
Hai semua
apa kabar
semoga kalian semua sehat selalu ya
yuk lanjut
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah perbincangan yang mengandung penjelasan. Semua orang menuju ke kamar masing-masing, kecuali Zira. Lissa memintanya untuk menemani nya. untuk melepaskan rindu katanya.
"Mom." panggil nya.
"Iya nak." jawab Zira.
saat itu Lissa sedang berbaring, menjadi kan paham Zira sebagai bantal Dan Zira mengusap lembut rambut anak nya.
"Kok bisa sih.. mommy di kejar sama orang berbaju hitam dulu??" tanya nya.
"Kamu mau jawaban yang bener atau jawaban yang salah. ??" Zira balik bertanya
"Yang bener lah mom... masa' yang salah.. " ucap Lissa
"Yakin kau nggak bakalan kaget??"
"Lissa gak akan kaget kok mom.. " jawab Lissa
"Ok."
"Jadi mommy itu adalah leader Mafia" jawab Zira singkat padat dan jelas.
"Ohh... cuman itu... " Lissa berohh...
HENING.
1 detik...
2 detik...
3 detik...
"APAA!!? " teriak Lissa.
Sontak dia langit duduk, Kepala nya membentuk dagu Zira.
"Aduhhhh..... " Lissa mengaduh sambil mengusap dahi nya.
"Tadi kamu bilang nggak akan kaget. " goda Zira.
"Mommy serius???nggak bohong kan?? gimana kok bisa gitu mom.??" Lissa memberondong Zira dengan pertanyaan
"Ihhh mommy gak boleh gitu... itu sombong namanya" tukas Lissa
"Heheh iya deh.. maaf ya Lissa utututut jangan ngambek dong cantik" Zira menguyel uyel pipi Lissa
"Ceritain dong mom... " ujar Lissa antusias
"Mulai dari mana nih.. Kamu tanya aja dulu.. nanti mommy jawab. " usul Zira
"Iya deh.. Mmmmm" Lissa mengetuk kan jari nya ke dagu nya seolah olah berpikir
"Oh iya... nama Mafia mommy apa??" pertanyaan pertama Lissa
"Nama organisasi Mafia mommy adalah Artemis dragon. " jawab Zira
"kenapa nama nya aneh banget sih mom??. " ujar Lissa
"Karena 'Artemis' Adalah nama seorang dewi. Dia adalah dewi penolong, Mafia yang mommy pimpin itu nggak menyakiti orang orang. Kecuali mereka dulu yang memulai peperangan. Dan Juga 'Artemis adalah dewi perburuan. Kami suka 'berburu' tapi tidak dalam arti yang sebenarnya. " jelas Zira
"Ohh gitu.. terus kok ada nama 'dragon 'jadi ga sih mom??"
"Gini ya... Makhluk ini memiliki sifat melindungi, ganas Dalam legenda kuno, ditemukan banyak kisah mengenai naga yaitu hewan yang berfungsi sebagai penjaga. " jelas Zira
"Masih nggak ngerti mom... " rengek Lissa
"Gini aja yang simple nya. Ibarat naga, Mafia yang mommy pimpin akan melindungi semua orang yang kami sayang, kami akan ganas katika orang yang kami sayangi terluka. Dan seperti yang terakhir kami adalah penjaga. " Zira menatap Lissa sendu.
"Seandainya dulu mommy tau, kalau kita akan diserang. Pasti kita nggak perlu berpisah kan nak?. "
"Udah lah mom, gak usah dibahas lagi. Itu udah masa lalu. Dan sekarang kita bisa bersama itu adalah takdir mom. " Lissa memeluk Zira
"Ya sudah, kalau gitu kamu istirahat ya. Mommy masih ada pekerjaan. mommy tinggal ya sayang. Muach.. " Zira mengecup pucuk kepala Lissa.
"mom.. " panggil Lissa lirih.
"Iya nak. " Zira menatap Lissa
"Bisa nggak, kalo misalnya mommy tinggal aja sama Lissa. Selama ini Lissa tinggal sendiri mom. Hanya Naomi sahabat Lissa satu satunya yang Lissa punya. " Lissa menunduk, mencoba menyembunyikan air mata nya.
"Iya nak. Mommy akan tinggal sama kamu." ucap Zira, langsung Lissa memeluk wanita yang sudah melahirkan nya itu.
"Tapi, mommy harus tanya dulu dengan tuan Mike. "
Zira mengusap air mata Lissa
"Tuan Mike pasti bolehin kok mom... Dia pasti ngerti.. " ujar Lissa
"Iya nak. Sekarang kamu istirahat ya. Mommy akan melihat para maid dulu. " Zira meninggal kan Lissa di dalam kamar.
bersambung........