkal
"Heh... rasakan ini!! " Lissa bangkit dan meninju perut Frank
"Auuhhuk.. uhuk.. uhuk.. uhuk... Hei kau mau membunuh ku??" Frank terbatuk batuk.
"Nggak juga sih. Tapi kalo kamu mau, aku sih bisa aja.. hehehehh. " Lissa memperlihatkan seringaian milik nya.
"Ah... hahahahah becanda doang kok Liss... Jangan bawa serius. " nyali Frank seketika menciut.
"Makanya jangan nantangin Lissa. " ucap Lissa dengan sombongnya dan berkacak pinggang.
"Hei.. sudah lah.. cepat makan. Kalau tidak makanan nya akan dingin. " Felix melerai dua bocah besar itu.
Frank dan Lissa langsung menurut, mereka berjalan ke tempat duduk mereka masing-masing. Namun Frank dengan cepat merebut tempat nya.
"Siapa cepat dia dapat... wleeeekkk" ejek Frank pada Lissa
Lissa duduk di bangku yang bersebelahan dengan Ares, dengan wajah di kusut seperti baju yang baru kering karena terlalu panas.
"sajikan makanan nya.!!! " perintah Andes. Sang pemilik restoran.
Ya.. nama sahabat Ares yang satu ini adalah Andes.
Lissa yang melihat makanan kesukaan nya langsung sumringah, dia tidak perduli kenal restoran ini bisa tau makanan favorit nya. Ares yang diam-diam curi pandang ke arah Lissa hanya tersenyum penuh arti.
bersambung........